<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559</id><updated>2012-02-16T01:31:11.668-08:00</updated><title type='text'>berandamao</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>113</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6061016722922096640</id><published>2011-12-10T20:28:00.001-08:00</published><updated>2011-12-10T21:02:07.661-08:00</updated><title type='text'>KONOHAGAKURE DAN KAMMI-GAKURE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_m79YvO8DWA/TuQ0c4BIwFI/AAAAAAAAAPo/j0WxTKP54Bo/s1600/Mks-Aksi%2BKAMMI%2B2_Maman%2BSukirman.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="197" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-_m79YvO8DWA/TuQ0c4BIwFI/AAAAAAAAAPo/j0WxTKP54Bo/s320/Mks-Aksi%2BKAMMI%2B2_Maman%2BSukirman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tulisan ini adakah karya Azizah Bintang. Salah satu teman seperjuangan di KAMMI Daerah Sulsel. Ia menulis tentang KAMMI dengan menggunakan pendekatan Konhagakure. Sebuah pendekatan yang sederhana dengan melihat komik Naruto. Mungkin masih ingat cerita tentang Naruto, Sasuke, dan akhir hidup perjalanan cerita Naruto Shippuden. Ia memang agak unik, penyuka Komik Naruto. Kehebatan Naruto dan kawan-kawannya itulah yang ditransformasi ke dalam tulisan ini. KAMMI! Tulisan ini tanpa sengaja saya temukan di Puluhan folder dan file. Mari membaca pemikiran kawan kita Azizah dengan KAMMI-Gakure :: Happy Reading :&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qEVeyWo2MhM/TuQ4kfnqqzI/AAAAAAAAAQ8/3hUUvYOxQrY/s1600/Mks-Aksi%2BKAMMI%2B3_Maman%2BSukirman.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="198" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-qEVeyWo2MhM/TuQ4kfnqqzI/AAAAAAAAAQ8/3hUUvYOxQrY/s320/Mks-Aksi%2BKAMMI%2B3_Maman%2BSukirman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Konohakagure bukanlah judul drama asia di televisi atau jenis jamur yang terpampang jelek di Lab.Biologi. Konohagakure adalah nama sebuah desa yang dikisahkan serial komik NARUTO. Gakure yang berarti desa, merupakan tempat tinggal masyarakat Konoha, sebuah perkampungan ninja yang berisikan banyak klan yang saling berinteraksi dalam sebuah masyarakat ninja yang sangat rapi dan dipimpin oleh seorang Hokage.Naruto adalah anak laki laki yang di dalam tubuhnya disegel siluman rubah. Anak ini memiliki cita-cita yang sederhana: menjadi Hokage, memimpin desa Konoha. Komik ini berkisah mengenai perjalanan bocah tersebut mencapai tujuannya dengan berbagai kesulitan. Bagi orang-orang yang dilahirkan sinis hal ini biasa saja, namun sangatlah tidak sopan mentertawakan cita-cita orang.Bukankah kita juga masih menganggap Teori Newton sebagai sebuah kenyataan walaupun sesungguhnya kenyataan itu didasari oleh imajinasi sempurna Newton pada sebuah apel?!Walau sepintas berkisah seperti itu, namun jika diperhatikan lebih pada beberapa bagian penting kita akan mendapati bahwa hampir semua permasalahan yang dialami oleh naruto berkisar pada Konoha. Bahkan monster rubah yang menurut sebagian orang adalah sebuah masalah pribadi bagi Naruto sesungguhnya tidak ditanggung secara individual, melainkan oleh semua orang di Konoha walaupun hanya disadari oleh sebagian orang saja.Persaingan antara Sasuke dan Naruto pun bukanlah masalah pribadi mengingat sejarah kelam klan Uchiha. Motto “No Man Left Behind”-nya desa Konoha, menjadikan Sasuke sebagai masalah bersama di Konoha. Hal ini diungkap Shikamaru Nara bahwa Sasuke memang bukanlah teman dekatnya namun ia adalah seorang Shinobi Konoha dan Shikamaru akan menolongnya dengan mempertaruhkan nyawa karena itu adalah cara Konoha.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qHn3sNawYr8/TuQ1RPf5m_I/AAAAAAAAAP0/tuuiVoDC4lg/s1600/IMG_9809.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-qHn3sNawYr8/TuQ1RPf5m_I/AAAAAAAAAP0/tuuiVoDC4lg/s320/IMG_9809.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di Konoha para ninja memiliki beberapa tingkatan, berawal dari tingkatan terendah adalah Genin, Chunin, dan Jounin. Tingkatan ini menjadi salah satu pola yang menyusun cerita. Sebuah dunia besar yang dibangun secara imajinatif yang memfokuskan pada cara pandang Konohagakure melalui seorang bocah bernama Naruto. Sebuah dunia dengan perang massive antar tiap individu dan segenap intrik kepentingan antar tiap manusia fiktifnya. Terlepas dari semua abnormalitas dan keajaiban berdasarkan perspektif yang dapat memicu perdebatan, sesungguhnya dunia imajinatif ini tidaklah jauh berbeda dengan dunia yang kita jalani dengan semua elemennya yang manusiawi.Kali ini kita coba menarik sesuatu antara dunia imajinatif itu dengan lingkungan kita yang paling dekat saat ini. Anggaplah secara struktural KAMMIgakure adalah roda komunitas yang dipimpin oleh seorang Ketua Umum [Hokage]. Sedangkan Genin adalah tingkatan dasar seorang Shinobi Konoha memulai kariernya [AB1], Chunin tingkatan diatas Genin yang merupakan pelaksana structural [AB2]. Melalui ini, kita pun dapat mengambil persepsi sendiri, yang termuda dalam komunitas KAMMIgakure saat ini termasuk dalam kelompok Genin, Chunin yang menjadi pelaksana struktural komisariat, sedangkan Jonin yang sedang dan telah menjadi pelaksana struktural daerah/Teritorial. Kemudian mari kita refeleksikan beberapa aspek keberadaan  yang menurut saya juga sebaiknya dimiliki oleh KAMMIgakure. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JqjbBTmNYxc/TuQ1nJnni1I/AAAAAAAAAQA/zttvLHnCGtI/s1600/PIC_0058.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-JqjbBTmNYxc/TuQ1nJnni1I/AAAAAAAAAQA/zttvLHnCGtI/s320/PIC_0058.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Penghargaan terhadap sejarah Masyarakat Konohagakure merupakan sekelompok komunitas yang memiliki kultur sendiri serta sangat menghargai kearifan lokal. Sehingga dalam usaha mengekspresikan hal tersebut, Sang Pengarang, Masashi Kishimoto sepertinya merasa penting menunjukkan kearifan tersebut melalui beberapa chapter yang dikhususkan membahas tokoh tertentu dengan latar belakang budaya klannya masing masing yang nantinya memperkuat karakter dan jalinan cerita. Sebut saja Kakshi, Sasuke, Neji,dllMelalui penelusuran latar belakang itu, sedikit demi sedikit kita dapat menyerap tanpa berlebihan kearifan lokal klan yang membangun kultur sebuah desa. Sehingga melalui kebanggaan akan semua sejarah yang melatarbelakangi Konoha itu akan terasa sangat wajar bila kita menemukan Naruto, Sang tokoh utama memiliki kecintaan yang besar pada Konohagakure, kekaguman yang besar pada semua Hokage, rasa hormat yang besar pada mereka yang berusaha melindungi Konoha dengan sekuat tenaga dan usaha untuk menjadi lebih kuat setiap harinya demi melindung semua hal yang dicintainya. Melalui sejarah, yang menjadi dasar kekuatan itulah yang secara signifikan disandarkan sebagai batu pijakan untuk menjadi pilar pendukung perkembangan Konoha.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-oq68-RolwD0/TuQ5OLvC0gI/AAAAAAAAARI/pXR5cG2jkns/s1600/DSC_0033.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="212" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-oq68-RolwD0/TuQ5OLvC0gI/AAAAAAAAARI/pXR5cG2jkns/s320/DSC_0033.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sama seperti Konoha, KAMMIgakure juga memiliki sejarah yang menjadi pilarnya. KAMMI telah menjadi organisasi besar pelopor perubahan (momentum reformasi 98) yang kini sangat diperhitungkan diusianya yang ke-10 tahun dengan tetap fight untuk konsisten di garis perjuangannya sejak awal tanpa pernah berfikir untuk mau menggadaikan idealismenya sebagai seorang aktivis muslim sebab IJDK itu telah ter-internalisasi dalam dirinya, begitupun dengan pemahamannya. Namun berbeda dengan Konohagakure yang menyadari pentingnya sejarah, sebagai sebuah komunitas kita kadang terlupa hal tersebut sehingga justru menjadi pragmatis di depan keterdesakan dan ketidakberdayaan oleh keadaan. Mampukah KAMMI mempertahankan dirinya sebagai gerakan politik nilai yang senantiasa nyambung dengan rakyat dan kalangan mahasiswa atau justru terjebak dalam gerakan elitis dan tidak transparan yang justru berujung pada matinya gerakan mahasiswa dan meluasnya ke-bete’-an sosial? Konohagakure melandaskan perkembangan komunitasnya berdasarkan sejarah yang menjadi input analisa dan perencanaan persiapan bagi sekian banyak skenario pengembangan komunitas. Ketika zaman sedang bergerak Konohagakure telah siap. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SIMrJ47kXhE/TuQ3OsiHXUI/AAAAAAAAAQY/P5moDpzwGtU/s1600/PIC_0019.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-SIMrJ47kXhE/TuQ3OsiHXUI/AAAAAAAAAQY/P5moDpzwGtU/s320/PIC_0019.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perkembangan generasi sebagai tujuan primer komunitas            Dalam bahasa komunitas kita, generasi muda dapat dipersandingkan dengan bahasa: kader. Nah, di Konohagakure kader adalah mereka yang tumbuh dan besar di dalam lingkungan Konoha. Para kader inilah yang akan menjadi faktor penting  bagi eksistensi Konohagakure kedepannya. Dalam Naruto vol.35, Asuma Sarutobi menganalogikan Shikamaru Nara sebagai ksatria dalam permainan catur yang fleksibel dalam bergerak dan bisa melindungi Raja dari berbagai sisi, sedangkan dirinya hanyalah sebagai pion yang dapat dikorbankan kapan saja. Selanjutnya Asuma mengakhiri permainan dengan bertanya pada Shikamaru, “siapakah di Konohagakure yang bisa dianalogikan sebagai raja pada permainan catur tersebut?”. Pada kelanjutannya,  Shikamaru pun mengerti bahwa sesungguhnya raja yang dianalogikan pada permainan catur oleh Asuma di Konohagakure adalah kader atau generasi penerus Konohagakure.            Kesadaran ini pula yang juga ditekankan oleh Anis Matta, ”Dari Gerakan Ke Negara” dimana pada salah satu tulisannya mengenai jamaah, beliau menyebutkan bahwa salah satu pilar perkembangan jamaah atau komunitas adalah adanya kesadaran bahwa segala usaha komunitas senantiasa diperuntukkan bagi perkembangan generasi penerus komunitas. Di KAMMI pun seperti itu. Ketersediaan berbagai media dan materi pengkaderan adalah modal awal untuk senantiasa memperkokoh gerakan dan membangun integritas terutama pada ujung tombaknya, yakni di level komisariat. Sebuah Nama, Sebuah Cerita…&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dKrfub3d45c/TuQ2SRGJfPI/AAAAAAAAAQM/PxQdJZnMvp4/s1600/Mks-Pesona%2BKAMMI%2B4_Maman%2BSukirman.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="206" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-dKrfub3d45c/TuQ2SRGJfPI/AAAAAAAAAQM/PxQdJZnMvp4/s320/Mks-Pesona%2BKAMMI%2B4_Maman%2BSukirman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(Konser Terakhir 2006-2008 di Makassar). Seperti kisah grup band Peterpan meratapi nasibnya yang akan manggung terakhir kali (tapi kok tak kunjung berakhir yak?). Ratapannya adalah rutukan, ”Mengapa terjadi, kepada diriku...”. Sebab setelah ini mungkin mereka tak lagi eksis hatta memiliki nama baru. Gemerlap dunia hiburan yang selama ini menjadi kesehariannya mungkin akan menjadi senyap seiring tenggelamnya popularitas dan munculnya band-band baru. Kali ini adalah pembacaan LPJ pengurus pusat periode 2006-2008 yang juga menjadi penanda demisionernya kepengurusan yang digawangi oleh Akh Taufik Amrullah. Setiap kader KAMMI tentu paham betul bahwa LPJ itu tidak semata-mata dibacakan dan dipertanggungjawabkan di depan forum muktamar, melainkan dihadapan Yang Maha Melihat, Yang Maha mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati setiap insan, Allah Subhanahu wa ta’ala. Utusan-utusan daerah mungkin lebih banyak awamnya tentang keadaan di Pusat. Untuk itulah dalam upaya membangun kultur dan etika internal organisasi yang terbuka serta membangun budaya kerja setiap kader maka diperlukan Komitmen pada Top Manajemen, dalam hal ini seluruh jajaran PP KAMMI di semua bidang. Para Qiyadah di KAMMI pusat adalah sponsor utama dalam membangun sistem nilai yang kuat melalui komitmen moral dan keterbukaan dalam komunikasi. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Voq4QMXXUAk/TuQ3nPG6XyI/AAAAAAAAAQk/mtkKnVCRjL8/s1600/PIC_0015.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Voq4QMXXUAk/TuQ3nPG6XyI/AAAAAAAAAQk/mtkKnVCRjL8/s320/PIC_0015.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kita tentu tidak ingin semua cita-cita KAMMI hanya berujung di atas kertas dengan kata-kata manis namun minim implementasi. Allah tidak memberikan tempat bagi pribadi-pribadi yang tidak selaras ucapan dan perbuatannya. Dan orang-orang yang seperti itu harus di-instal ulang, pantas untuk ikut DM1 lagi. Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.Selain dari top manajer, diperlukan pula sebuah kontinuitas usaha untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi KAMMI merealisasikan cita-citanya. Misalnya membangun kemandirian ekonomi agar tidak terlalu banyak menunduk-nunduk pada pejabat dan kaum elit hingga tak mampu lagi berteriak LAWAN!. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1yWiK3gKI_Q/TuQ36aUVDKI/AAAAAAAAAQw/z1K6ikW4eO0/s1600/IMG_1006.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-1yWiK3gKI_Q/TuQ36aUVDKI/AAAAAAAAAQw/z1K6ikW4eO0/s320/IMG_1006.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dan hal yang sangat penting adalah memperkuat kaderisasi dan berbagai perangkat yang mendukungnya, membangun saluran yang efektif dalam berkomunikasi (termasuk dalam bersyuro’!), serta berani untuk menegakkan disiplin (al indibath). Banyaknya intrik dan polemik disatu sisi memang menunjukkan adanya dinamika. Tapi disisi lain bisa juga menjadi bibit-bibit perpecahan jika tidak disikapi sebagaimana mental seorang pemimpin yang cerdas. Banyaknya isu yang tidak jelas seputar pemilihan ketua umum mungkin bisa membuat kita terjebak dan kebingungan jika tidak mengedepankan rasionalitas yang dibingkai oleh ke-tsiqoh-an pada sesama ikhwah. Tapi diatas semua itu, apalagikah yang bisa mengikat kita selain islam dan ukhuwah ini, saudaraku?... Eks pekuburan cina,61108&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6061016722922096640?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6061016722922096640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6061016722922096640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2011/12/konohagakure-dan-kammi-gakure.html' title='KONOHAGAKURE DAN KAMMI-GAKURE'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_m79YvO8DWA/TuQ0c4BIwFI/AAAAAAAAAPo/j0WxTKP54Bo/s72-c/Mks-Aksi%2BKAMMI%2B2_Maman%2BSukirman.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6803563752745187269</id><published>2011-12-09T20:17:00.000-08:00</published><updated>2011-12-09T20:42:41.999-08:00</updated><title type='text'>Tradisi " Mappasilaga tedong "di  Toraja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bWMSBXg4EI8/TuLiRRZZ6LI/AAAAAAAAAPc/1Y0ZtMnyUGU/s1600/DSC_2484.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bWMSBXg4EI8/TuLiRRZZ6LI/AAAAAAAAAPc/1Y0ZtMnyUGU/s320/DSC_2484.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684354466050599090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-oBFAaRwA3Z4/TuLh2gBezwI/AAAAAAAAAPQ/MfNlkY1Jxaw/s1600/DSC_2480.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-oBFAaRwA3Z4/TuLh2gBezwI/AAAAAAAAAPQ/MfNlkY1Jxaw/s320/DSC_2480.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684354006120320770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesenian khas Toraja yang cukup terkenal sampai ke mancanegara yaitu Passilaga Tedong (adu kerbau). Acara ini merupakan rangkaian adat yang wajib dilakukan saat perayaan Rambu Solo ,upacara pemakaman masyarakat Toraja yang masih mempertahankan tradisi masa lalu. Biasanya, masyarakat yang mengadakan pesta berasal dari keluarga bangsawan atau masih merupakan keturunan raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perayaan, ribuan warga berkumpul di lapangan menyaksikan adu kerbau yang dalam bahasa Toraja disebut dengan Ma ‘ pasa tedong. Satu persatu kerbau digiring ke tengah lapangan dan diadu. Seperti yang terjadi di Lapangan Deri, Toraja Utara, Setiap kerbau dituntun oleh pa’kambi (Pengembala), sesaat kemudian kerbau dilepas ketika saling berhadapan. Penonton pun bersorak ketika dua kerbau besar saling tanduk menanduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebelum acara adu kerbau dimulai, seluruh keluarga yang berduka melakukan ritual berjalan mengelilingi tana nampasa (tanah berkumpul) sebanyak tiga kali putaran. “ Ritual tersebut sebagai simbol aluk todolo, sebutan buat nenek moyang masyarakat Toraja,” papar Hermina Pasolang, Ketua Adat Lembang Parinding, Toraja utara.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan ini juga memiliki tingkatan. Mulai dari tingkat rendah hingga tertinggi atau kengkap. Disebut lengkap ketika semua jenis kerbau (tedong bonga) ada dalam perayaan dan jumlahnya melebihi 24 kerbau. Sebab tingkat terendah ketika jumlah kerbau mencapai 24 ekor. Ketika sudah lengkap maka perayaan disebut sapu randanan. “ Ini merupakan wujud cinta kasih pada orang tua yang sudah meninggal,” ujar Agustinus, Tokoh Adat Toraja yang penulis temui beberapa bulan lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerbau yang diadu dalam perayaan bukan sembarangan kerbau. Namanya Tedong Bonga. Kerbau pilihan yang dipelihara khusus oleh pengembala. Spesiesnya hanya ditemukan di Toraja. Harganya pun cukup mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah. Satu kerbau yang dipakai dalam perayaan biasa dihargai 250 juta,” ujar Agustinus, Tokoh Masyarakat Toraja Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya harga kerbau tidak menjadi persoalan bagi sang empunya pesta. Masyarakat Toraja percaya jika kerbau tersebut merupakan kerbau pilihan yang bisa dipersembahkan pada pencipta untuk memudahkan sang mayit menuju surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama setiap kerbau juga beragam, Sokko, Tekken langi, Ta’busura, Lotong Boko, Pudu, Balandati, Todi. Sehari sebelum adu kerbau, tokoh adat memberi nama dan biasanya disesuaikan dengan nama dewata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tedong bonga, ada juga kebau yang panjang tanduknya mencapai 4 meter. Namanya Tedong Balian. Harganya tak jauh beda dengan kerbau lainnya. Bisa mencapai 270 juta per ekor. Kerbau tersebut tidak di ikutkan dalam pertandingan. Melainkan dihiasi dengan kain dan siap dikurbankan untuk mengantar sang mayit ke alam baka. Setiap pengembala kerbau seperti Yohanes, pengembala kerbau yang merawat Tedong Balian dibayar Rp 800 ribu setiap bulan. Kerjanya hanya merawat dan memastikan kerbau tersebut dalam kondisi sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“ Acara adat seperti adu kerbau memang harus terus di jaga kelestariannya, karena termasuk adat istiadat orang Toraja yang sudah turun temurun,” ungka Jeremy yang datang menemani keluarganya mengadu kerbau. Agustinus juga menambahkan jika dalam perayaan tersebut masyarakat tidak dipaksakan mengikuti adat. Tapi hanya bagi mereka yang mau melestarikan budaya dan memiliki cukup dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6803563752745187269?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6803563752745187269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6803563752745187269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2011/12/tradisi-mappasilaga-tedong-di-toraja.html' title='Tradisi &quot; Mappasilaga tedong &quot;di  Toraja'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bWMSBXg4EI8/TuLiRRZZ6LI/AAAAAAAAAPc/1Y0ZtMnyUGU/s72-c/DSC_2484.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1018435125462086527</id><published>2011-11-29T00:56:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T01:09:20.883-08:00</updated><title type='text'>Toraja, Rambu Solo dan Kematian yang Sempurna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fORsPrmgtzE/TtShJ-w5umI/AAAAAAAAAPE/mys0ZeFurD4/s1600/toraja7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fORsPrmgtzE/TtShJ-w5umI/AAAAAAAAAPE/mys0ZeFurD4/s320/toraja7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680342222860040802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki banyak daerah wisata yang unik dan menarik buat para wisatawan. Misalnya di Bali, Yokyakarta, Lombok dan Jakarta. Namun berbeda dengan Toraja. Salah satu tujuan wisata di wilayah Sulawesi Selatan yang masih memelihara budaya, adat-istiadat para leluhur terdahulu. Masyarakat Toraja memegang teguh prinsip adat tersebut sehigga tak lekang oleh waktu. Kekuatan budaya dan adat-istiadat itulah yang membuat Toraja berbeda dengan daerah lainnya.        Selain menawarkan adat-istiadat yang beraneka ragam dan unik. Di daerah berpenduduk 1 juta jiwa tersebut, para penikmat wisata bisa menyaksikan hamparan pegunungan yang masih asri, tegalan sawah dan lembah dengan pohon pinus yang membuat mata tak pernah bosan memandang.        Salah satu keunggulan Toraja yakni ketaatan masyarakat dalam menjalankan perintah leluhurnya. Pun hingga saat ini, hal itu membuat Toraja terkenal ke penjuru dunia. Masyarakat Toraja masih melestarikan upacara Rambu Solo. Rambu Solo merupakan upacara kematian yang dilakukan pada keluarga yang meninggal beberapa tahun sebelumnya. Setiap ada yang meninggal, maka kewajiban saudara yang masih hidup menggelar pesta yang besar. Pesta ini menjadi bukti penghormatan pada keluarga yang pergi.            &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pesta Rambu Solo dilakukan sebagai bentuk penghormatan pada setiap saudara yang sudah meninggal. Penghormatan itu dianggap sebagai persembahan yang terakhir sebelum bertemu dengan Tuhan. Masyarakat Toraja percaya bahwa kematian akan sempurna jika prosesi itu dilakukan. Tradisi Rambu Solo termasuk proses penyempurnaan kematian. Karena sebelum dilakukan, orang yang meninggal akan dianggap sakit atau lemah. Sehingga, jasadnya selama pesta belum dilakukan akan dibaringkan di Tongkonan ( rumah adat Toraja).            Kewajiban keluarga yang masih hidup yakni membuat pesta pemakaman. Prosesi itu menghabiskan dana yang tak sedikit. Semakin tinggi tingkat sosial dan derajat kebangsawanan, maka pesta yang dilakukan juga semakin meriah. Biasanya pesta diadakan tujuh hari lamanya. Hal ini dikenal dengan Dipapitung Bongi. Hewan yang dipersembahkan juga jumlahnya cukup banyak. Jumlah kerbau 25 – 150 ekor, babi 50 – 350 ekor. Kerbau yang dikurbankan juga bukan kerbau biasa. Melainkan kerbau pilihan khas Toraja (Tedong Bonga) dengan harga yang lumayan besar. Satu ekor kerbau bisa seharga Rp 300 - 350 Juta. Makanya Rambu Solo yang besar menghabiskan anggaran milyaran rupiah. Rambu Solo yang lengkap disebut sapu randanan sarrinna bone bone (pesta terlengkap) karena semua jenis kerbau (Tedong Bonga) yang dipersembahkan lengkap. Kemeriahan Rambu Solo bisa kita temukan di Toraja atau Toraja Utara. Setiap akhir tahun (Desember) rangkaian prosesi upacara kematian yang megah biasa digelar di daerah yang jaraknya 350 km dari Makassar tersebut.        Kemeriahan terlihat saat puncak acara Rambu Solo. Secara umum prosesi Rambu Solo dimulai dengan Ma paroko paladan. Yaitu meurunkan jenazah dari rumah ke teras Tongkonan. Selanjutnya semua jenis kerbau yang akan dipersembahkan akan diberi nama oleh tujuh tokoh adat. Setelah itu Ma pasa tedong. Kerbau pilihan akan diadu satu sama lain di sebuah lapangan luas. Ribuan masyarakat berkumpul di lapangan menanti adu kerbau tersebut. Setelah mengadu kerbau pilihan, prosesi yang menarik bagi masyarakat toraja yakni Ma pasisemba.            Tradisi baku tendang antara penduduk kampung dianggap sebagai tanda persahabatan. Masyarakat akan berkumpul di lapangan, berhadap-hadapan dan melakukan aksi “kungfu” secara bersama. Seorang tokoh adat berdiri di tengah lapangan menjadi pemandu tanda si semba di mulai.           Pada hari pemakaman jenazah dipindahkan dari teras ke depan rumah, lalu kemudian jenazah diarak keliling kota Toraja sebelum diantar ke tempat peristirahatan terakhir. Dalam proses ini ribuan masyarakat akan mengiringi jenazah. Sambil membentangkan kain berwarna merah yang cukup pajang.  &lt;br /&gt;Setelah prosesi pemakaman usai, keluarga menerima tamu undangan, kerabat dan para pejabat yang berkunjung ke rumah duka. Proses menerima tamu ini dilakukan bersamaan dengan mengurbankan Tedong Bonga. Caranya pun sangaat unik yakni hanya dengan melakukan satu kali tebasan pada leher kerbau itu. Daging kerbau tersebut kemudian dibagi-bagikan pada warga dan dijadikan santapa selama menerima tamu. Proses itu pun berakhir setelah pesta menerima tamu undangan usai. Rambu Solo membuat kematian menjadi sempurna sebab dalam kepercayaan masyarakat Toraja, Dewata akan menerima segala pengorbanan anak cucu yang masih hidup . &lt;br /&gt;Kuburan batu Londa&lt;br /&gt;Mayat yang telah disimpan bertahun-tahun itu tak dimakamkan seperti masyarakat pada umumnya. Di Toraja, masyarakat memiliki lokasi pemakaman yang unik, dikenal dengan nama Londa. Londa itu merupakan kuburan yang terbuat dari batu. Mayat yang sudah meninggal hanya disimpan dalam peti lalu diletakkan di dalam gua batu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya Londa merupakan lokasi pemakaman satu keluarga. Namun akhirnya dibuka karena minat masyarakat untuk melihat kawasan itu amat besar. di Londa terdapat banyak tengkorak kepala manusia yang berumur ratusan tahun. Selain itu juga terdapat banyak tulang-tulang yang berserakan. Untuk menunjukkan jumlah orangy ang sudah meninggal dibuat tau-tau. Tau-tau merupakan pertanda banyaknya masyarakat Toraja yang telah dikubur di lokasi tersebut. Selain Londa juga terdapat kawasan penguburan batu Lemo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1018435125462086527?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1018435125462086527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1018435125462086527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2011/11/toraja-rambu-solo-dan-kematian-yang.html' title='Toraja, Rambu Solo dan Kematian yang Sempurna'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fORsPrmgtzE/TtShJ-w5umI/AAAAAAAAAPE/mys0ZeFurD4/s72-c/toraja7.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-5860287572173179604</id><published>2011-11-24T08:04:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T08:15:59.012-08:00</updated><title type='text'>Makassar Menuju kota Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-o2FCRkifEC0/Ts5ttwIktOI/AAAAAAAAAM0/2fyxnf1_ayQ/s1600/makassar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-o2FCRkifEC0/Ts5ttwIktOI/AAAAAAAAAM0/2fyxnf1_ayQ/s320/makassar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678596812943176930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tepat 9 November 2011 lalu, Makassar berulang tahun yang ke 404. Umur yang tak muda lagi bagi perkembangan kota. Bersamaan dengan ulang tahun tersebut, Makassar yang sudah dikenal sebagai kawasan perdagangan sejak abad XVI telah dicanangkan menjadi Kota Dunia. Kota yang kelak menjadi pusat peradaban di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tentu tak mustahil mewujudkan mimpi tersebut. Namun, Pemerintah Kota Makassar perlu bekerja keras, bahu membahu dengan masyarakat mewujudkan impian tersebut. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada setiap pertemuan, Waikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin selalu menekankan perlunya perubahan prilaku masyarakat. Perubahan prilaku tersebut amat mendukung Makassar menuju Kota Dunia. Kota Dunia sebenarnya kota yang identik dengan lingkungan yang berkualitas, pelayanan publik yang baik, prilaku masyarakat yang taat aturan, transparansi pemerintahan dan birokrasi yang bebas dari korupsi. Kota yang memiliki sistem transportasi yang memadai, baik laut, udara dan darat serta memiliki gerak ekonomi yang terus tumbuh dengan memberdayakan ekonomi masyarakat. Selain itu kota yang mampu menghadapi perubahan iklim dunia yang terjadi terus menerus.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian Kota Dunia memang menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh elemen warga yang tinggal di Makassar. Sesuai dengan visi Makassar menuju Kota Dunia, saat ini pemerintah terus melakukan pembenahan. Penataan kota dengan pembangunan fisik untuk kepentingan publik. Selain itu yang paling urgent yakni pembangunan kesadaran. Dalam hal ini prilaku masyarakat. Misalnya saja kesadarakan akan kebersihan, contohnya tidak membuang sampah pada sembarang tempat.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan kebersihan kota, Pemkot telah melakukan program Makassar Green and Clean. Upaya tersebut membuat warga kota turut berperan dalam menjaga kebersihan hingga lorong tersempit sekali pun. Seiring dengan harapan warga, Pemkot melakukan pembenahan fasilitas pendukung, perbaikan Infrastruktur, dan penataan kota menjadi lebih baik. Paling tidak sistem  kebersihan yang harus dibenahi, tak boleh berhenti. “ Pasalnya kota tak ada yang mengunjungi  jika tak menjamin kebersihan kota,” ungkap Walikota Makassar beberapa waktu lalu.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan sistem transportasi juga dilakukan. Penataan tersebut menghindari kemacetan yang terus menerus meningkat. Kenyamanan saat berada di jalan raya kelak akan membuat Makassar makin dilirik. Untuk itu pemerintah menyiapakan dua program dalam menata sistem transportasi tersebut. Pertama, menyediakan sistem trasportasi massal. Transportasi ini akan mengganti transportasi kecil (pete-pete). Upaya tersebut dilakukan agar volume kendaraan pada ruas jalan raya bisa lebih sedikit. Meski menggunakan transportasi massal. Sistem ini tak mengorbankan pete-pete. Nantinya peran pete-pete tersebut akan menjadi angkutan feeder dalam satu kawasan yang berfungsi mengangkut warga menuju angkutan massal. Sehingga peran angkutan kecil tersebut tetap ada.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pembangunan angkutan massal sudah dimulai sejak 2009 lalu. Yakni dengan melakukan pelebaran jalan. Target pertama yakni menghubungkan Terminal Daya dengan Pettarani. Sesuai rencana, awal 2012 nanti, sistem trasportasi massal tersebut akan diberlakukan secara perlahan. Soalnya sistem ini akan mendukung prospek usaha angkutan di Makassar dengan pengguna 500 – 600 ribu orang perhari. Kedua, pembangunan monorel, penataan ini bersifat jangka panjang. Pemerintah bersama pengembang lokal (Kalla Group) telah menandatangani kerjasama tersebut. &lt;br /&gt;Di usia yang ke 404 ini, Makassar mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan ekonomi di Triwulan kedua mencapai 8,62 persen. Pertumbuhan itu cukup meningkat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berkisar pada 6 persen. Ilham mengakui momentum ulang tahun Makassar difokuskan untuk memberikan sesuatu pada masyarakat kota. Pada 2011, Makassar menjadi pusat destinasi untuk beberapa kegiatan. Sehingga tingkat hunian hotel trendnya terus mengalami peningkatan. Bahkan pada Ramadhan lalu hunian hotel di Makassar mencapai 70 persen. Ini menandakan Makassar menjadi tujuan dari berbagai kegiatan bisnis, ekonomi, eksebisi, meeting dan beberapa pertemuan nasional yang digelar di kota ini.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan jumlah tersebut membuat Walikota merekomendasikan pembangunan lima hotel. Hotel berkelas bintang dua sampai bintang lima tersebut diharapkan bisa menampung pengunjung kota Makassar. Geliat tersebut menandakan investor memang melirik Makassar sebagai daerah tujuan investasi yang memberikan prospek peluang bisnis yang cukup baik. Olehnya itu fokus pengembangan ekonomi Makassar tak mengacu pada pengelolaan sumber daya alam. Pasalnya di Makassar tak ada sumber daya alam. Melainkan mengandalkan bisnis dan jasa yang ada. Meski demikian Makassar sudah menjadi pusat pelayaan jada dan distibusi barang untuk Kawasan Timur indonesia. Secara perlahan, semakin banyak industri yang menjadikan Makassar living home kedua.          Untuk menjadikan Makassar sebagai the second home, pemerintah berupaya menyediakan segala kebutuhan masyarakat tersedia di Makassar. Sehingga masyarakat KTI tidak lagi menyeberang ke pulau Jawa untuk mencari kebutuhannya, melainkan ke Makassar. Makanya pemerintah terus meyakinkan investor masuk ke Makassar. Caranya yakni dengan memberikan kemudahan, regulasi, keringan dan mengoptimalan segala kebutuhan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masuknya investro, maka implikasi kehidupan masyarakat lebih baik, tercipta lapangan kerja baru, angka pengagguran berkurang. Tentunya semua gejolak bisnis pasti akan memberikan impilakasi positif bagi kehidupan masyarakat di kota Makassar. Kondisi Makassar dalam lima tahun kedepan bisa makin kondusif. Hal itu terjadi jika tak ada gejolak sosial dan politik yang memberikan dampak sosial. Kehidupan masyarakat dengan berbagai fasilitas sarana pendukungnya bisa lebih baik. Data badan Pusat Statistik mencatat bahwa pndapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 27, 9 juta pertahun. Dalam kurun waktu 2006-2010 pendapatan masyarakat mengalami perbaikan.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kehidupan masyarakat mulai membaik, pemerintah juga mendorong agar investor melakukan pengembangan pada daerah yang berbatasan dengan Makassar. Misalnya daerha Maros, Pangkep, Gowa dan Takalar. Dalam artian pengembangna industri dan manufaktur  tidak selamanya di Makassar. Tapi memberdayakan daerah lain sehingga masyarakat tak menumpuk di Makassar. Sesuai target, Makassar ketika menjadi Kota Dunia pada 2025, penduduknya tak bisa lebih dari 2 juta jiwa.           Wilayah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar sejak awal didesain sebagai the second home. Sebagai pusat destinasi sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Di sisi lain, Kota Dunia yang didambakan terus berkembang dengan pembangunan fisik dan membangun kesadaran warga.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismawan As&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-5860287572173179604?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5860287572173179604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5860287572173179604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2011/11/tepat-9-november-2011-lalu-makassar.html' title='Makassar Menuju kota Dunia'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-o2FCRkifEC0/Ts5ttwIktOI/AAAAAAAAAM0/2fyxnf1_ayQ/s72-c/makassar.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1890969540262499203</id><published>2011-10-17T16:22:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T08:28:57.762-08:00</updated><title type='text'>HIPMI Dan Orang-Orang Muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wTYHimzpAQI/Ts5wxGg_KlI/AAAAAAAAANk/QzqRciUkD_o/s1600/Rajasapta-antara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wTYHimzpAQI/Ts5wxGg_KlI/AAAAAAAAANk/QzqRciUkD_o/s320/Rajasapta-antara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678600169025645138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makassar dalam beberapa hari ini dikunjungi oleh banyak tokoh yang memiliki kontribusi tergadap pembangunan di negeri ini. Mereka berasal dari Sabang sampai Merauke. Yang menarik adalah bukan hanya tokoh yang sudah lanjut usia, melainkan anak-anak muda yang punya dedikasi, inovatif dan kaya raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah para pengusaha yang berada di bawah bendera Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Rata-rata mereka berusia 20-40 tahun. Gambaran anak muda yang cukup ideal. Yang paling membuat heboh yakni para calon ketua umum HIPMI tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat calon itu kemarin diulas di koran Fajar Makassar. Sungguh bombasti Fajar menulis tentang mereka. Judulnya saja, " Muda, Kaya Raya, dan Berinovasi. Secara ekonomi inilah para anak muda yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah mari kita tuggu gebrakan selanjutnya. siapakah pengganti Erwin Aksa yang ketua Hipmi saat ini. Dan ternyata, setelah pertarungan yang cukup sengit. Raja Sapta OKtohari ter[ilih sebagai ketua Hipmi menggantikan Erwin Aksa.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1890969540262499203?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1890969540262499203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1890969540262499203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2011/10/hipmi-dan-orang-orang-muda.html' title='HIPMI Dan Orang-Orang Muda'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wTYHimzpAQI/Ts5wxGg_KlI/AAAAAAAAANk/QzqRciUkD_o/s72-c/Rajasapta-antara.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8390386887909438351</id><published>2011-03-09T08:33:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T08:35:05.629-08:00</updated><title type='text'>ORMAS ISLAM: BUBARKAN AHMADIYAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-s2c80x5wlfg/Ts5yM0RXXRI/AAAAAAAAAN8/SZsRfC4UuQ4/s1600/fpi3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-s2c80x5wlfg/Ts5yM0RXXRI/AAAAAAAAAN8/SZsRfC4UuQ4/s320/fpi3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678601744676248850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gabungan organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) islam mendatangi Kantor DPRD Sulawesi Selatan (SulSel), Selasa, (01/03).Mereka menuntut agar Ahmadiyah yang ada di Sulsel dibubarkan. Hal tersebut diambil karena di beberapa daerah seperti Sumtera Barat, Banten dan Jawa Tmur, Ahmadiyah sudah dibubarkan dan dilarang melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;Berangkat dari beberapa daerah yang telah melarang Ahmadiyah beraktivitas, gabungan ormas yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) itu meminta DPRD Sulsel mengeluarkan peraturan daerah pembubaran Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal FUI Sulsel HM Siradjuddin, yang menjadi orator mengatakan bahwa kelompok Ahmadiyah termasuk aliran sesat yang sudah dilarang beraktivitas oleh MUI sejak  1980. Kemudian ditegaskan kembali 2005. Juga 1974 Lembaga Muslim Dunia mengeluarkan fatwa  tenang kesesatan Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siradjuddin juga mendesak presiden Sby segera mengelarkan keputusan tentang pembubaran Ahmadiyah.” Dengan jalan ini, persoalan Ahmadiyah dapat selesai dengan tuntas dan menutup pintu terjadinya bentrokan,” pungkasnya. Ia juga menjelaskan jika konflik yang terjadi belakangan ini karena lambannya presiden SBY mengambil keputusan. Hal tersebut membuat warga mengambil jalan sendiri dalam penyelesaian kasus Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUI memilih memakai jalur DPRD untuk  penyelesaian Ahmadiyah. Sebab mereka masih percaya jalur itu. Namun jika tuntutan mereka tak direspon, maka bisa dipastikan warga akan bertindak sendiri. Seperti yang diungkapkan KH Herli, perwakilan FPI tersebut menyerukan akan membakar masjid Ahmadiyah jika masalah tersebut dibiarkan berlarut-larut. “ Kalau tetap dibiarkan, kami akan bakar masjid mereka,“ tegasnya disambut takbir dari perwakilan pengunjukrasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Reza, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sulsel juga mengungkapkan jika ia siap mewakafkan dirinya demi  pembubaran Ahmadiyah. Pasalnya Sulsel adalah daerah religius yang menghasilkan ulama besar seperti Syeh Yusuf. “ Sebelum kekuatan umat bergerak, kami minta Ahmadiyah segera dibubarkan,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberap hari sebelumnya, FUI mengadakan rapat yang diikuti 58 orang dari 18 organisasi islam. berdasarkan pertemuan yang diikuti 58 orang dari 18 organisasi Islam di Sulsel mendesak agar pemerintah pusat mengeluarkan kepres dan pemerintah daerah mengeluarkan perda pembubaran Ahmadiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoist Bahtiar, anggota DPRD Sulsel yang menerima aspirasi FUI mengatakan pihaknya siap menyampaikan aspirasi umat kepada pimpinan DPRD dan gubernur. Sementara itu, Amir Uskara, Ketua Umum PPP mengaku akan mendorong gubernur mengeluarkan peraturan gubernur untuk organisasi terlarang seperti Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 18 organisasi Islam yang tergabung dalam FUI adalah, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Darul Da'wah Al Islami (DDI) AD, Hidayatullah, Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Wahdah Islamiyah, DDII, PMS, PUI, PII, IMM, BKMT, Majelis Mujahidin dan FPPU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8390386887909438351?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8390386887909438351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8390386887909438351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2011/03/ormas-islam-bubarkan-ahmadiyah.html' title='ORMAS ISLAM: BUBARKAN AHMADIYAH'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-s2c80x5wlfg/Ts5yM0RXXRI/AAAAAAAAAN8/SZsRfC4UuQ4/s72-c/fpi3.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1886872427085363274</id><published>2011-03-09T08:31:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T08:41:11.107-08:00</updated><title type='text'>AKSI ANARKISME DI MAKASSAR BY ORDER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-J0ufFhj2Hrc/Ts5zm5mugqI/AAAAAAAAAOU/DmQlFcmySAo/s1600/aksi-kekerasan-mahasiswa-makassar-tertinggi-di-indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-J0ufFhj2Hrc/Ts5zm5mugqI/AAAAAAAAAOU/DmQlFcmySAo/s320/aksi-kekerasan-mahasiswa-makassar-tertinggi-di-indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678603292296250018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aksi unjuk rasa di Makassar yang seringkali berujung pada aksi anarkis dan bentrokan, faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya aksi anarkis, peran media dan adanya pihak lain yang menjadi provokator atau peran polisi yang represif sebaga pemicu bentrokan dibincangkan seluruh Badan Eeksekutif Mahasiswa (BEM) se Makassar di Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa, (08/03).&lt;br /&gt;Kapolda Sulawesi Selatan (Sul Sel),  Irjen Polisi Johny Waenal Usman mengatakan, kegiatan unjuk rasa merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan aspirasi. Tapi dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;Ketika ada aksi yang mulai menunjukkan tanda- tanda bakal berujung anarkis, polisi akan mengambil langkah dengan memberi peringatan pada peserta aksi, pimpinan, atau menghentikan kegiatan unjuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bisa juga dengan pembubaran, penangkapan, penahanan dan menyita barang bukti," tuturnya di depan para mahasiswa Makassar.&lt;br /&gt;Kapolda menambahkan, aksi yang anarkis sebenarnya terjadi karena kurangnya pemahaman mahasiswa, juga akan merugikan mahasiswa sendiri. Pasalnya, simpati masyarakat akan berkurang. Sementara mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa mengatasnamakan kepentingan publik dan meperjuangkan hak-hak rakyat.&lt;br /&gt;Pendapat berbeda diungkapkan Koordinator Kontras Sulawesi, Suaib yang menilai penanganan polisi dalam setiap aksi unjuk rasa memang terlalu berlebihan. Bisa dibuktikan dengan banyaknya protap yang dikeluarkan oleh instansi kepolisian. Terkait dengan aksi anarkisme massa, hal tersebut masih diperdebatkan.&lt;br /&gt;"Ada penafsiran sendiri dari pihak polisi dalam penanganan aksi unjuk rasa, padahal ada prosedur yang mengatur," tuturnya.&lt;br /&gt;Suaib juga mengungkapkan kekhawatirannya dengan adanya Prosedur Tetap (Protap) tembak ditempat bagi pesera aksi anarkis yang dikeluarkan oleh polisi bisa disalahgunakan.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua BEM UNM, Bahtiar mengaku, pada setiap aksi unjuk rasa mahasiswa tak ingin berakhir dengan ricuh atau bentrokan. Ketika berdemo, mahasiswa selalu dianggap salah mengganggu keamanan.&lt;br /&gt;"Padahal kami hanya memperjuangkan saudara kami, tukang becak orang tua kami yang petani," ujarnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Bahtiar mengatakan jika selama ini mahasiswa tak ingin berhadapan dengan polisi, apalagi sampai bentrok dengan polisi. "Kami juga sedih melihat bentrokan yang kerap terjadi,” pungkasnya.&lt;br /&gt;Berbeda dengan Bahtiar, Aktivis HMI Sulselbar, La Ode Munandar mengaku kecewa dengan aksi unjuk rasa dan penangannya di Makassar. La ode meihat aksi yang terjadi merupakan orderan pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan. Ia menyalahkan pihak polisi yang tak profesional dalam menangani aksi unjuk rasa. Apalagi hanya menangkap pelaku di jalanan.&lt;br /&gt;"Mengapa pelaku yang merencanakan aksi tak ditangkap dan memutus mata rantainya," tukasnya dengan nada berapi-api&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1886872427085363274?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1886872427085363274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1886872427085363274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2011/03/aksi-anarkisme-di-makassar-by-order.html' title='AKSI ANARKISME DI MAKASSAR BY ORDER'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-J0ufFhj2Hrc/Ts5zm5mugqI/AAAAAAAAAOU/DmQlFcmySAo/s72-c/aksi-kekerasan-mahasiswa-makassar-tertinggi-di-indonesia.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6161477696378924874</id><published>2010-10-30T06:39:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T08:46:27.523-08:00</updated><title type='text'>MERAYAKAN KEABADIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-n25-LF9AzSU/Ts5024t3oEI/AAAAAAAAAOg/ogIepo7RE2M/s1600/menulis-cerpen.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-n25-LF9AzSU/Ts5024t3oEI/AAAAAAAAAOg/ogIepo7RE2M/s320/menulis-cerpen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678604666447306818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Menulislah untuk sebuah keabadian”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sudah lama sekali tak menulis, apalagi menggoreskan catatan perjalanan di ruang kecil ini. Setiap hari,Dari hati yang paling dalam ia berontak ingin menuangkan kata demi kata dari setiap langkahku. Namun, entah mengapa jemari ini begitu kuat untuk mengatakan tidak. Penolakan itu terjadi beberapa bulan hingga setahun lebih. Jadilah tahun 2009-2010 menjadi ruang kosong kreativitas dari menulis. Sedih rasanya. Oktober ini, keinginan itu kembali membuncah dan tak ada yang bisa menghalangiku. Jemari ini pun mulai setia, kembali bekerja menuliskan setiap apa yang aku ingin sampaikan. &lt;br /&gt;Sejatinya aku tak berhenti menulis, setiap hari, setiap minggu, bulan yang terlewati selalu ada tulisan. Meskipun hanya menulis dalam pikiran, mendeskripsikannya secara detail dengan harapan suatu waktu bisa menjadi narasi yang indah. Kadang naluri ini seperti kehilangan sensitivitas, tak lagi sarat makna, dan kurang peduli terhadap realitas kehidupan ini. Semuanya terenggut oleh keinginan yang kuat untuk bisa belajar Bahasa Inggris di pelosok Jawa. Tepatnya di Desa Tulung rejo, Kecamatan Pare, kabupaten Kediri . Setiap harinya kuhabiskan waktuku bergelut dengan bahasa orang bule ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku menamaninya perjuangan melawan kebodohan dalam berbahasa. Sejak dulu, keinginan untuk pintar dan menguasai lingua franca ini sangat besar. Tapi selalu saja tak terwujud. Hari-hari belajarku dimulai dari dari pukul 04.00 subuh, dilanjutkan dengan kelas pagi, siang, sore hingga kelas malam sampai jam 22.00 malam. Sebagai orang awam, rasanya kepala ini mau pecah dan tubuh ini selalu berontak minta istirahat. Namun, begitu banyak harapan yang kubawa ke kampung ini mengalahkan semuanya. Harapan untuk bisa menjadi cerdas dalam berbahasa Inggris dan bisa menularkan pada orang lain. Kuakui ini tak mudah namun harapan orang-orang yang mendukungku selama ini begitu besar. Malu rasanya ketika suatu saat aku kembali, bahasa ini tak mampu aku kuasai dan aplikasikan. Ingin juga sebenarnya pulang dan bisa masuk zona nyaman seperti teman-teman lain. Namun, itu tadi, serasa malu jika ilmu ini tak bermanfaat. Apalagi harapan orangtuaku, keluargaku dan teman-teman yang sangat besar padaku, suatu waktu menjadi orang yang bisa membangun peradaban. Begitu banyak hal yang mesti aku korbankan. Makanya sejak meninggalkan Makassar, semua aktivitas sehari-hari aku fokuskan memelajari bahasa ini, mulai dari vocabulary, listening, speaking, pronounciation,dan reading.&lt;br /&gt;Jelang November rasanya aku ingin memulai kembali mengabadikan diriku. Memotret setiap peristiwa dan menarasikannya dalam sebuah karya. Mengasah sensitivitas yang hampir hilang, mengikat makna, memerjuangkan kebebasan berfikir, mengabadikan setiap cerita, atau gambar dalam sebuah bahasa tulis. Mari merayakan keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mammiri, 30 oktober 2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6161477696378924874?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6161477696378924874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6161477696378924874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2010/10/merayakan-keabadian.html' title='MERAYAKAN KEABADIAN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-n25-LF9AzSU/Ts5024t3oEI/AAAAAAAAAOg/ogIepo7RE2M/s72-c/menulis-cerpen.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-2174371440808928266</id><published>2009-11-08T05:41:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T08:49:31.899-08:00</updated><title type='text'>Rindu Pulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-XnJjnNlYfD8/Ts51lLc1ESI/AAAAAAAAAOs/MRGcWAe7Euw/s1600/go_home_by_takunarrosid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XnJjnNlYfD8/Ts51lLc1ESI/AAAAAAAAAOs/MRGcWAe7Euw/s320/go_home_by_takunarrosid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678605461750092066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sudah lama&lt;br /&gt;Aku rindu Pulang&lt;br /&gt;aku mencintai Penciptaku, ragaku, mimpiku&lt;br /&gt;pulang, mungkin suatu ketika&lt;br /&gt;pare, Nop 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-2174371440808928266?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2174371440808928266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2174371440808928266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/11/rindu-pulang.html' title='Rindu Pulang'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XnJjnNlYfD8/Ts51lLc1ESI/AAAAAAAAAOs/MRGcWAe7Euw/s72-c/go_home_by_takunarrosid.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3651291868557811628</id><published>2009-06-16T11:05:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T08:52:21.334-08:00</updated><title type='text'>KEPEMIMPINAN DAN INDONESIA BARU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-z09INsvXhNY/Ts52OrjU69I/AAAAAAAAAO4/EBUAhHhR-eE/s1600/presiden-indonesia11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 236px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-z09INsvXhNY/Ts52OrjU69I/AAAAAAAAAO4/EBUAhHhR-eE/s320/presiden-indonesia11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678606174741916626" /&gt;&lt;/a&gt; Indonesia adalah negara yang berdaulat berdasarkan hasil proklamasi 1945. Menjadi negara merdeka dan bebas dari penjajahan asing adalah cita-cita luhur. Itulah yang mengilhami para pemimpin untuk memulai langkah baru menjadikan nusantara ini sebagai Indonesia. Kemerdekaan yang dirintis para Faunding Father bangsa ini merupakan sebuah langkan untuk membangun tatanan baru dalam keindonesiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sejarah mencatat bagaimana pola kepemimpinan para pendahulu kita untuk merintis terwujudnya sebuah indonesia. Lalu dengan keberanian para pemimpin itu kemudian berani meyatakan diri bebas dari belenggu penjajahan bangsa asing. Lihat saja Sukarno yang berani menolak masuknya neoliberialisme ke dalam bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sekadar mengingat kembali akibat lemahnya pemimpin, 350 tahun lamanya bangsa ini berada dalam kungkungan bangsa asing. Penjajahan kompeni dan pemerintah Belanda pada masa itu menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan kemerdekaannya, kemandirian, kedaulatan politik, hukum dan ekonomi. Pasalnya, kebutuhan akan pasar rempah-rempah dan hasil bumi di Eropa, menuntut pihak perusahaan multinasional Vereenigde Ost-Indische Compagnie (VOC) untuk menguasai dan menguras bangsa ini. Pertanyaan mendasar adalah mengapa sebuah perusahaan mampu menjajah Indonesia. Jawabnya karena saat itu tidak semua raja atau penguasa melakukan perlawanan terhadap kaum imprealisme tersebut. Akibat dari penjajahan tersebut, secara struktur mental anak bangsa mengalami keruntuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;       Memang kini Indonesia telah merdeka, namun permasalahan krisis kepemimpinan, kemiskinan, kesejahteraan rakyat, korupsi dan terbelakang dari bangsa lain menjadi catatan harian yang mengisi keseharian bangsa ini. Krisis kepemimpinan dan multidimensi yang berkepanjangan membuat jumlah rakyat miskin makin meningkat setiap tahun. Survey Bank Dunia menunjukkan penduduk miskin di Indonesia tetap di atas 100 juta orang atau 42,6% dari jumlah penduduk  236,4 juta jiwa pada tahun 2007. Ironisnya, pada kondisi bangsa yang terpuruk saat ini, pejabat pemerintah membodohi rakyat dengan kebijakan kerjasama dengan luar negeri. Namun, hakekatnya adalah hutang yang membuat pemerintah menganggarkan pada APBN dengan nilai paling besar.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bangsa ini adalah bangsa yang kaya. Sumber daya alam yang melimpah dengan keanekaragaman hayati nomor satu di dunia. Sumber daya hutan, tambang emas, batu bara, minyak, perikanan dan sebagainya. Bahkan, karena kekayaan alamnya, bangsa ini disebut sebagai megabiodiversity. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah tersebut  menarik minta asing untuk menanamkan modalnya. Indonesia kemudian menjadi surga emas pemodal asing. Maka beramai-ramailah pengusaha kelas dunia datang ke Indonesia. Lalu terjadilah perselingkuhan antara pengusaha dan penguasa. Landasan utamanya pun adalah kepentingan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Terlebih lagi, cengkraman globalisasi yang disokong oleh Internacional Monetary Found (IMF) ,World Trade Organization (WTO) dan World Bank membuat negara dunia ketiga, termasuk Indonesia tidak berkutik. Merekalah yang menetukan arah kebijakan, memberikan hutang yang dikemas dalam bentuk bantuan, lalu mengucilkan negara yang berani melawan. Ketiga lembaga internasional dalam menjalankan programnya  mengacu pada Konsensus Washington. Yang isinya mendukung perdagangan bebas, liberalisasi pasar modal, nilai tukar mengambang dan lain-lain. Pada intinya keberpihakan pada pasar dan kepentingan pemodal menjadi bagian penting dalam konsensus ini. Sampai 2009 ini utang sudah mencapai kurang lebih 1 trilyun. Artinya ini lebih besar dari prndapatan bangsa setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Korporasi asing pun berdatangan dan menanamkan investasi di Inodonesia. Kebijakan Presiden Soeharto saat Orde Baru  berkuasa membuka pintu bagi pemodal asing secara lebar. Mulailah sumber daya alam bangsa ini dikeruk dan dikuasai oleh pihak asing. Misalnya saja ladang minyak, perusahaan sebesar Caltex mampu menguasai 70 % produksi minyak di Indonesia. Lalu dengan regulasi yang baru, pemerintah hanya mendapat 10 % ladang minyak dikelola. Sisanya untuk pihak swasta. Begitu pula yang terjadi di Blok Natuna, gas alam pada lokasi itu dikuasai 100 % oleh Exxon. Lucunya  Indonesia hanya bisa gigit jari karena tidak mendapat apa-apa. Sementara itu, kontrak karya Freeport yang dimulai tahun 1971 baru akan berakhir tahun 2041. Saat itu pemerintah hanya mendapat royalty 1-3,5 %,  ditambah dengan pajak deviden. Jadi totalnya hanya 479 juta US$. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Freeport sendiri akan menerima 1,5 milyar US$. Penghasilan kotor dari emas 200.000 ons  atau sekitar Rp 1,6 triliun sehari, Rp 48 triliun/bulan, Rp  576 triliun pertahun selama 50 tahun ke depan, akan melayang. Lain halnya dengan persoalan ilegal logging, ilegal fishing dan ekspor pasir ke Singapura. Dari pasir saja, negara dirugikan Rp 59 trilyun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kehilangan tanah negeri mungkin akan terjadi pada rakyat bangsa ini. Pasalnya pemerintah begitu murahan menjual kekayaan alam bangsa ini. Tak hanya itu, akibat privatisasi BUMN, Satelit Palapa, BNI 46, Garuda dan berbagai PTPN telah menjadi milik korporast asing. Perselingkuhan antara penguasa dan pemodal yang rela mengorbankan nasib rakyat bukan lagi hal lumrah di negeri ini. Apalagi pemerintah melalui undang-undang no 25 tahun 2007 dan peraturan presiden nomor 77 tahun 2007 membuka peluang asing untuk berinvestasi di negeri ini melalui kepemilikan modal. Misalnya saja pihak asing diberi kebolehan memiliki modal 95 % pada bidang energi dan sumber daya alam, bidang usaha, pekerjaan umum, dan sektor pertanian &lt;br /&gt;Di saat kondisi bangsa yang sedang carut-marut seperti ini. Korupsi di gedung dewan masih merajalela.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      Anggota dewan yang seharusnya dipercaya mewakili rakyat dan mengaspirasikan suara kaum papah tak banyak berbuat. Sama halnya dengan penegak hukum, saat kemiskinan semakin meningkat, milyaran rupiah habis dikorupsi demi kepentingan pribadi dan memuluskan para pemodal asing masuk ke bangsa ini. Jadi kita tak perlu heran jika Indonesia termasuk salah satu negara terkorup di dunia.&lt;br /&gt;Persoalan Indonesian memang telah menjadi impian bangsa yang seutuhnya. Pasalnya penjajahan model bersenjata seperti zaman Belanda dulu kini tidak ada lagi. Melainkan lewat jerat kapitalisme global. Itulah yang mejadikan bangsa ini tak akan pernah merdeka. Lalu, apakah yang dibutuhkan oleh generasi bangsa untuk keluar dari penjajahan model baru tersebut. Keberanian, dan tidak menjadi budak – budak kekuasaan adalah salah satu jalan. Mungin  bangsa kita akan menjadi bagian dari negara seperti Kuba, Argentina, Venezuela, Malaysia dan Chile yang berani melawan kepentingan negara adidaya dalam mengintervensi bangsanya. &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      Hal ini penting, sebab masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda yang memiliki kepemimpinan tangguh, kritis, dan optimis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani Meretas jalan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dengan permasalahan yang segudang tersebut, bangsa ini kemudian memerlukan jalan baru (poros perubahan) dan meretas sesuatu yang masih membelenggu. Dalam artian bangsa ini memerlukan pemimpin yang mampu membawa Indonesia keluar dari krisis yang berkepanjangan. Terkait dengan hal itu ini adalah momentum yang tepat untuk menjalin komitmen bangsa ini akan keluar dari krisis. Sebab pemilu presiden yang sedang berlangsung saat ini menjadi tolak ukur masa depan bangsa. Setidaknya lima tahun ke depan arah kebijakan pemerintah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat buat bangsa.  Momentum pemilihan presiden kali ini cukup berharga, pasalnya tiga calon yang maju pada pilpres mengusung visi misi yang berbeda. Meskipun pada dasarnya mengklaim untuk kesejahterakan rakyat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Persoalan yang dihadapi bangsa ini seperti di atas menjadi semakin rumit dengan sikap para kandidiat calon presiden. Mereka lebih sibuk dengan mencari sensani dan saling sindir yang tak jelas juntrungannya. Sebenarnya rakyat tak berharap banyak dari janji-janji para calon. Sebab mereka juga belum tentu yakin akan janji tersebut akan ditepati. Namun keinginan untuk menjadikan indonesia negara yang betul-betul merdeka ada pada para calon presiden ini. Kita tahu Megawati-Prabowo datang dengan mengandalkan ekonomi kerakyatan dan membangun kesadaran rakyat melalui upaya menghapus UU BHP. Begitu juga dengan SBY-Budiono yang terus berupaya menghapus jejak atas isu antek neolib. Lalu ada juga Jusuf Kalla-Wiranto yang berupaya menarik simpati dengan isu kemandirian bangsa. Tidak menjadikan tangan di bawah melainkan tangan di atas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         Ketiga capres ini pada dasarnya setali tiga uang. Artinya apa, ada kesamaan yang tak bisa dipisahkan, yaitu sama-sama berjanji akan membawa indonesia ke jalan baru. Namun, mereka berada pada jalur yang berbeda. Pada siapa jalan baru tersebut kita percayakan. Hanya anda sendiri yang lebih tahu. Tapi yang pasti, untuk meretas jalan baru dan keluar dari belengggu bangsa kita butuh pemimpin yang berani. Hanya keberanian yang menjadikan seorang pemimpin ada. Setelah itu, mungkin kita baru merasakan indonesia baru yang seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismawan As&lt;br /&gt;Aktivis Kammi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3651291868557811628?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3651291868557811628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3651291868557811628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/06/kepemimpinan-dan-indonesia-baru.html' title='KEPEMIMPINAN DAN INDONESIA BARU'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-z09INsvXhNY/Ts52OrjU69I/AAAAAAAAAO4/EBUAhHhR-eE/s72-c/presiden-indonesia11.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1831351225867339075</id><published>2009-06-03T18:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T04:09:00.796-07:00</updated><title type='text'>EMAIL PRITA MEMBAWA SENGSARA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dua hari ini media dihebohkan oleh kasus penahanan &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/03/160717/1142159/10/prita-mulyasari-bebas-dari-penjara"&gt;Prita Mulyasari&lt;/a&gt;. Seorang korban yang dianggap melakukan &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/2362550/UU-ITE"&gt;pelanggaran UU ITE&lt;/a&gt;.  Kasus ibu dua anak ini sebenarnya hanya kasus biasa saja. Mengirim email, lalu diposting ke milis dan kemudian tersebar luas. Namun, ranah private yang masuk ke public tersebut membuat geram pihak rumah sakit yang merasa namanya tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah awal kasus itu dimulai. Meskipin kini Prita Mulyasari ditahan sejak 13 Mei 2009 di LP Wanita Tangerang, Banten dan harus menghadapi p&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sicn-qjR1NI/AAAAAAAAAMY/5UvmqQkII54/s1600-h/prita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sicn-qjR1NI/AAAAAAAAAMY/5UvmqQkII54/s320/prita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343283440426013906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ersidangan pidana telah bebas ( tahana kota). Dia dijerat Pasal 27 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah isi lengkap email Prita Mulyasari yang dimuat di surat pembaca detik pada Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB dengan judul RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1831351225867339075?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1831351225867339075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1831351225867339075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/06/email-prita-membawa-sengsara.html' title='EMAIL PRITA MEMBAWA SENGSARA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sicn-qjR1NI/AAAAAAAAAMY/5UvmqQkII54/s72-c/prita.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7605597899243740264</id><published>2009-06-01T08:17:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T08:49:03.256-07:00</updated><title type='text'>“Manohara”, Drama Heboh Dua Negara</title><content type='html'>KASUS MANOHARA – Berlarut-larutnya kasus Manohara menjadi drama yang tiada habisnya. Drama Manohara yang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SiP3WoU5BKI/AAAAAAAAAMA/n5Ft6C_qT9o/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 169px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SiP3WoU5BKI/AAAAAAAAAMA/n5Ft6C_qT9o/s320/images2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342385551145764002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SiP3WSijF7I/AAAAAAAAAL4/-N0VZ9yRuLk/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 138px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SiP3WSijF7I/AAAAAAAAAL4/-N0VZ9yRuLk/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342385545297467314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SiP3W_O9wUI/AAAAAAAAAMI/kE7WHp3mzms/s1600-h/images1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SiP3W_O9wUI/AAAAAAAAAMI/kE7WHp3mzms/s320/images1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342385557294924098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menghebohkan 2 negara itu ternyata telah membuat marah seluruh keluarga kerajaan Kelantan, Malaysia marah. Ibarat karena tinta setitik rusak susu sebelanga, seluruh keluarga kerajaan merasa tercoreng karena kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka marah, kecewa. Macam seluruh negeri Kelantan saja yang bersalah,” kata perwakilan dari pihak Kelantan, Dato’ Kadar Shah dalam jumpa pers di Hotel Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Dato’ berpendapat bahwa keluarga kerajaan harus turut tanggung jawab. Sebab dalam sebuah keluarga, jika satu anggotanya melakukan kelalaian anggota yang lain punya kewajiban mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi mereka juga harus bertanggung jawab. Seharusnya mereka ikut mengingatkan,” kata Dato’ yang sudah biasa berkunjung ke Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terdorong rasa ikut bertanggung jawab itulah dirinya selaku orang yang dekat dengan kerabat kerajaan menawarkan untuk ikut andil mencari solusi. Dia bersedia menjadi perantara antara kerajaan dengan keluarga Manohara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dato’, urusan dua keluarga ini sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Karena itu tidak patut rasanya jika sampai berlarut-larut dan membawa-bawa nama 2 negara yang saling berhubungan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya risau bahwa hal yang begitu kecil jadi bersifat internasional. Sebagai warga negara Malaysia saya tidak senang,” kata Dato’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dato’ juga menyesalkan sikap Tengku Fahry yang membiarkan orang luar turut andil sebagai jubir bagi kerajaan menyangkut masalah ini. Hal itu menurutnya justru memperkeruh suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelemahan Tengku adalah dia benarkan orang luar seperti Ihsan dan Sobri sebagai spokesman. Tapi kalau dia bilang ke saya, dia tidak membenarkan mereka. Tapi kalau mereka tidak dibenarkan, masa mereka berani banyak cakap dengan leluasa?” pungkas Dato’. (sho/anw/detikcom/rakyat demokrasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7605597899243740264?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7605597899243740264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7605597899243740264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/06/manohara-drama-heboh-dua-negara.html' title='“Manohara”, Drama Heboh Dua Negara'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SiP3WoU5BKI/AAAAAAAAAMA/n5Ft6C_qT9o/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7389811880931864489</id><published>2009-05-17T18:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T18:08:15.276-07:00</updated><title type='text'>nilai - nilai penelitian</title><content type='html'>0 5 10 15 20&lt;br /&gt;30,33333 29,33333 28,33333 27,66667 26,66667&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30,66667 31 31,66667 31,66667 32,33333 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7389811880931864489?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7389811880931864489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7389811880931864489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/05/nilai-nilai-penelitian.html' title='nilai - nilai penelitian'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-5777951483150803956</id><published>2009-05-12T14:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T15:26:55.377-07:00</updated><title type='text'>BERURUSAN DENGAN BIROKRASI 1</title><content type='html'>Berurusan dengan birokrasi adalah pekerjaan paling membosankan, setidaknya inilah yang aku rasakan untuk saat ini. Seringkali aku berhadapan dengan birokrasi, namun tak banyak perubahan. Ujung-ujungnya dipersulit agar setiap masyarakat merasa jengah dan membayar jadi solusi terakhir. Sebenarnya hal seperti itu mungkin hanya akal-akalan para birokrat agar warga ini susah. Jadi untuk membuatnya lebih muda, ya ujung-ujungnya mesti dibayar.&lt;br /&gt;Dua hari ini aku kembali berurusan dengan birokras. Tepatnya di sebuah kelurahan di Makassar. Ini terkait dengan penggantian nama kartu keluarga yang salah cetak. Nah, setelah sampai di kelurahan. Pegawai kelurahan memintaku menemui seorang perempuan tua (kira-kira 40 an). Dia ternyata adala pegawai yang mengurusi masalah kependudukan. Matanya sipit, makin kelihatan jika pegawai itu cukup rabun dilihat dari kacamatanya yang tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian aku cerita tentang keinginanku mengganti kartu keluarga yang salah cetak. Namun, pegawai itu tak banyak bereaksi. Ia lalu meminta kartu pbb. Kebetulan kartu yang ia minta tak ada. Disiniah ia mulai acuh tak acuh. Sepertinya ia mau mempersulit.&lt;br /&gt;Aku masih tetap bertahan untuk kartu ini diuruskan. Mungkin karena aku terlihat panik setelah ia minta surat pengantr dari rt, rw dan kelwngkapan lainnya. Maka ia minta dia saja yang urus. Ia mulai mengestimasi pengeluaran. Misalnya untu 2 kartu keluarga bayarannya Rp.30 ribu. Terus untuk keterangan pindah penduduk biayanya Rp 60 ribu untuk di kecamatan dan Rp.60 ribu di kantor catatan sipil. Aku memerhatikan pegawai ini cukup lihai dengan hitung-hitungan tersebut.&lt;br /&gt;“Jadi bagaimana, saya mo yang urus,” ujarnya. Karena aku berpikir memang ebih baik kalau dia yang urus maka aku iakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-5777951483150803956?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5777951483150803956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5777951483150803956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/05/berurusan-dengan-birokrasi-1.html' title='BERURUSAN DENGAN BIROKRASI 1'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7674417865711307051</id><published>2009-04-28T05:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T05:46:36.836-07:00</updated><title type='text'>ANTARA SKRIPSI, BLOGGER, DAN DOSEN</title><content type='html'>Pekan ini mungkin jadi pekan tersulit yang akan aku hadapi. Betapa tidak aktivitas ku menjalani profesi sebagai seorang blogge pemula begitu menyita waktu. Dan mungkin anda akan tahu sendiri, jika layar yang menghubungkan manusia dengan dunia maya itu sangat menggoda. Meminta setiap pemakai wifi untuk tinggal berlama-lama. Apakah itu hanya sekadar mengutak-atik facebook, friendster dan berbagai macam fitur yang disiapakan om google.&lt;br /&gt; Tadi siang, mengurusi skirpsi jadi prioritas, sekitar jam 10 an aku menuju fakultas menemui dosen. Seperti biasa, aktivitas sebagai mahasiswa yang sudah mau diselesaikan adalah mencari dosen dan meminta tandatangan, mengurus berkas dari loket ke loket, dari ruangan ke ruanga nlain, dari jurusan ke fakultas hingga rektrorat. Tanpa kami (mahasiswa akhir)sadari, kadang menjalani aktivitas di fakultas itu sama hanya dengan berjalan sampai beberapa kilometer. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Yang lebih parah, dalam waktu dekat, para penguji dan dosen pembimbing berencana keluar kota makassar. Dan hal itu tak bisa ditawar. Akhirnya kesibukan mengurusi berkas-berkas ujian menjadi dua kali lipat. Seorang kawanku samai bolak-balik fakultas rektorat. Itupun jika dilayani dengan baik. Sebab kadangkala semua pelayanan itu tergantung mood sang pegawai. “mengamuk saja di rektorat kalau dipersulit,” ujarku suatu waktu. &lt;br /&gt; Pekan depan ternyata pembimbing pertamaku juga akan berangkat ke bogor. Sebuah berita yang cukup membuat aku panik. Pasalnya keberangkatannya mendadak dan tanpa ada informasi sebelumnya. Rupanya tak hanya aku yang begitu. Ada bebrapa teman yang juga bermasalah. Sungguh ujian yang butuh kesabaran. Ada ketakutan, kira-kira siapa yang bisa membantuku saat ujian nanti. Petuah-petuahnya masih di dengar oleh dosen-dosen muda. Atau bisakah aku ujian tanpa bapak itu. Soalnya syarat untuk bisa ikut ujian adalah adanya pembimbing dan dosen hadir semua.&lt;br /&gt; Ujian, semog cepat berlalu...&lt;br /&gt;Blogger, 28april08&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7674417865711307051?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7674417865711307051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7674417865711307051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/antara-skripsi-blogger-dan-dosen.html' title='ANTARA SKRIPSI, BLOGGER, DAN DOSEN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1315147765077134891</id><published>2009-04-22T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T01:20:09.840-07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>Tentang hujan, kau mesti paham, pada suatu masa di waktu lampau. seorang pernah sangat khawatir akan dirimu saat hujan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1315147765077134891?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1315147765077134891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1315147765077134891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7736245992478748576</id><published>2009-04-21T09:54:00.003-07:00</published><updated>2009-04-21T09:59:18.430-07:00</updated><title type='text'>Pesan  Singkat Seorang Kawan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 9 malam tadi, aku sementara menyereput kopi di salah satu kedai kopi di Makassar. Tepanya di warung sederhana Pusat Muhammadiyah jalan perintis kemerdekaan. Tak lama berselang, tanpa aku sangka ada pesan singkat masuk ke ponsel ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ lama tak mendengar kabarmu, di belahan bumi mana sekarang berpijak. Serasa ada yang hilang, hehe”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam lama. Megamati dan berpikir jika sms ini mungkin salah. Tapi benar adanya dari seseorang yang jauh. Kawan ku sejak SMA 5 yang kini mengabdi pada daerahnya sebagai abdi negara (PNS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama aku mengamati, berfikir, dan menduga-duga...&lt;br /&gt;Aku ingin menulis banyak tentang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin di lain waktu. Banyak yang hal yang membuatku tak bisa menulis malam ini. mataku yang tak mampu lagi berdamai. Sementara besok pagi mesti menghadapi dosen untuk untuk melihat hasil asistensi pertama skripsiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah jam 1.00 dini hari, pesan kawanku tadi mengingatkan akan betapa kadang kita merasa terasing dalam keramaian. dalam kondisi seperti ini aku jadi ingat lagunya Dewa 19. " di dalam keramaian aku masih merasa sepi, .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah sudahlah, semuanya hanya permainan imajinasi, tak banyak yang bisa kita lakukan. kecuali memainkan imajinasi menghadapi realitas yang makin menjemukan. segalanya seperti diukur dengan materi. orang-orang makin kehilangan diri yang sesungguhnya. tak mampu menjadi bagian dari komunitas sosial. banyak yang tak mampu bertahan akan teraleniasi dari kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungin kawan ku ini mengalami aleniasi dari kehidupan. tak punya teman berbagi, apalagi kawan yang memahami jalannya. karena dunia materialis selalu diukur dengan angka-angka dan penuh kesibukan tak bermakna orang-orangya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan, life must go on&lt;br /&gt;hidup tak berhenti disini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7736245992478748576?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7736245992478748576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7736245992478748576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/pesan-singkat-seorang-kawan_2570.html' title='Pesan  Singkat Seorang Kawan'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6914467476732387645</id><published>2009-04-21T09:54:00.001-07:00</published><updated>2009-04-21T09:54:49.310-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tadi sekitar jam 9 malam, aku sementara menyereput kopi di salah satu kedai kopi di Makassar. Tepanya di warung sederhana Pusat Muhammadiyah jalan perintis kemerdekaan. Tak lama berselang, tanpa aku sangka ada pesan singkat masuk ke ponsel ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ lama tak mendengar kabarmu, di belahan bumi mana sekarang berpijak. Serasa ada yang hilang, hehe”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam lama. Megamati dan berpikir jika sms ini mungkin salah. Tapi benar adanya dari seseorang yang jauh. Kawan ku sejak SMA 5 yang kini mengabdi pada daerahnya sebagai abdi negara (PNS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama aku mengamati, berfikir, dan menduga-duga... &lt;br /&gt;Aku ingin menulis banyak tentang ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin di lain waktu. Banyak yang hal yang membuatku tak bisa menulis malam ini. mataku yang tak mampu lagi berdamai. Sementara besok pagi mesti menghadapi dosen untuk untuk melihat hasil asistensi pertama skripsiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah jam 1.00 dini hari, pesan kawanku tadi mengingatkan akan betapa kadang kita merasa terasing dalam keramaian. dalam kondisi seperti ini aku jadi ingat lagunya Dewa 19. " di dalam keramaian aku masih merasa sepi, .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah sudahlah, semuanya hanya permainan imajinasi, tak banyak yang bisa kita lakukan. kecuali memainkan imajinasi menghadapi realitas yang makin menjemukan. segalanya seperti diukur dengan materi. orang-orang makin kehilangan diri yang sesungguhnya. tak mampu menjadi bagian dari komunitas sosial. banyak yang tak mampu bertahan akan teraleniasi dari kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungin kawan ku ini mengalami aleniasi dari kehidupan. tak punya teman berbagi, apalagi kawan yang memahami jalannya. karena dunia materialis selalu diukur dengan angka-angka dan penuh kesibukan tak bermakna orang-orangya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan, life must go on&lt;br /&gt;hidup tak berhenti disini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6914467476732387645?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6914467476732387645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6914467476732387645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/tadi-sekitar-jam-9-malam-aku-sementara.html' title=''/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-718133889166993051</id><published>2009-04-17T18:10:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T18:15:38.699-07:00</updated><title type='text'>CATATAT PEMILU 2009</title><content type='html'>tulisan ini pernah dimuat di tribun timur &lt;a href="http://tribun-timur.com/read/artikel/22051"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perhelatan Pemilu yang dilaksanakan secara serentak di seluruh negeri Kamis(9/04)  lalu merupakan pesta demokrasi bangsa Indonesia untuk kesekian kali. Tercatat pemilu kali ini merupakan pesta yang kesepuluh. Idealnya dari tahun ke tahun pemilu menjadi bagian penting dalam mendorong terjadinya perubahan pada kualitas demokrasi, menciptakan pemerintahan yang kuat. Selain itu mampu memberikan harapan baru bagi 240 juta rakyat dan  memperbaiki catatan perjalanan bangsa ini.&lt;br /&gt;Pemilu untuk pertama kali dimulai pada masa Orde Baru, 1955 menjadi tonggak sejarah perjalanan demokrasi bangsa ini. Dalam kondisi yang tak menentu pesta demokrasi mampu berjalan dengan lancar. Sebagian pengamat menilai pemilu saat itu memiliki kualitas yang cukup bagus. Seluruh rakyat menyuarakan hak pilihnya. Meskipun pada akhirnya ternyata gagal menciptakan pemerintahan yang kuat akibat besarnya friksi yang terjadi di pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika masa orde baru berkuasa, pemilu mengalami masa paling surut. Demokrasi terus mengalami pengekangan oleh kelompok Golkarisme yang dipelopri oleh Soeharto. Saya masih ingat bagaimana di kampung saya dulu, setiap PNS wajib memilih partai beringin ini. Jika tidak maka akan dikucilkan dari pemerintahan atau dibuang ke pelosok paling jauh. Hal ini terus berlanjut selama puluhan tahun dan partai Golkar menjadi penguasa pada pemilu. &lt;br /&gt;Kran demokrasi mulai terbuka setelah terjadi reformasi 98. Pemilu yang digelar pertama kali setelah kejatuhan penguasa orde baru itu setidaknya membawa harapan. Namun, sekali lagi ternyata belum mampu menghasilkan pemerintahan yang kuat. Pemilu tak mampu membawa perubahan yang signifikan pada kualitas kebangsaan. Begitu pula pada pemilu 2004, meski telah berhasil melaksanakan pemilu dengan tingkat partisipasi masyarakat yang meningkat. Namun, tetap saja belum mampu mentransformasi kehidupan rakyat. &lt;br /&gt;Rakyat semakin miskin, lonjakan harga kebutuhan yang tidak stabil, konflik antar suku, agama, utang yang semakin meningkat dan korupsi yang merajalela di pemerintahan dan lembaga legislatif (DPR,DPRD).       &lt;br /&gt;  Berharap Pada Pemilu 2009&lt;br /&gt;Dalam kondisi negara yang tak stabil seperti itu, pemilu 2009 diharapkan mampu menjadi jalan keluar dari krisis kebangsaan. Setidaknya ada angin segar setelah pemilu berakhir.  Rakyat sebagai orang kecil yang merasakan penderitaan akibat krisis berkepanjangan berharap pemilu menjadi tonggak untuk memperbaiki kualitas hidup. Tentunya dengan ikut berpartisipasi mneyuarakan hak pilihnya. Sebab sebagian besar individu sudah memahami mana partai dan caleg yang mesti dipilih. Setelah itu mereka yang dipercaya rakyat mampu menunaikan janji-janji selama kampanye. &lt;br /&gt;Jangan sampai pesta demokrasi lima tahunan yang merupakan pesta rakyat ternyata hanya miliki sebagian kelompok saja. Lalu berubah jadi pestanya para politisi. Sementara rakyat hanya dijadikan pion yang dimanfaatkan suaranya. Setelah itu rakyat kemudian dilupakan.&lt;br /&gt;Sejak dimulai juli 2008 lalu, sosialisasi pemilu dengan beragam cara terus dilakukan partai-partai dan calegnya. Sebanyak  18.443 kursi pada lembaga legislatif diperebutkan oleh puluhan ribu caleg  yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. &lt;br /&gt;Mereka berkompetisi menuju gedung dewan. Kompetisi ini kemudian berubah menjadi  anarki politik, sebab para calon legislatif dalam berkampanye banyak yang melakukan pelanggaran. Money politik dan pembagian sembako yang diselipi nama caleg menjadi pelanggaran yang biasa. Masih jelas dalam ingatan kita ketika sebuah tv swasta menyiarkan seorang calon anggota legislatif dari PAN membagikan uang sepuluh ribuan saat kampanye di Buton beberapa waktu lalu. Apalagi caleg yang tertangkap KPK dengan sejumlah uang yang diduga hasil suap. Tindakan yang dilakukan calon wakil rakyat seperti ini tentu saja menciderai demokrasi dan tidak memiliki penghargaan pada nilai dan etika politik. Tentu saja, apa yang terjadi ini hanya satu contoh kecil. Namun ada sebuah keyakinan jika di wilayah lain, anarkisme para politisi yang tidak menghargai etika politik bisa saja terjadi dengan modus dan cara-cara yang beragam. &lt;br /&gt;  Kemenangan menuju kursi parlemen adalah prestise tersendiri bagi setiap orang.  Sebuah keniscayaan jika partai ataupun caleg terus berusaha memenangkan suara rakyat. Apakah dengan cara yang normatif atau melanggar etika politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-718133889166993051?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/718133889166993051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/catatat-pemilu-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/718133889166993051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/718133889166993051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/catatat-pemilu-2009.html' title='CATATAT PEMILU 2009'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3295813430945553989</id><published>2009-04-15T06:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T06:25:45.858-07:00</updated><title type='text'>PENDAR BINTANG, RIWAYATMU DULU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SeXgUzvkLZI/AAAAAAAAALw/tIl8jTA9iO8/s1600-h/an11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SeXgUzvkLZI/AAAAAAAAALw/tIl8jTA9iO8/s320/an11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324908782527196562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lama aku tak mengunjungi rumah satu ini &lt;a href="http://pendar-bintang.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;. Sudah hampir 2 tahun tak melakukan sesuatu padanya, tak ada postingan dan tak sekalipun mengunjunginya. Entah mengapa, tanpa sengaja, blog pertamaku ini aku temukan. Rasa-rasanya ada kerinduan pada rumah satu ini. Masih jelas teringat, meskipun meraba-raba bagaimana sulitnya dulu mencari orang yang mau mengajari membuat blog. Sama sulitnya mencari koneksi internet yang masih memanfaatkan jasa warnet. Dengan uang seadanya dan membiarkan perut jadi kosong gara-gara memulai belajar blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya di ruang tamu identitas waktu itu, nama pendar bintang langsung saja muncul. banyak nama yang ada di kepalaku saat itu. Namun yang terlintas dan sempat mengikat makna adalah nama pendarbintang ini. Mungkin juga karena saat itu ada kanda Muhari Wahyu Nurba yang mengutak-atik blognya yang diberi judul sekuntum doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kegilaan pada blog saat itu dimulai karena setiap orang dekat yang ada di kampus saat itu sudah lebih awal bergabung ke dunia maya tersebut. inilah yang membuat adrenalinku ingin sekali membuatnya juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, aku sangat menyukai blog milik k Ochan &lt;a href="http://halamanrawa.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;,wartawan Trans TV yang mengikat makna sehari-harinya dalam catatan kecil di blognya. Seingatku setiap kali membuka internet aku tak lupa mengunjungi blog itu. Aku sangat kagum dengan setiap tulisannya. Meskipun kadang-kadang tak memenuhi standar baku EYD.Lalu kemudian berpindah rumah ke tempat lain&lt;a href="http://halamanrawa.wordpress.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga blog yang selalu memberikan inspirasi dalam melangkah, milik senior identitas yang pernah ke Inggris. Dari blognya aku banyak mendapat pelajaran berharga&lt;a href="http://batangase.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tulisan-tulisan itu aku banyak mengambil hikmah. Termasuk menggerakkan hati untuk belajar blog juga. Meskipun sangat sederhana.Blog ku itu memberikan kesan yang cuku mendalam. Aku menulis tentang Unhas,Uang komite, dan perempuan impian, juga tak lupa foto bersama alumni sma 5 makassar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3295813430945553989?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3295813430945553989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/pendar-bintang-riwayatmu-dulu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3295813430945553989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3295813430945553989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/pendar-bintang-riwayatmu-dulu.html' title='PENDAR BINTANG, RIWAYATMU DULU'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SeXgUzvkLZI/AAAAAAAAALw/tIl8jTA9iO8/s72-c/an11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7677724348384553401</id><published>2009-04-15T05:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T05:42:49.820-07:00</updated><title type='text'>Sajak Tempo Dulu: Perempuan Impian</title><content type='html'>seperti angin aku datang lewat semilir udara malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membisikkan kata-kata yang mulai usang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melantunkan tembang dan syair para pandewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga kutemukan dirimu dalam labirin yang tak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tamalanrea, 241107 &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7677724348384553401?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/7677724348384553401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/sajak-tempo-perempuan-impian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7677724348384553401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7677724348384553401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/sajak-tempo-perempuan-impian.html' title='Sajak Tempo Dulu: Perempuan Impian'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-2429123661072895874</id><published>2009-04-10T05:34:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T05:40:41.576-07:00</updated><title type='text'>Korupsi Anggota Dewan dan Hilangnya Budaya Siri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sd8-HL1p6zI/AAAAAAAAALg/zKlPHpgVK5k/s1600-h/koruptor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sd8-HL1p6zI/AAAAAAAAALg/zKlPHpgVK5k/s320/koruptor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323041577733057330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. Namun, niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu. Politisi  asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK. Ia ditangkap KPK bersama Darmawati, pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif, meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang.&lt;br /&gt; Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan, politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia. Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal, mantan Ketua Komisi IV, Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api, Sumatra Selatan. &lt;br /&gt;Sebagai orang Sulsel, tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini. Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan.&lt;br /&gt;Fenomena Suap   &lt;br /&gt;Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang, penanganan kasus, pemekaran wilayah, kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah, pembahasan anggaran, pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi, studi banding ke luar negeri, persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta, atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public.  Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan.&lt;br /&gt;Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan, parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi. &lt;br /&gt;Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005-Juni 2007 (ICW).  Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1.437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial.   &lt;br /&gt;Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup.  Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-2429123661072895874?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/2429123661072895874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/korupsi-anggota-dewan-dan-hilangnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2429123661072895874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2429123661072895874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/korupsi-anggota-dewan-dan-hilangnya.html' title='Korupsi Anggota Dewan dan Hilangnya Budaya Siri'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sd8-HL1p6zI/AAAAAAAAALg/zKlPHpgVK5k/s72-c/koruptor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3460837976786461172</id><published>2009-04-06T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T22:55:53.816-07:00</updated><title type='text'>CALEG ANEH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVkxFRTI/AAAAAAAAALQ/9X7h1xKpTsw/s1600-h/att00307.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVkxFRTI/AAAAAAAAALQ/9X7h1xKpTsw/s320/att00307.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321823566059357490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVfseQII/AAAAAAAAALI/57FO2Y_GPeE/s1600-h/baliho15.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVfseQII/AAAAAAAAALI/57FO2Y_GPeE/s320/baliho15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321823564697845890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVGIg__I/AAAAAAAAAK4/3DZiTuWEd5w/s1600-h/att00292.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVGIg__I/AAAAAAAAAK4/3DZiTuWEd5w/s320/att00292.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321823557836144626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVkWTLfI/AAAAAAAAALY/Gu65M-hku8s/s1600-h/att00289.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVkWTLfI/AAAAAAAAALY/Gu65M-hku8s/s320/att00289.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321823565947022834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVX4YvRI/AAAAAAAAALA/2J6KhJmDvwM/s1600-h/att00283.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVX4YvRI/AAAAAAAAALA/2J6KhJmDvwM/s320/att00283.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321823562600332562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan kali ini memuat tentang para caleng yang memiliki baliho yang aneh. &lt;br /&gt;Mungkin karena terlalu merasa kreatif, atau rada-rada gila, dan mulai tidak yakin akan posisi mereka sebagai wakil rakyat sehingga kesannya hanya main-main. jadi pemilu kali ini hanya berfungis sebagai ajang unjuk gigi.Meskipun giginya ompong.&lt;br /&gt;Prilaku ini tak berhenti disini, sebab akan banyak orang gila setelah pemilihan nanti. kita tuggu saja, dan rumah sakit akan penuh dengan orang gila..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3460837976786461172?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3460837976786461172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/caleg-aneh.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3460837976786461172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3460837976786461172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/caleg-aneh.html' title='CALEG ANEH'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdrqVkxFRTI/AAAAAAAAALQ/9X7h1xKpTsw/s72-c/att00307.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-5159920689044308714</id><published>2009-04-03T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T18:54:19.823-07:00</updated><title type='text'>Cerita Tentang Hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sda9UEaLZkI/AAAAAAAAAKw/ZT-eTZAjDCY/s1600-h/HUJAN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sda9UEaLZkI/AAAAAAAAAKw/ZT-eTZAjDCY/s320/HUJAN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320648162263393858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hujan kemarin mengingatkan tentang peristiwa pada masa lampau. Begitu lekat dalam benak hingga membuat tatapanku jadi nanar jauh ke ujung horizon. Dari tempat ini kupandangi dan kuamati hujan yang enggan berhenti. Makin deras, ia membasahi kaca jendela.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan keriangan bulirnya berlomba-lomba jatuh ke bumi, mencari kisah baru untuk diceritakan pada semesta. Dari kaca jendela, aku mendengar keriangan dan sukmaku merasakan kegembiraan hujan.&lt;br /&gt;Hujan sore ini membuat bumi juga erasa bahagia. Pertemuan mereka sudah cukup lama tertunda. Akibat keangkuhan mentari.Titik-titik hujan selama ini hanya berputar di langit biru. Ada kerinduan yang begitu Dalam menyapa hatiku. Namun, semuanya hanya ada dalam kenangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-5159920689044308714?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/5159920689044308714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/cerita-tentang-hujan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5159920689044308714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5159920689044308714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/04/cerita-tentang-hujan.html' title='Cerita Tentang Hujan'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sda9UEaLZkI/AAAAAAAAAKw/ZT-eTZAjDCY/s72-c/HUJAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1983128625207665031</id><published>2009-03-31T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T08:41:40.163-07:00</updated><title type='text'>Celoteh Seorang Kawan Tentang Rumah</title><content type='html'>Lagi-lagi tentang rumah, membahas hal satu ini selalu saja membangkitkan semangat. Sebab, rumah bagiku adalah sebuah persinggahan. Kemudian secara futuristik ia adalah tujuan terakhir dalam kehidupan. Lalu kita bertanya? Rumah itu sebenarnya ada dimana. Bagaimana bentuk rumah kita. Aku menganggapnya sebagai rumah imajiner. Segalanya bisa dibentuk dari serpihan metafora-metafora yang menghiasa bahasa kita. Kemudian bisa juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari alam pemikiran setiap pemiliknya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi tidak mengherankan jika ada orang yang beranggapan bahwa rumahku adalah surgaku. Sebab hakikatnya rumah penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, cinta dan kasih sayang. Semuanya menjadi indah dengan segala keterbatasan ruang yang menjadi batas-batas empirisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa dengan rumah ibarat surga, sekali lagi ini sebuah perumpamaan yang sangat metaforik. Tidak menjadi persoalan, pasalnya hakikat surga, seperti yang diajarkan kepada kita sejak masih kanak-kanak hingga beranjak dewasa adalah sebuah ruang yang tak terbatas, apapun yang kita minta bisa terpenuhi, baik secara empiris, materialis dan imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah memang adalah surga, ketika rumah menjadi ruang yang damai bagi setiap pemiliknya. tidak terkecuali kaum papah yang tinggal di pinggiran kanal, kolong jembatan, atau gubuk reyot di suduk kota. Seorang penyair mengibaratkan berada pada gubuk derita. Ceritanya akan tetap indah jika syarat kedamaian terpenuhi.&lt;br /&gt;itulah filosofi rumah dengan segala kesederhanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam tadi, aku menerima pesan di sebuah jaringan sosial di internet. seorang kawan berceloteh tentang rumah.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; "Kelihatannya Lab dah jadi rumah ke dua nih. Atau malah yang pertama?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kawan ku ini mencoba menyentuh nilai dengan menyentuh persoalan "rumah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu ia melanjutkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"I wanna say "If tommorow never comes"&lt;br /&gt;sO....?Patuhilah SUARA HATI Anda dan Perhatikan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepertinya kawanku ini memintaku melibatkan intuisi dalam setiap langkah yang kutempuh. aku tahu, intuisi itu adalah suara hari, yang juga merupakan manifestasi dari ketuhanan. jadi dalam bayanganku ini secara tidak langsung menjadi bagian dari yag Esa. Sebab, suara hati adalah bagian dari asmaul husna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku jadi paham, rumah sesungguhnya di masa ini dan masa depan ada pada pemilik hati yang agung dan Esa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1983128625207665031?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1983128625207665031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/celoteh-seorang-kawan-tentang-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1983128625207665031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1983128625207665031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/celoteh-seorang-kawan-tentang-rumah.html' title='Celoteh Seorang Kawan Tentang Rumah'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3648342987682551722</id><published>2009-03-31T07:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T08:06:55.199-07:00</updated><title type='text'>Aksi Mahasiswa dalam potrer Jurnalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIxgMUDjQI/AAAAAAAAAKo/D2vBmAeECi0/s1600-h/IMG_9792.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIxgMUDjQI/AAAAAAAAAKo/D2vBmAeECi0/s320/IMG_9792.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319368539008896258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil beberapa bulan lalu, tepatnya 2008 kemarin oleh seorang kawan saya yang juga fotografer Seputar Indonesia, Maman Sukirman.   &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIvfdtTnTI/AAAAAAAAAKg/SPq_fugy6QQ/s1600-h/Mks-Peringatan+Harkitnas+2_Maman+Sukirman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIvfdtTnTI/AAAAAAAAAKg/SPq_fugy6QQ/s320/Mks-Peringatan+Harkitnas+2_Maman+Sukirman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319366327475084594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIve4ZNwFI/AAAAAAAAAKQ/8xEAiwjPnW4/s1600-h/IMG_9816.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIve4ZNwFI/AAAAAAAAAKQ/8xEAiwjPnW4/s320/IMG_9816.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319366317458702418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIveicp6II/AAAAAAAAAKI/uZRACWxwB8U/s1600-h/IMG_9805.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIveicp6II/AAAAAAAAAKI/uZRACWxwB8U/s320/IMG_9805.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319366311567550594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3648342987682551722?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3648342987682551722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/aksi-mahasiswa-dalam-potrer-jurnalis.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3648342987682551722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3648342987682551722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/aksi-mahasiswa-dalam-potrer-jurnalis.html' title='Aksi Mahasiswa dalam potrer Jurnalis'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SdIxgMUDjQI/AAAAAAAAAKo/D2vBmAeECi0/s72-c/IMG_9792.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-382582706891228897</id><published>2009-03-30T04:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T04:29:18.907-07:00</updated><title type='text'>Menggugah Hati Lewat Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>Berbagai cara dilakukan untuk menggerakkah hati masyarakat untuk lebih dekat dengan bidan. Salah satunya dengan ayat-ayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah persalinan’ta aman. Bila ditolong bidan, ibu selamat. Anak’ ta sehat sampai besar. Firman Allah  Qulhal yastawiladzina ya’lamuna walladzina ya’ lamun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pesan yang terpampang pada sebuah papan pengumuman di pinggiran jalan poros Kabupaten Bone –Kabupaten Wajo, tepatnya di Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe. Sederhana memang, tapi kekuatan tulisan yang terdapat di papan itu mampu menarik mata setiap warga yang lewat. Serasa ada yang kurang jika tak membaca pesan itu. Kemasannya sederhana, namun kekuatan isinya cukup menggugah setiap orang yang lewat. Apalagi ibu yang sementara hamil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian akan keselamatan ibu dan bayi menjadi titik perhatian dari pesan yang disampaikan para imam desa ini. Lihat saja pesan yang ditulis di Desa Laccori ”Ingin melahirkan dengan mudah. Periksa ke bidan. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya  dan merekalah orang-orang beruntung.( albaqarah: 5 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran para imam desa mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan bidan patut diacungi jempol. Pasalnya, sebagai orang yang dianggap  ’to matoa’ (orang yang dituakan), mereka berupaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak dengan pendekatan kultur religius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Ayat-ayat suci memang masih dijadikan sandaran masyarakat desa. Pasalnya, kultur sosial masyarakat desa yang religius menjadi faktor utama. Apalagi di kalangan suku bugis (Bone). Pengaruh ajaran islam yang masih kental mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakatnya. ”Kalau orang beriman, kepercayaannya semakin kuat jika dibarengi dengan ayat-ayat,” ujar H. Syamsu Alam, Imam Desa Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiatif Syamsu untuk menyampaikan pesan lewat media pengumuman itu merupakan upaya untuk menggugah hati warga desa agar lebih dekat dengan bidan. Tempatnya pun dipilih di pingggir jalan, supaya setiap orang yang lewat bisa membacanya tiap saat. Dengan berdirinya papan itu, berarti ada bukti yang terlihat. ”Jadi masyarakat bisa lihat sendiri, karena kalau dibicarakan, kadang ayatnya bisa meleset,” ungkapnya dengan tersenyum sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh ayat-ayat suci alqur’an dan hadis Nabi Muhammad SWA yang ditulis pada papan-papan pengumuman, apalagi memuat pesan kesehatan membuat kepercayaan masyarakat makin besar. ”Karena ada tertulis di papan, kita bisa lihat langsung dan memaknai setiap pesannya,” ujar Nurjannah (34 th). Warga desa Solo ini melihat setelah ada pesan-pesan dari puang imang, para ibu-ibu hamil di kampung bersatu itu mulai rajin  memeriksakan kandungannya. Apalagi di desa itu memang ada bidan yang bertugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiap desa yang menjadi wilayah cakupan program UNICEF, dapat kita temukan pesan-pesan yang tepasang di papan. Selain berisi pesan dari ayat alquran. Pesan berbahasa bugis juga tak dilupakan. Pasalnya sebagian masyarakat desa belum bisa berbahasa Indonesia. Jadi bahasa ’ibu’ yang dipakai. Makanya tak heran jika di setiap papan pengumuman terdapat huruf lontara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi ayat dan tulisan lontara ini tentunya membuat masyarakat makin percaya. Sejak saat itu, para ibu mulai rajin datang ke bidan untuk memeriksakan kehamilannya.  Apalagi pembawa pesan itu memang to matoa’ ta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-382582706891228897?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/382582706891228897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/menggugah-hati-lewat-ayat-ayat-cinta.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/382582706891228897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/382582706891228897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/menggugah-hati-lewat-ayat-ayat-cinta.html' title='Menggugah Hati Lewat Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8797553733101453792</id><published>2009-03-26T07:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T08:00:31.450-07:00</updated><title type='text'>KISAH PARA KORUPTOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/ScuYMxK9nqI/AAAAAAAAAKA/KwBMlB6UrwM/s1600-h/0303graf.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 284px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/ScuYMxK9nqI/AAAAAAAAAKA/KwBMlB6UrwM/s320/0303graf.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317511130166173346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/ScuYMnxHZxI/AAAAAAAAAJ4/gcjWZdBCVKs/s1600-h/87985.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 237px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/ScuYMnxHZxI/AAAAAAAAAJ4/gcjWZdBCVKs/s320/87985.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317511127641843474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita Tentang korupsi bukan hal yang biasa di negeri ini. Tapi korupsi yang melibatkan ‘orang-orang baik’ telah menjadi penyakit yang menggerogoti manusia dalam kehidupan sehari-hari. Korupsi sekali lagi mebutakan para pejabat, penguasa dan mereka yang berlabel orang baik. Bahkan di lingkup kampus (mahasiswa, birokrat) praktek haram ini biasa juga terjadi secara kecil-kecilan. Walau untuk mengungkapnya butuh investigasi yang mendalam.&lt;br /&gt;Berasal dari bahasa Latin corruptio, dari kata kerja corrumpere yang artinya  busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Transparency International  mendefenisikan korupsi sebagai perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Sedangkan koruptor adalah orang yang melakukan kegiatan itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;           Inilah yang terjadi pada beberapa wakil rakyat di DPR. Prilaku korupsi telah merajalela dan terjadi secara sistematis. Suap menyuap demi kelancaran proyek menjadi sesuatu yang dianggap lumrah/lazim dan tak melanggar norma dan pranata sosial. Jadi, mungkin ada benarnya jika seorang bupati/walikota ingin mendapat dana, mesti menyiapkan ‘mahar’ sebagai uang pelicin kepada oknum anggota dewan minimal Rp 500 juta. Sama halnya dengan seorang pengusaha yang ingin memegang proyek di suatu daerah, maka milyaran rupiah mesti disiapkan.&lt;br /&gt;Setelah anggarannya disetujui, maka tambahan fulus pun akan mangalir ke kantong-kantong para wakil rakyat tersebut. Aneh bin ajaib, mungkin ini yang disebut mencuri uang (rakyat) di rumah sendiri dan mereka (koruptor) dikenal sebagai tikus dalam karung.&lt;br /&gt;Akibat prilaku para koruptor tersebut membuat negeri ini terpuruk dan berada pada posisis buntut sebagai negara terkorup. Di Asia, Negeri ini bersama Bangladesh adalah negara terkorup. Parahnya lagi, dari semua kasus korupsi, lembaga legislatif (parlemen) menjadi institusi paling korup. Slank pun merilis lagu untuk menyinggung para wakil rakyat di gedung dewan tersebut. ”Mau tau gak mafia di Senayan? Kerjanya tukang buat peraturan. Bikin UUD, ujung-ujungnya duit.” Begitulah slank mengilustrasikan kerja para anggota dewan. Ironisnya, sebagian wakil rakyat yang merasa tersinggung inign menuntu grup musik tersebut. Namun tak lama setelah itu politisi senayan, Al Amin Nasution (PPP) tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat kasus suap. Seperti kotak pandora, kasus itu kemudian menjadi bola salju yang jadi pemicu terungkapnya kasus suap lainnya di parlemen.&lt;br /&gt;Walhasil, satu persatu para koruptor di DPR itu mulai ditangkap KPK. Hamka Yandhu (Partai Golkar), Anthoni Zeidra Abidin (Partai Golkar), Sarjan Tahir (Partai Demokrat), Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi). Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1.437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Akibat kasus ini, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif mengalami penurunan. &lt;br /&gt;Para wakil rakyat ini memang seperti serigala yang rakus, tak pernah jera dan belajar dari kasus yang menimpa rekan sejawatnya. Pembangkangan terhadap Tuhan kembali dilakukan oleh Abdul Hadi Jamal (PAN). politisi ini ditangkap KPK bersama sejumlah uang hasil suap di mobilnya. Pada kasus ini AHD cukup sial dan tak punya malu, pasalnya beberapa hari sebelumnya para pimpinan partai politik menadatangani deklarasi anti korupsi. Sungguh terlalu.&lt;br /&gt;Para koruptor selalu dikisahkan dalam setiap lakon sebagai orang baik. Namun dibalik itu mereka tak bisa berbuat benar, Sepandai-pandai menyimpan keburukan, suatu saat akan tercium juga. Lalu akhirnya mereka  mendekam di bui dan dikucilkan dari masyarakat. Sigmound Freud mengatakan bahwa korupsi terjadi karena faktor kepribadian. Dalam hal ini yang dimaksud adalah sifat rakus, berorientasi pada kenikmatan dengan menambah materi. &lt;br /&gt;Begitu juga dengan Abdul Rahman Ibnu Khaldun (1332-1406) yang mengungkapkan faktor utama korupsi adalah hawa nafsu untuk hidup mewah dalam kelompok yang memerintah. &lt;br /&gt;       Kebudayaan kita memang tak seperti di Jepang, masyarakatnya melakukan Harakiri apabila telah berbuat malu demgan menjadi koruptor. Begitu juga di Cina yang mengharuskan hukuman mati buat para pencuri uang rakyat. Tapi masyarakat Bugis-Makassar memiliki nilai siri na pacce  sebagai prinsip yang mengatur kehidupan. Apabila itu dilanggar, maka harga dirinya akan hilang. Ironisnya, koruptor mungkin telah melupakan nilai itu. Sebab mereka tak merasa malu atau berdosa jika mencuri uang rakyat. &lt;br /&gt;Seorang teman saya pernah berujar jika koruptor bisa dikategorikan politisi busuk. Penampilan mereka harum, tapi kemana-mana bawa sampah dan secara moralitas menghawatirkan. &lt;br /&gt;Ismawan As&lt;br /&gt;Mahasiswa Unhas 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8797553733101453792?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8797553733101453792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/kisah-para-koruptor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8797553733101453792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8797553733101453792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/kisah-para-koruptor.html' title='KISAH PARA KORUPTOR'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/ScuYMxK9nqI/AAAAAAAAAKA/KwBMlB6UrwM/s72-c/0303graf.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4964631626159251850</id><published>2009-03-15T08:04:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T08:28:19.888-07:00</updated><title type='text'>TENTANG TAIKO, NOVEL PEMBANGKIT SEMANGAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sb0ehJV9oDI/AAAAAAAAAJw/wyMwnOL2ah8/s1600-h/normal-samurai-1024.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sb0ehJV9oDI/AAAAAAAAAJw/wyMwnOL2ah8/s320/normal-samurai-1024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313436690159607858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan Pembuka:&lt;br /&gt;sudah lama saya tak membaca buku ini. Ada kerindua membaca ulang, namun Setelah dipinjam seorang teman, hal itu mungkin hanya akan jadi angan-angan saja sebab hingga kini belum juga dikembalikan. Membaca kisah Taiko butuh kesabaran, namun dahaga akan terpuaskan setelah selesai membacanya.Beberapa hari kemarin entah mengapa kisah Taiko kembali mengisi alam pikirku. Untuk sekadar mereview kembali, saya coba mencarinya di internet. walhasil saya mendapatkan secuil kisahnya. meskipun tak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu sangatlah menarik bagi saya karena berisi tentang sejarah Jepang pada dekade abad XVI. Dalam buku itu dikisahkan kehidupan samurai yang penuh dengan darah, intrik, pengabdian, perjuangan, taktik dan strategi di masa pergolakan politik di kekaisaran Jepang akibat lemahnya pemerintahan Shogun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar inti dari cerita buku TAIKO ini adalah pada masa itu munculah tiga tokoh yang memiliki cita-cita besar yaitu mempersatukan bangsa Jepang. Ke-tiga tokoh ini memiliki karakter yang berbeda-beda dan sangat unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nobunaga, seorang pimpinan samurai marga Oda, memiliki karakter ekstrem, penuh kharisma, tegas, brutal, dan gegabah. Ia dibesarkan di suatu propinsi kecil yang semula tak dipandang oleh marga-marga yang lain.  Ieyasu, pimpinan marga Tokugawa, masa kecilnya penuh kesengsaraan sebagai sandera dari marga lain, mempunyai karakter tenang, berhati-hati, bijaksana, penuh perhitungan, dewasa, dan berani di medan perang. Sedangkan tokoh yang ke-tiga adalah Hideyoshi, yang terlahir dari keluarga miskin, bapaknya seorang prajurit yang terluka sebelum membuat jasa yang besar, sehingga dia saat kecilnya tidak menikmati sama sekali pendidikan yang bagus, sehingga pola hidupnyapun sederhana, tetapi karena pergolakan hidup serta semangatnya-lah yang menjadi pengasah kecerdasan, disamping interaksinya dengan bermacam-macam oranglah yang menjadikannya berkepribadian kompleks. Nah, dari ke-tiga tokoh ini, Hideyoshi-lah yang kemudian menjadi Taiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya tulis di alenia sebelumnya, Hideyoshi merupakan anak ke-2 dari pasangan keluarga miskin. Sedari kecil ia bercita-cita menjadi seorang samurai, tetapi ibunya tak setuju karena bapaknya sendiri adalah seorang pengikut samurai yang telah cacat fisiknya sebelum berhasil melejitkan namanya di depan junjungannya.  Pada suatu saat sang bapak meninggal, sehingga ibunya terpaksa menikah lagi guna melanggengkan kehidupan keluarganya. Ternyata bapak tirinya berwatak keras, sehingga Hideyoshi-pun dipaksa untuk bekerja giat, mulai dari pembantu di kuil, pembantu di toko gerabah dan lain sebagainya. Tetapi karena bukan merupakan cita-cita maka Hideyoshi selalu dipulangkan lagi. Selama bekerja itulah dia belajar tentang watak, karakter dan psikologis seseorang.  Karena tiada lagi yang mau menerima dia bekerja, pada akhirnya Hideyoshi memutuskan untuk berdagang jarum jahit keliling. Tetapi semua itu tak disesali karena baginya tiada yang percuma dalam kehidupan ini. (Dia menerapkan sistem belajar sambil bekerja/ bekerja adalah belajar), tetapi dia tetap berpegang teguh pada cita-citanya, yaitu menjadi seorang samurai (setiap manusia harus memiliki cita-cita, impian dan harapan sebagai sasaran tujuan dalam kehidupannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi suatu perubahan besar dalam jalan hidupnya saat ia bertemu dengan Nobunaga. Nobunaga tertarik dengan semangat Hideyoshi dan akhirnya dipekerjakanlah dia di benteng Nobunaga. Kariernya cepat sekali menanjak, dimulai dari tukang pembawa sandal, kepala dapur, kepala kandang kuda, kepala pembangunan, komandan regu, sampai akhirnya menjadi menjadi seorang jenderal kepercayaan Nobunaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menarik dalam bekerja selain kecerdikannya adalah jiwa pengabdiannya. Saat memutuskan dirinya mengabdi kepada Nobunaga, maka segala pekerjaan yang diperintahkan oleh majikannya dikerjakan dengan sungguh-sungguh bersemangat tanpa mengeluh, meskipun dengan upah yang rendah (jika sudah memutuskan bekerja adalah suatu pengabdian maka harus mengerjakan dengan sungguh-sungguh walau dengan upah yang sedikit/ profesionalisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketekunannyalah yang menyebabkan ia dekat dengan majikannya maupun sesama pekerja yang lain serta kemampuannya untuk menempatkan diri dalam berkomunikasi menyebabkan ia disayangi oleh Nobunaga (betapa pentingnya pendekatan interpersonal dalam berinteraksi dengan orang lain). Ia tak tersinggung walau orang disekelilingnya menyebut dia si monyet, karena wajahnya mirip monyet. Tenyata ia mempunyai visi yang sama dengan Nobunaga yaitu mempersatukan bangsa Jepang (bagaimana suatu pemahaman akan kesamaan visi dan missi baik antara pimpinan dan anak buah sangatlah penting untuk mencapai tujuan organisasi). Hingga sampailah pada tujuannya yaitu menyatukan bangsa Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua perebutan wilayah dilaksanakan dengan cara perang berdarah, Hideyoshi lebih banyak mempergunakan pendekatan psikologis kepada para musuh maupun saingannya, sehingga bisa menjadi sekutu, karena baginya cara terbaik untuk menaklukkan musuh atau saingan adalah dengan memberikan pengertian tujuan invasinya, dikesampingkannya ego-nya dan diajaknya berbicara tentang keuntungan bersama jika mendukung Nobunaga, salah satunya adalah Ieyasu. (Dalam hal ini jelaslah untuk membentuk soliditas suatu organisasi dengan mengharapkan dukungan dari pihak lain, maka bukan hanya sekedar kekuatan tetapi dengan akal, serta dengan cara memberikan  keuntungan yang sepadan bagi mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada falsafah yang menarik dari ketiga tokoh diatas ini, yaitu bagaimana cara menyikapi suatu hal. Jika diajukan suatu pertanyaan kepada ketiga orang ini maka jawabannya akan berbeda. ” Bagaimana jika seekor burung tak mau berkicau?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Nobunaga : Bunuh saja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Ieyasu        : Tunggu sampai ia bisa berkicau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Hideyoshi  : Buat burung itu ingin berkicau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kata-kata ingin saya garis bawahi? Ya.... Hideyoshi dengan pendekatan interpesonal, memberikan kepercayaan yang besar, serta menanamkan tujuan dari apa yang dikerjakan telah merubah pemikiran para pengikutnya menjadi bersemangat berperan serta dalam mewujudkan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam bab–bab akhir cerita, Nobunaga telah dikhianati dan dibunuh oleh pengikutnya, karena dia tak mampu mengendalikan emosinya, dengan menghina anak buahnya didepan umum serta memperlakukannya berbeda dengan pengikut yang lain. (Seorang pemimpin harus besikap adil serta harus pula bisa menjaga martabat anak buahnya). Dengan kematian Nobunaga ini maka terjadilah perpecahan dikalangan pengikutnya yang lain. Maka demi menjalankan missi serta dalam rangka mewujudkan visi yang hampi selesai dari majikannya tersebut Hideyoshi menempuh segala cara agar dapat menyatukan kembali organisasi yang telah dibentuk dengan susah payah (yaitu demi mempertahankan kelanggengan organisasi perlu dipakai berbagai cara agar bisa kembali ke tujuan awal). Salah satu lawannya adalah bekas sekutunya sendiri yaitu Ieyasu yang sangat terkenal cerdik. Dalam menghadapi Ieasyu strategi yang dijalankan adalah dengan memperluas hak-hak dari marga Tokugawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan satu hal yang perlu dipuji darinya adalah saat dia harus memerangi anak angkat majikannya sendiri. Dia paham sekali bahwa anak majikannya tak memiliki kemampuan untuk memimpin, tetapi tidak dengan serta merta ia menyatakan itu. Barulah dengan penilaian yang obtyektif dari berbagai pihak, dinyatakan bahwa Hideyoshi-lah yang sebenarnya mampu memegang kendali pemerintahan menggantikan Nobunaga (kemampuan leadership).  Dalam adegan perdamaian dengan anak angkat Nobunaga ini, justru Hideyoshi yang melakukan sujud sebagai penghormatan kepada anak junjungannya itu, tetapi dengan halus pula dia mengajukan syarat-sayarat perdamaian yang justru akhirnya mengikat pengakuan anak angkat Nobunaga untuk terikat pada pemerintahannya. (Dalam melaksanakan kepemimpinan tidak diutamakan ego ataupun harga diri yang berlebihan, yang terpenting disini adalah bagaimana tujuan bisa tercapai / taktik dan strategi). Setelah Hideyoshi mampu mengikat kembali keutuhan persekutuannya maka dia menjalankan pemerintahan dengan bijaksana, dan mulai pada saat itulah ia bergelar Taiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam startegi dikenal adanya upaya bersekutu, tentang bagaimana cara yang efektif untuk menaklukkan musuh dalam ilmu manajemen modern adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bila lawan lebih kuat dan bersifat mengancam maka harus ditempuh startegi accomodation, tetapi bila lawan lebih kuat dan tidak bersifat mengancam maka dapat ditempuh strategi Concordance. Bila lawan lebih lemah dan bersifat mengancam makaharus ditempuh Confrontation, tetapi jika lawan lemah dan tidak bersifat ancaman, maka anda harus melakukan Leadership.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://thejargon.multiply.com/journal/item/153 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4964631626159251850?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4964631626159251850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/tentang-taiko-novel-pembangkit-semangat.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4964631626159251850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4964631626159251850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/tentang-taiko-novel-pembangkit-semangat.html' title='TENTANG TAIKO, NOVEL PEMBANGKIT SEMANGAT'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/Sb0ehJV9oDI/AAAAAAAAAJw/wyMwnOL2ah8/s72-c/normal-samurai-1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-2713081650869650384</id><published>2009-03-09T09:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T10:07:18.135-07:00</updated><title type='text'>PULANG (2)</title><content type='html'>Mungkin kita tidak akan tahu kapan kita bisa pulang. Karena pada dasarnya perjalanan yang kita lalu adalah rumah sesungguhnya. Dan lalgi-lagi akan kebingungan jika ada yang bertanya mau pulang kemana? .Ini cerita tentang penghargaan terhadap rumah dan kerinduan yang mendalam pada seluruh penghuninya. Beberapa hari yang lalu seorang teman mengirim sebuah pesan singkat yang isinya berupa pertanyaan. " sudah pulang ke rumah," jelasnya... &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku membalas pesan itu dengan jawaban yang masih ragu. "dalam waktu dekat aku akan pulang,".seja saat itu aku menghitung ada sebanyak tiga kali kawan ku itu bertanya tentang kapan aku pulang. Seperti biasa pula, aku mejawab jika pada dasarnya aku sudah pulang, rumahku adalah perjalananku. Dimana aku berhenti dan merebahkan tubuh, maka setiap tempat itu aku sebut sebagai 'rumah'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, aku memang merindukan rumah yang sesungguhnya. Maka bergegaslah aku pulang ke rumah di bilangan jalan latimojong. Setiap saat pulang ke rumah itu, aku bisa merasakan nikmatnya berbaring di kasur empuk, tidak seperti rumah ku yang lain. Sarapan tersedia tiap pagi, tentunya dengan menu yang lumayan membuat tubuhku tak mampu menghindar untuk mencicipinya. Aku disambut dengan senyuma seisi rumah. Satu saja pertanyaan yang muncul " kemana saja selama ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih belum menemukan kedamaian. Meskipun aku telah pulang...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-2713081650869650384?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/2713081650869650384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/pulang-2.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2713081650869650384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2713081650869650384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/pulang-2.html' title='PULANG (2)'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4900461426198788697</id><published>2009-03-04T07:56:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T08:19:19.308-08:00</updated><title type='text'>SEKUNTUM DOA</title><content type='html'>Entah mengapa kali aku ingin berdoa dengan sepenuh hati. hingga tak ada yang menjadi pemisah antara hatiku dengan Mu. Dengan bahasa yang tak mampu aku ucapkan. Hanya lewat tatapan mata yang tak berujung, gerak tubuh dan hati yang tak menentu. Aku tak mampu mengucapkan sekuntum doa seperti orang biasa selalu melafaskannya. Berusaha tersenyum dengan isyarat sederhana. Harap - harap cemas. &lt;br /&gt;Tuhan, ijinkan langitmu menahan segala air yang sepertinya esok hari mau jatuh. Ijinkan lautmu yang biasa ganas kembali tenang, seperti ketika Musa As menyeberangi laut Mu, ijinkan aku melewati samudra Mu..  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;semalam aku tak bisa tidur. Insomnia memintaku mengeja bait demi bait doa yang terlantun lewat hati yang beku. Doa yang penuh harap itu mulai mencairkan kebekuan yan terdalam. Masih selalu menunggu, semoga hari esok aku masih mampu mengulangi sekuntum doa. Dengan harap-harap cemas, dan perasaan tak menetu. Tuhan ijinkan aku memuliakan mu, dengan sedikit kata, dengan sebait syair, dengan irama kehidupan, dan nada surgaMu.Karena aku yakin, kami mahlukmu bukanlah siapa-siapa, dan Engkau Maha segalanya. &lt;br /&gt;Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuan Mu..Mohon dengarlah sekuntum doa yang tak beraturan ini, karena kami tak mampu berbuat tanpa Kehendak Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, ijinkan Aku memuliakan Mu dengan sepenuh Cinta..&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4900461426198788697?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4900461426198788697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/sekuntum-doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4900461426198788697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4900461426198788697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/sekuntum-doa.html' title='SEKUNTUM DOA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6995149416422610995</id><published>2009-03-01T18:36:00.001-08:00</published><updated>2009-03-01T18:43:33.996-08:00</updated><title type='text'>BIROKRASI LATAH</title><content type='html'>Dmana-mana yang namanya birokrasi selalu saja menyusahkan. Membuat orang yang tak berdaya secara ekonomi, social semakin terpinggirkan. Birokrasi yang berbelit-belit membuat rakyat miskin atau yang  tidak memahami secara pengetahuan akan merasakan buah  dari system. Sementara di satu sisi, pihak birokrat dengan enteng seenaknya saja  mengatur alur-alur birokrasi. Dalihnya karena yang diurus adalah keluarganya si ini, keluarganya bapak itu, atau keluarga saya. Maka dengan tanpa rasa bersalah, semuanya dimudahkan. Sedangkan ketika orang lain, wajahnya berubah jadi buram dan meminta inilah, itulah..pokoknya mempersulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal mereka (para birokrat) seharusnya paham jika mereka digaji setiap bulan untuk mengurusi rakyat, menjadi pelayan setiap orang yang datang dan berurusan dengan pemerintah. Tapi jabatan ataupun gelar yang didapatkan sebagian besar dijadikan sebagai “ alat kuasa” unduk menindas orang lain atau menjadi alat untuk membuat orang lain menghormatinya. Sadarlah para birokrat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang teman saya pernah memukul meja di kantor gubernur Sulawesi Selatan, waktu itu masih Amin Syam, saat itu petugas yang mengatur jadwal bertemu dengan gubernur cukup mempersulit. Selalu saja mengambil alasan jika gubernur tidak mau ditemui. Padahal surat untuk audiens sudah diterima. Karena alasan yang berbelit-belit teman saya memukul meja bapak itu, lalu digertak. Meskipun mukanya memerah kali tidak peduli. Yang pasti bapak itu telah diberi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, sejak berada di RSU enrekang, saya mengurus semua kelengkapan berkas pengobatan Bapak. Askes tua miliknya sudah tidak berlaku. Ternyata tahun berlakunya 1995. setelah konsultasi dengan perawat, akhirnya saya kemudia nemngurus di bagian Askes. Tapi apa yang saya dapatkan tidak berjalan mulus. Meski awalnya di benak saya sudah terpikir bahwa ‘pasti akan dipersulit’’. Rupanya dugaan itu benar. Setela hdiperiksa petugas itu minta kartu hilang dari polisi, surat sk yang asli, dll. Malahan bapak yang sedari tadi merokok tidak sedikutpun memberi perhatian. ” Minta saja sama keluarga untuk mengirim lewat fazmile,” ujarnya (ada-ada saja). Perkataan bapak itu langsung kusela hingga dia terdiam. “Mana ada fax dikampung pak, pikir juga”. Kepalaku langsung panas, saya mulai emosi dengan pelayanan saya anggap tidak benar ini. Lama saya berdiri di dalam ruangan itu. tapi sayA sadar jika bapak sakit dan berdebat tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Saya tak menunggu lama untuk pergi dari ruangan pelayanan Askes itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6995149416422610995?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6995149416422610995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/birokrasi-selalu-menyusahkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6995149416422610995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6995149416422610995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/03/birokrasi-selalu-menyusahkan.html' title='BIROKRASI LATAH'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1729390938056322604</id><published>2009-02-24T04:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T04:33:03.134-08:00</updated><title type='text'>PULANG (BAGIAN 1)</title><content type='html'>seperti hari-hari sebelumnya, hari ini aku pulang ke rumah dini hari lagi. Entah sudah menjadi kebiasaan atau penyakit para mahasiswa semester akhir yang selalu tak puas dengan apa yang diterima di kampus. Entahlah, biarlah waktu yang menjawabnya.&lt;br /&gt;Jalanan di sekitar kampus nampak lengang. Tak ada lagi aktivitas mahasiswa seperti kala siang hari. Bunyi binatang malam memekakan telingan. Temaram lampu jalan yang yang belakangan ini baru dipasang pihak rektorat memancarkan cahaya di sepanjang jalan. Warna orange yang berpendar membuat formasi yang cukup indah dipandang mata. Sunyi senyap menemani setiap pejalan yang lewat. Hanya angin malam yang serasa berbisik menuntun segera pulang. tapi tak sampai di situ....         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1729390938056322604?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1729390938056322604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/02/pulang-bagian-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1729390938056322604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1729390938056322604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/02/pulang-bagian-1.html' title='PULANG (BAGIAN 1)'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1223553082528771150</id><published>2009-01-27T02:01:00.001-08:00</published><updated>2009-01-27T02:01:37.698-08:00</updated><title type='text'>SENJA DI TAMALANREA</title><content type='html'>Suatu waktu seorang kawan pernah berkata jika senja di sekitar pondokan&lt;tamalanrea&gt; adalah salah satu senja yang terbaik. Banyak kenangan yg tersisa dari senja itu. Langit yg merah bercmpur dengan warna lain membentuk pelangi. Seolah olah menjadi tangga para pujangga menuju parahyangan.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;senja selalu menyisakan kisah yang menarik. Terkadang banyak yg termegap megap dengan siluet senja yg pesonanya membuai para anak muda kampus unhas. Tamalanrea hari ini cukup cerah. Matahari nampak seperti kuning telur. Aku ingin menikmati senja hari ini.cukup dengan segelas teh dan sebuah cerpen " jika kekasihmu seorang dokter"..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1223553082528771150?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1223553082528771150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/senja-di-tamalanrea.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1223553082528771150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1223553082528771150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/senja-di-tamalanrea.html' title='SENJA DI TAMALANREA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6779297860568638449</id><published>2009-01-22T08:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T08:14:23.891-08:00</updated><title type='text'>TRAGEDI KEMANUSIAAN DAN DUKA RAKYAT PALESTINA</title><content type='html'>tulisan ini pernah di muat di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tribun timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SXia6X_xPHI/AAAAAAAAAJk/XKuXx5ABFYo/s1600-h/solidaridad_con_palestina.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SXia6X_xPHI/AAAAAAAAAJk/XKuXx5ABFYo/s320/solidaridad_con_palestina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294151689638591602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun 2008 sebuah tragedi kemanusiaan kembali berulang. Perdamaian dan penghargaan terhadap hak asasi manusia kembali dirusak oleh prilaku Israel yang melakukan serangan besar-besaran terhadap Bangsa Palestina. Hal ini tentu saja membuat kedamaian dunia terancam. Apatah lagi  prilaku Israel itu dilakukan saat umat Kristiani merayakan hari Natal, sementara umat muslim bersiap memasuki tahun baru Hijriyah. Sebuah hal yang sangat ironis. Disaat pedamaian dunia dan penghargaan atas kesamaan hak dan nilai-nilai kehidupan mulai berkembang dengan baik. Peristiwa yang terjadi Sabtu (27/12) itu membuat hingga saat ini 1300 orang warga sipil, termasuk anak-anak dan polisi Palestina tewas. Selebihnya sekitar 3000 orang luka-luka akibat serangan tersebut. Jumlah itu masih akan terus bertambah jika serangan Israel terus dilakukan.Serangan yang dilakukan oleh Israel ke Jalur Gaza  dengan mengerahkan pesawat tempur jenis F 16, helicopter Apache dan tank membuat warga Palestina di Jalur Gaza makin tak berdaya. Apalagi setahun ini memang Jalur Gaza sudah diblokade oleh Israel. Apa yang dilakaukan Israel tersebut merupakan serangan terbesar sepanjang 10 tahun terakhir. Tak peduli dengan korban yang berjatuhan, tentara Israel terus melancarkan serangan ke Gaza. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, otoritas pemerintahan Israel menyebutkan dalam siaran persnnya tak akan berhenti dan akan terus melancarkan serangan ke kelompok Hamas yang berada di Jalur Gaza. Tentara Israel seakan menutup mata dengan adanya warga sipil yang jadi korban jiwa pada wilayah tersebut. Pada Minggu pagi, Israel menyerang dengan dengan target ke berbagai tempat termasuk sebuah masjid, stasiun televise, rumah-rumah pemukiman warga dan truk yang melintas di jalan raya.     &lt;br /&gt;Dalam sebuah jumpa pers, juru bicara Israel Evi Benanyahu mengatakan jika ini baru awal dan akan terus meningkatkan operasi militer ke Gaza. Pasalnya hal ini sudah menjadi keputusan dewan keamaan Israel. Adanya ‘restu’ negara yang jadi sekutunya membuat Israel mengambil langkah menyerang Palestina. Terutama Amerika Serikat dan megara-negara Eropa. Misalnya saja Amerika, yang pada dasarnya bersikap plin-plan. Di satu sisi menyalahkan Hamas atas serangan Israel ke Jalur Gaza. Bahkan pling parah menyebut Hamas sebagai teroris. Sementara di sisi lain, AS hanya meminta agar Israel menghindari jatuhnya korban dari pihak sipil. Namun, hal itu tidak ada dalam kamus peperangan. Setiap perang yang terjadi, korban paling banyak selalu berasal dari warga (rakyat). Iarael menjadikan orang tua hingga anak-anak dijadikan sasaran tembak yang empuk. Pasalnya sebagian besar rakyat Palestina hanya menggunakan senjata amatir ’’kelas teri’’ dan batu. Sementara, militer Israel dengan senjata yang lengkap. &lt;br /&gt;Sikap AS&lt;br /&gt;Sikap plin-plan As ini sebenarnya semakin menguatkan posisi akan dukungan AS terhadap Israel dalam hal melenyapkan negara Palestina secara perlahan-lahan. AS tidak pernah mengambil kebijakan yang berpihak pada Palestina, melainkan selalu berpihak pada Israel. Apa yang dilakukan AS merupakan agenda setting akan keberadaannya di timur tengah. Apa yan dilakukan As sebabrnya bukan lagi hal biasa. Selama ini AS selalu berada dibelakang Israel dan menyalahkan pihak Palestina jika terjadi kontak senjata. Bagi AS apa yang dilakukan Israel adalah sebuah pembelaan terhadap serangan kelompok Hamas. Dan jika dirunut sejak dahulu, setiap peristiwa kekerasan antara Israel dan Palestina. As selalu mengambil sikap pro terhadap Israel. Bahkan AS selama ini memberikan dukungan dan menutup mata terhadap ribuan warga sipil Palestina yang meninggal dan menderita akibat peperangan ini. Hamas yang sebenarnya berjuang untuk tetap bertahan di tanah airnya. Malah diusir dan dianggap teroris jika tentara israel melancarkan serangan. Sebuah tindakan yang burutal dan amat keji bagi bangsa sebesar AS. Lucunya lagi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas ikutan-ikutan AS menyalahkan Hamas sebagai biang keladi serangan Israel ke Jalur Gaza (eramuslim.com).    kepentingan As yang cukup besar di Timur Tengah membuat mereka tak mampu berbuat banyak jika Israel menyerang Palestina. Upaya untuk mengokohkan pengaruh dan dominasi imprealismenya membuat AS jadi buta melhat korban yang terus berjatuhan. Apalagi Iran sebagai kekuatan negara islam sangat membenci Israel. Dan AS tak ingin pengaruhnya di timur tengah lepas begitu saja dengan munculnya Iran sebagai kekuatan baru. Pada prinsipnya, AS mncegah munculnya negara yang akan mengancam kepentingannya di Timur tengah. Misalnya saja Iran dan Suriah. Tak hanya sekarang, keberpihakan AS dapat dilihat sejak dahulu. Konflik Israel dan Palestina sudah belangsung sejak dahulu dan belum berhenti hingga saat ini. Gencatan senjata selalu diakhiri dengan pertempuran dan penyerangan Israel ke Palestina.  Mungkin sudah terpatron dalam benak pemerintah AS jika perdamaian Timur Tengah hanya akan terjadi jika teroris yang menyebarkan kebencian dan rasa takut dilenyapkan.&lt;br /&gt;Intifadah jilid Tiga&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Israel terhadap warga Paletina ini merupakan sebuah upaya pehnghapusan etnis. Dalam siaran persnya, presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan jika hal ini adalah sebuah upaya pembantaian dan upaya menghapus Palestina dari peta dunia oleh Israel dan AS. Olehnya itu, sontan saja presiden negara para Mullah ini mengirim bantuan untuk warga Palestina yang mengalami luka-luka akibat serangan Israel. Perhatian Ahmadinejad ini merupakan sebuah tindakan melawan dominasi AS yang secara tak langsung mendukung Israel. Pernyataan pimpinana Hamas yang menyatakan jika saat ini merupakan sebuah langkah yang cukup baik untuk melakukan perlawanan. Mengambil langkah perlawanan adalah bagian dari kekecewaan Hamas terhadap sikap presiden Palestina yang lebih mendukung Israel. Intifada jilid tiga merupakan seruan untuk bersatunya seluruh rakyat Palestina untuk saling bahu-membahu melakukan perlawanan terhadap kebrutalan tentara Israel yang keras kepala.&lt;br /&gt;Reaksi Dunia&lt;br /&gt;Kebrutalan yang dilakukan Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza membuat sejumlah negara di dunia bereaksi keras. Inggris, Rusia, dan Prancis menyerukan agar Israel menghentikan serangannya ke Palestina. Bahkan mengutuk serangan tersebut sebab pada dasarnya akan menimbulkan penderitaan bagi rakyat Palestina. Namun, apa yang diserukan ditanggapi dingin oleh Israel. Malah petinggi Israel menyatakan bahwa hal ini sama dengan apa yang dilakukan AS saat memerangi Al Qaeda. Jadi tidak ada alasan untuk menghentikan serangan ke Jalur Gaza. Reaksi dan kecaman terus berdatangan. Demonstrasi terjadi di tiap negara.  Sementara itu Sementara dari dunia Arab, pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pertama kali melontarkan kecaman atas serangan brutal Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ia menyerukan dunia Arab mengambil sikap tegas terhadap Israel dan mendesak agar perbatasan-perbatasan di Gaza dibuka. Apa yang dilakukan Presiden Libya ini memberikan sedikt harapan. Jika  kepedulian negara Arab terhadap Palestina masih ada. Meski tak semua negara Arab mau bersuara. Sebab tekanan yang besar dari AS tak mampu membuat sebagian bangsa arab mengambil posisi mendukung Palestina. Ini juga menjadi ujian buat OKI dan dan PBB yang tak mampu berbuat nyata terhadap kebrutalan Israel ini. Suatu hal yang sangat ironis, saat lembaga perdamaian duni tak mampu berbuat apa-apa. Sementara korban dari warga sipil Palestina terus menglami peningkatan. Begitu juga dengan negara-negara islam yang tak bisa berbuat nyata atau menunjukkan sikap yang otonom terhadap kasus ini. Padahal di depan mata Israel membantai warga tak berdosa. Semestinya pemimpin islam bersatu dan menarik garis tegas mengutuk dan meminta Israel menghentikan serangannya. Sebab jika hal ini terus berlanjut, maka korban jiwa, luka-luka dan penderitaan warga Palestina tak akan pernah berakhir. &lt;br /&gt;Lalu dimana Indonesia memosisikan diri. Sebagai negara yang penganut agama islam paling besar di dunia, mestinya Indonesia mengambil langkah progresif agar Israel berhenti melakukan serangan ke Palestina. Misalnya saja dengan menjadi mediasi perdamaian kedua pihak. Jika tak bisa jalan itu dipenuhi, Indonesia mestinya menggalang kekuatan negara-negara islam agar bersatu, mengutuk dan mendesak Israel berhenti membantai warga Palestina.    &lt;br /&gt;Menunggu Sikap Obama&lt;br /&gt;Konflik antara Israel dan Palestina  saat ini menjadi ujian presiden baru AS, yaitu Barac Obama. Sebagai presiden yang terpilih dengan elektabilitas yang cukup tinggi, Obama hadir dengan harapan membawa pesan perdamaian dunia. Tidak sama dengan pendahulunya (Bush) yang selalu menyelesaikan dengan jalan agresi (kekerasan). Harapan akan perdamaian dunia tercurah pada pemimpin muda ini. Termasuk dalam menangani kasus pembantaian warga Palestina oleh tentara Israel. Namun sejauh ini belum ada langkah progresif yang dilakukan pemimpin baru AS tersebut. Sebagai warga dunia, kita masih menunggu apa kebijakan Obama yang sifatnya radikal hingga Israel berhenti menyerang Palestina. Setidaknya korban yang jatuh tidak terlalu banyak dan warga Palestina merasa aman tinggal di tanah kelahiran mereka sendiri. Hal ini sangat penting. Sebab saat ini momen pergantian tahun masehi, dan pmemasuki tahun baru Hijriyah bagi umat islam. Yang pada dasarnya semuanya membawa pesan kedamaian. Namun, jika hal itu tak terwujud, maka akhir tahun 2008 dan awal tahun baru islam ini menjadi duka bagi rakyat Palestina dan dunia Islam secara Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6779297860568638449?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6779297860568638449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/tragedi-kemanusiaan-dan-duka-rakyat.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6779297860568638449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6779297860568638449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/tragedi-kemanusiaan-dan-duka-rakyat.html' title='TRAGEDI KEMANUSIAAN DAN DUKA RAKYAT PALESTINA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SXia6X_xPHI/AAAAAAAAAJk/XKuXx5ABFYo/s72-c/solidaridad_con_palestina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3546576349220610950</id><published>2009-01-12T22:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T23:05:09.090-08:00</updated><title type='text'>BOIKOT PRODUK AMERIKA</title><content type='html'>Sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina yang diprakarsai Amerika Serikat-Israel. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWw7uLL6FSI/AAAAAAAAAI8/pgDTJpUgq78/s1600-h/boikot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWw7uLL6FSI/AAAAAAAAAI8/pgDTJpUgq78/s320/boikot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290669326716245282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka salah satu langkah yang nyata adalah tidak membeli, memboikot, produk negara tersebut. Sebab, hasil dari penjualan barang tersebut sebagian diserahkan ke Israel. Dan secara tidak langsung, kita turut berperan dalam menyumbang dana pada pembantaian masyarakat Palestina  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3546576349220610950?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3546576349220610950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/boikot-produk-amerika.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3546576349220610950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3546576349220610950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/boikot-produk-amerika.html' title='BOIKOT PRODUK AMERIKA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWw7uLL6FSI/AAAAAAAAAI8/pgDTJpUgq78/s72-c/boikot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-9159035052968012709</id><published>2009-01-07T07:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T16:53:33.480-08:00</updated><title type='text'>Israel Membasmi Generasi Palestina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaTjprStI/AAAAAAAAAIU/1XHEehmPTaw/s1600-h/child_victims.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 161px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaTjprStI/AAAAAAAAAIU/1XHEehmPTaw/s320/child_victims.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288591891962219218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaVH_4h5I/AAAAAAAAAI0/eHp98zN0xw8/s1600-h/1kids6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaVH_4h5I/AAAAAAAAAI0/eHp98zN0xw8/s320/1kids6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288591918898907026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaUPGkfTI/AAAAAAAAAIk/KwbKm3xc4tE/s1600-h/1kids10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaUPGkfTI/AAAAAAAAAIk/KwbKm3xc4tE/s320/1kids10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288591903626132786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang selalu menjadikan anak-anak sebagai korban. Apalagi sebuah pembantaian yang dilakukan bangsa yang tak beradab. dari beberapa perang yang terjadi, anak-anak selalu jadi korban. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaUehURGI/AAAAAAAAAIs/8Fa7ZFh9Pys/s1600-h/1kids2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaUehURGI/AAAAAAAAAIs/8Fa7ZFh9Pys/s320/1kids2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288591907764847714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaT4XUZWI/AAAAAAAAAIc/JMOmAyaRfkQ/s1600-h/1kids5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaT4XUZWI/AAAAAAAAAIc/JMOmAyaRfkQ/s320/1kids5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288591897522365794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal dunia, luka-luka dan mengalami trauma secara psikologis menjadi hal yang biasa ketika perang. misalnya saja saat ISreal menyerang Palestina dengan membabi-buta. Bom curah yang berpencar di udara kemudian nmeledak menghancurkan sudut-sudut kota Gaza. &lt;br /&gt;Warga Gaza terkepung dari setiap sudut. Tak ada jalan keluar kecuali melewati Mesir. Itupun melalui pemeriksaan yang ketat. jadilang bangsa palestina seperti berada dalam penjara. sepeti Guantanamo yang dikenal sebagai penjara yang sangat menakutkan. begitulah Palestina. Terkurung dalam sangkar, lalu di basmi dari udara dengan bom beracun, dari laut, dan dari darat. Dan ingat, disana banyak anak-anak Palestina yang tak bisa berkutik. Mereka hanya bersandar pada nasib apakah masih bisa bertahan hidup.         &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-9159035052968012709?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/9159035052968012709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/israel-membasmi-generasi-palestina.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/9159035052968012709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/9159035052968012709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/israel-membasmi-generasi-palestina.html' title='Israel Membasmi Generasi Palestina'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SWTaTjprStI/AAAAAAAAAIU/1XHEehmPTaw/s72-c/child_victims.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7822918345805424224</id><published>2009-01-05T06:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T06:23:02.576-08:00</updated><title type='text'>Israel Ingin Menghapus Negara Palestina</title><content type='html'>Dunia tak hanya diam menyaksikan kebiadaban Israel di bumi Gaza, Palestina; kita semua akan melihat bahwa Israel pada akhirnya hanya tengah menyulut api untuk membakar dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, pagi esok, dan setiap pagi, anak-anak muda di Jalur Gaza akan lebih kuat dan berani untuk melawan penjajahan di atas tanah mereka, walau hanya dengan batu, atau apalagi dengan roket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dedengkot Israel mati-matian meyakinkan diri mereka sendiri bahwa semakin keras mereka menghajar Palestina, maka akan semakin lemah lah rakyat Palestina. Namun mereka tidak menyadari, ketika semuanya usai, kebencian terhadap Israel semakin muntab, dan sejarah lama yang sudah berjalan akan terus menunggu mereka, tanpa direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur Gaza lebih kecil daripada Pulau Wight—sebuah pulau kecil yang terletak di laut selatan Inggris—tapi Gaza menampung 1.5 juta orang yang tak pernah bisa pindah dari sana. Mereka tumpang-tindih di sana, kelaparan, tanpa ada pekerjaan, dikelilingi tembok dan menara. Dari lantai atas menara mereka, kita akan bisa melihat perbatasan Gaza, Mediterania, dan kabel listrik Israel yang dipasang dengan keji. Jika bom meledak di Gaza, sudah dipastikan, tak ada tempat yang bisa digunakan untuk berlindung dan bersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tengah terjadi perang di sana. Pemerintahan Israel berkata, “Kami mundur dari Gaza pada tahun 2005, dan yang kami dapatkan adalah roket Qassam dan Hamas menghujani kota kami. 16 orang mati. Berapa banyak lagi kami harus berkorban?” Ini adalah sebuah narasi yang sangat naif, dan banyak pula menyimpan celah. Jika kita ingin memahami realitas dan menghentikan serbuah roket, kita perlu meloncat ke beberapa tahun di belakang dan melihat apa penyebab semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, pemerintahan Israel memang mundur dari Jalur Gaza tahun 2005—agar bisa lebih intensif mengontrol Tepi Barat. Dov Weisglass, penasihat senior Ariel Sharon, mengeluarkan pernyataan ambigu akan hal ini. “Penarikan dari Gaza hanya sementara. Penarikan ini akan menjadi indikasi bahwa tidak akan ada proses politik dengan Palestina. Negara Palestina sudah kami coret dari agenda kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kali pertama mendengar pernyataan ini, warga sipil Palestina sudah diliputi perasaan was-was, dan karena ditambah kelakuan buruk pemimpin Fatah yang korup, mereka pun akhirnya memilih Hamas. Itu adalah pemilu yang bebas dan demokratis,dan polling yang dilalukan oleh Universitas Maryland, mengatakan bahwa 72% warga Palestina menginginkan solusi untuk kedua pihak, dan hanya kurang dari 20% saja yang tidak sudi berbagi tanah Palestina dengan Yahudi. Dan dengan segala tekanan tersebut, Hamas sudah sangat bersabar terhadap Israel dan menawarkan gencatan senjata, dan akan membiarkan Israel jika saja Yahudi-Yahudi itu mau kembali lagi ke daerah perbatasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih menerima tawaran Hamas yang simpatik tersebut, Israel malah bereaksi dengan menurunkan tangan keji pada segenap penduduk sipil Palestina. Israel menutup semua akses ke Gaza. Penduduk Gaza hidup dengan sedikit makanan, bensin, dan obat-obatan, tapi sama sekali tak cukup untuk bertahan hidup. Weisglass menyebutnya sebagai “Gaza sedang berdiet.” Menurut Oxfam, sebuah LSM yang bekerja di bidang pengentasan kemiskinan dan memerangi ketidakadilan di tiga benua di dunia, selama satu bulan terakhir ini hanya 137 truk pengangkut makanan yang boleh memasuki Gaza. Untuk jumlah 1.5 juta orang, suplai makanan tersebut jauh dari cukup. PBB mengatakan bahwa kemiskinan mencapai level luar biasa tak terkirakan. Orang yang datang ke rumah sakit langsung ditolak oleh pihak rumah sakit, karena antara rumah sakit dan rumah tinggal sudah tidak ada beda fungsinya. Di jalanan, anak-anak kecil bertebaran kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agresi terhadap Gaza telah melahirkan sesuatu yang amoral. Hamas mulai menembakan roket al-Qossam dan “hanya” menewaskan 16 orang Israel, bandingkan dengan Israel yang sudah melenyapkan lebih dari 500 jiwa hanya dalam waktu seminggu. AS dan Negara-negara Barat menapikan hal ini. Mereka mengatakan bahwa sangat tidak mungkin bernegosiasi dengan Israel sementara Negara Yahudi itu tengah menembakan roket, tapi mereka meminta rakyat Palestina untuk diam saja, untuk melakukan kompromi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel sudah menolak gencatan senjata dan proses diplomatik dengan Hamas. Mengapa? Ini karena Israel ingin menghapus Palestina. Seorang penulis Yahudi mengatakan, “Jika kita menginginkan perdamaian sekarang, masalahnya bukan pada Hamas. Tapi pada Israel sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SA/JH-The Independent)eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7822918345805424224?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/7822918345805424224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/israel-ingin-menghapus-negara-palestina.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7822918345805424224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7822918345805424224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/israel-ingin-menghapus-negara-palestina.html' title='Israel Ingin Menghapus Negara Palestina'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6888686502118838241</id><published>2009-01-05T06:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T06:16:09.014-08:00</updated><title type='text'>Cuma Doa, Senjata Kami yang Tersisa</title><content type='html'>"Musik tahun baru kami adalah deru suara pesawat tempur Israel, kembang api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Israel," kata Raed Samir, seorang pemuda Gaza dengan nada sendu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran tahun baru di Jalur Gaza, di saat penduduk dunia bersuka ria merayakan tahun baru dengan hura-hura dan pesta kembang api. Dimana-mana disampaikan pesan tahun baru yang penuh harapan, tapi tidak bagi warga Gaza yang memulai tahun baru dengan penderitaan yang mungkin akan berlangsung lama akibat kebiadaban kaum Zionis Yahudi Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah ke luar, pesawat-pesawat tempur F-16 tersenyum padamu, misil-misil menari untukmu, zanana (suara gemuruh) bernyanyi untukmu," itulah bunyi sms yang diterima Fathi Tobal, juga warga Gaza dari seorang temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tobal dengan sinis berkata,"Sementara orang lain di seluruh dunia berpesta, kelihatannya pasukan udara Israel sedang berusaha memberikan kami kembang api."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dirasakan rakyat Palestina sekarang? Banyak diantara mereka yang merasa diabaikan dan dikhianati oleh masyarakat internasional. "Dunia seharusnya membuka mata, daripada menari-nari dan minum-minum, mereka seharusnya menghentikan sebuah holocaust yang sedang dialami rakyat Gaza. Dunia internasional seharusnya sudah menghentikan dan melindungi hak-hak kami dibawah penjajahan Israel," kata Asad Abu Sharekh, seorang profesor dan pengamat politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Gaza bernama Marwan, 40, mengatakan, di apartemennya yang cuma dua kamar kini ada 25 anggota keluarganya yang mengungsi untuk menghindar dari serangan udara Israel. "Orang tua, saudara perempuan, saudara lelaki saya terpaksa mengungsi karena khawatir dengan bombardir Israel di tempat tinggal mereka," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keluarga di Gaza kini mengungsi ke rumah kerabat atau ke gedung-gedung sekolah. Meski di tempat itu juga mereka tidak aman karena Israel tidak pandang bulu menjatuhkan bom-bomnya. Masjid-masjid pun menjadi target serangan pasukan Zionis biadab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti yang kalian lihat, pesawat-pesawat Israel menebarkan ketakutan dimana-mana. Saya berharap anak-anak muda di tempat lain, melakukan sesuatu sebagai bentuk solidaritasnya pada kami, anak-anak muda di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun baru, rakyat Palestina biasanya mengucapkan "Kul am wa antum bi khoir" (Semoga Anda selalu sehat dan selamat). Tapi tahun ini, warga Palestina di Gaza saling mengucapkan "Kul qasif wa antum bi khoir" (semoga Anda selamat setelah pengeboman). Sungguh Ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian warga Gaza yang bertahan di rumah-rumah mereka tidak berani keluar. Anak-anak tak lagi pergi sekolah, para lelaki tidak bisa bekerja bahkan salat pun kini di rumah saja, karena masjid-masjid banyak yang hancur. Para orang tua langsung meraih anak-anaknya, jika melihat mereka mendekat ke jendela atau membuka pintu untuk sekedar mengintip situasi di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Anas Al-Banna beserta isteri dan 10 anaknya kini cuma bisa berdiam diri di rumah kecil mereka di Gaza City. Selama enam hari ini mereka merasakan getaran dan suara dentuman yang memekakkan telinga akibat ledakan misil-misil Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kematian mengintai kami semua. Saya sendiri panik dan rasanya ingin berteriak, tapi tak bisa. Saya harus kuat demi anak-anak saya," kata seorang ibu sambil memeluk erat Sami, puteranya yang baru berusia tiga tahun dan tidak berhenti menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada jeritan ataupun air mata yang bisa menyelematkan kami. Berdoa. Doalah satu-satunya senjata kami yang tersisa," kata Abu al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam menjelang merupakan saat-saat yang menakutkan bagi keluarga al-Banna. Lina, 14, salah satu anak perempuan al-Banna, dari sudut tempat tidurnya cuma bisa berbisik bahwa ia sangat ketakutan saat malam tiba. Saudara lelakinya, Anas, juga masih ketakutan setelah beberap jam bombardir yang dilakukan Israel ke pemukiman mereka. Tubuhnya gemetar. "Saya tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Saya kehilangan semua rasa indera saya," kata Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak serangan Israel hari Sabtu kemarin, keluarga al-Banna memutuskan untuk tinggal dalam satu ruangan. Mereka memilih kamar yang tidak ada jendela di sudut yang paling jauh dari lantai dasar, tempat yang paling minimal dari resiko terkena bombardir Israel. Abu al-Banna juga menyiapkan peralatan pertolongan pertama. Meski demikian, mereka tetap tidak bisa memejamkan mata saat malam turun di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak menutup muka atau menutup telinga mereka jika menderngar deru pesawat tempur Israel. "Setiap menit, rasanya kami harus siap mengucapkan perpisahan satu sama lain. Kami tidak pernah tahu apakah kami akan selamat esok hari," kata mereka pasrah. (ln/iol) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6888686502118838241?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6888686502118838241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/uma-doa-senjata-kami-yang-tersisa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6888686502118838241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6888686502118838241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2009/01/uma-doa-senjata-kami-yang-tersisa.html' title='Cuma Doa, Senjata Kami yang Tersisa'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-969254523507436813</id><published>2008-12-28T22:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T22:14:10.969-08:00</updated><title type='text'>Menlu Israel: Korban Besar di Palestina Wajar</title><content type='html'>Menlu Israel Tzipi Livni melontarkan pernyataan yang tak berperikemanusiaan. Ia mengatakan bahwa jatuhnya ratusan korban di kalangan warga sipil Palestina akibat serangan brutal Israel adalah hal yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu malam, Israel kembali menggempur Gaza dan menghancurkan sebuah universitas di kota Gaza. Di Iran, Ahmadinejad menyatakan Israel telah melakukan kejahatan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini, jumlah warga Gaza yang gugur syahid sudah mencapai 300 orang. Markas Besar PBB di New York juga melaporkan bahwa sembilan staffnya tewas akibat serangan biadab Israel ke Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Israel menyatakan tidak akan mempedulikan tekanan dunia internasional dan masih akan melanjutkan pembantaiannya di Gaza dengan melancarkan serangan dari darat. Untuk itu, Israel sudah menyiagakan ribuan pasukannya termasuk ribuan pasukan cadangan dan tank-tank nya ke perbatasan Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer Israel mengklaim berhasil menghancurkan lebih dari 40 terowongan di perbatasan Gaza yang diyakini digunakan para pejuang Palestina untuk menyelundupkan senjata, bahan peledak bahkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perbatasan Gaza-Mesir hari Minggu kemarin, terdengar suara baku tembak. Laporan-laporan menyebutkan bahwa warga Gaza berusaha menerobos perbatasan agar bisa mengungsi ke wilayah Mesir untuk menghindari serangan udara Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan dari berbagai negara untuk warga Gaza mulai berdatangan. Sekitar 50 dokter asal Mesir dengan membawa obat-obatan sudah tiba di perbatasan Gaza, el-Arish. Dua pesawat dari negara Qatar juga sudah mendarat di tempat yang sama, dengan membawa 50 ton obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Arab Saudi, Raja Abdullah sudah menginstruksikan tiga pesawat berisi obat-obatan diterbangkan ke Jalur Gaza. Begitu pula Iran, sudah mengirimkan bantuan makanan yang akan disalurkan oleh Bulan Sabit Merah Mesir ke Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Livni: Perang Adalah Perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, Menlu Israel Tzipi Livni mengatakan jumlah korban yang besar di kalangan warga sipil Palestina adalah hal yang wajar sebagai akibat dari sebuah perang. Dalam wawancara dengan jaringan televisi Sky News hari Minggu melam, Livni meminta warga sipil yang tinggal di dekat basis-basis Hamas untuk segera menyingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perang adalah perang, korban bisa terjadi," kata Livni yang membantah bahwa pasukannya telah menghancurkan sekolah-sekolah, sebuah penjara dan sebuah masjid di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Livni menambahkan, serangan Israel yang tiba-tiba memang untuk mengejutkan Hamas dan menuding Hamas sebagai pihak yang selalu melanggar gencatan senjata padahal adalah sebaliknya, Israel lah yang kerap memprovokasi Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjahat Perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Iran, Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyatakan sudah saatnya komunitas internasional mengajukan laporan ke Pengadilan Internasional dan menyeret para pimpinan rezim Zionis ke Mahkamah Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kejahatan Israel harus ditindaklanjuti lewat jalur Interpol yang secara resmi harus memanggil tokoh-tokoh Israel yang bertanggung jawab atas serangan ke Jalur Gaza," tukas Ahmadinejad dalam rapat kabinet Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad menegaskan, para pejabat Israel yang berperan dalam pembantaian warga Gaza harus dinyatakan sebagai pembunuh dan penjahat perang. Ia mendesak agar pemanggilan terhadap penjahat-penjahat perang itu harus dilakukan minggu ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, PBB benar-benar mandul dan tak mampu menunjukkan kewibawaannya untuk menghentikan kekejaman Israel akibat veto yang dilakukan AS. Sikap mandul PBB dikecam keras oleh Ahmadienejad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka yang mengklaim pemelihara hak asasi manusia, ternyata cuma bisa diam dan malah mendukung kekejaman Zionis. Dewan Keamanan PBB bahkan tidak mengeluarkan satu resolusi pun terhadap Israel," tukasnya. (ln/aljz/prtv) eramuslim.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-969254523507436813?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/969254523507436813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/menlu-israel-korban-besar-di-palestina.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/969254523507436813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/969254523507436813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/menlu-israel-korban-besar-di-palestina.html' title='Menlu Israel: Korban Besar di Palestina Wajar'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7716455363813526716</id><published>2008-12-28T04:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T04:12:00.053-08:00</updated><title type='text'>DUKA DI  AKHIR TAHUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsE4KiRYI/AAAAAAAAAIE/dC0-RycQF-E/s1600-h/gaza(5).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsE4KiRYI/AAAAAAAAAIE/dC0-RycQF-E/s320/gaza(5).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284811518794417538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsE2uq2XI/AAAAAAAAAH8/tSk16RdyNcw/s1600-h/gaza3(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsE2uq2XI/AAAAAAAAAH8/tSk16RdyNcw/s320/gaza3(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284811518409103730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsESiEnlI/AAAAAAAAAHs/8n7eS2w2Ry8/s1600-h/_42937163_gaza203ap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 203px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsESiEnlI/AAAAAAAAAHs/8n7eS2w2Ry8/s320/_42937163_gaza203ap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284811508692590162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru Islam yang sebentar lagi digelar. Mestinya hari itu dijadikan sebagai hari yang penuh dengan kedamaian. Namun, Israel mengacaukan hari itu. Ancaman dan serangan membabi buta ditujukan pada rakyat Palestina, anak kecil, ibu-ibu yang tak berdosa dijadikan bangsa Israel sebagai bahan latihan menembak tentara zionos tersebut. Sungguh kejam.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsFGiKgWI/AAAAAAAAAIM/52hggND69XI/s1600-h/pic02(272).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsFGiKgWI/AAAAAAAAAIM/52hggND69XI/s320/pic02(272).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284811522651619682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;seperti kata Presiden Iran , Israel telah memasuku upaya menghapus etnis Palestina dari muka bumi. Padahal Palestina adalah bangsa yang lebih dahulu mendiami tempat itu. tetapi keangkuhan Isrel yang tiba-tiba mencaplok lokasi milik warga muslim. Jadilah mereka tergusur dari negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsEvX_89I/AAAAAAAAAH0/QZHxlE10bVE/s1600-h/gaza1(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsEvX_89I/AAAAAAAAAH0/QZHxlE10bVE/s320/gaza1(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284811516434969554" /&gt;&lt;/a&gt; Tiap kali kita dengar tentara Israel menembaki waega sipil dananak-anak yang tak berdosa. kemarin saja, sudah lebih 220 orang meninggal dunia akibat serangan israel tersebut. Belum lagi yang mengalami trauma akibat serangan tersebut. Sungguh biadab. Lalu apa yang kita lakukan, mari kita berjuang membebaskan Palestina dari Zionis Israel.         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7716455363813526716?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/7716455363813526716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/duka-di-akhir-tahun.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7716455363813526716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7716455363813526716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/duka-di-akhir-tahun.html' title='DUKA DI  AKHIR TAHUN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SVdsE4KiRYI/AAAAAAAAAIE/dC0-RycQF-E/s72-c/gaza(5).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-182788052245757159</id><published>2008-12-28T03:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T03:59:34.310-08:00</updated><title type='text'>Hamas Menyerukan Intifada Ketiga</title><content type='html'>Dua hari ini berita tentang Israel yang menyerang dan menghancurkan jalur Gaza (Palestina) terus menjadi sorotan. Dunia Internasional mengecam tindakan Israel ini. Sementara Amerika kembali bermuka dua. Awalnya mendukung Penyerangan israel tersebut, namun juga menyayangkan adanya korban jiwa. sebuah hal yang inkonsistensi. Dalam siaran Persnya Ahmadinejad menyerukan agar Palestina dibantu. presiden Iran itu mmengirmkan Kapal berisi tenaga medis dan obat-obatan (bulan Sabit Merah) ke tanah suci tersebut. itulah sekilas liputan yang aku saksikan di sebuah berita sore tadi. untuk lebih jelasnya, berita dibawah ini penting untuk dibaca.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebiadaban Israel makin menjadi-jadi, hari ini, rezim Zionis kembali mengerahkan pasukannya untuk membombardir Jalur Gaza. Sementara korban serangan brutal Israel sepanjang hari Sabtu kemarin mencapai 230 warga Palestina yang gugur syahid dan 800 orang lainnya luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel memulai kembali serangannya ke selatan Gaza pada Minggu pagi dengan target serangan ke berbagai tempat termasuk sebuah masjid, stasiun televisi dan sebuah truk bahan bakar yang sedang melaju di luar kota Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Radio Hamas melaporkan, sejumlah warga Gaza gugur syahid dan luka-luka, namun petugas medis di Gaza belum bisa memastikan berapa jumlah korban dalam serangan Israel hari kedua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sabtu siang Israel memulai serangannya ke Gaza dengan 30 kali serangan, dilanjutkan pada malam hari sebanyak 20 kali serangan, salah satunya serangan ke sebuah masjid di kawasan Rimal, Jalur Gaza dan ke stasiun televisi al-Aqsa. Karena gedung stasiun televisi itu hancur, TV al-Aqsa mengudara dengan menggunakan moil unit siaran luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah membantai lebih dari 200 warga sipil di Gaza, Menhan Israel Ehud Barak menyatakan Israel masih akan melanjutkan serangannya ke Gaza dan kemungkinan akan melakukan serangan yang lebih hebat lewat darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami siap melakukan apa saja. Kami merasa penting untuk mengerahkan pula pasukan darat untuk melindungi warga kami," kata Barak. Untuk itu, menurut laporan tv-tv Israel, pasukan darat Zionis sudah disiagakan di perbatasan Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barak menolak seruan dunia internasional untuk melakukan gencatan senjata. Ia mengatakan, meminta Israel untuk kembali melakukan gencatan senjata dengan Hamas, sama seperti meminta AS untuk melakukan gencatan senjata dengan al-Qaeda. "Kami tidak bisa menerimanya," tukas Barak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Hamas di Gaza, Ismail Haniyah menyebut agresi Israel ke Gaza sebagai "pembantaian terburuk". Haniyah menyerukan agar seluruh rakyat Palestina bersatu dan bahu membahu melawan kejahatan Israel. Sementara, Kepala Biro Politik Hamas yang saat ini dalam pengasingan di Suriah, Khalid Mishaal dalam wawancara dengan Al-Jazeera menyerukan gerakan Intifada ketiga untuk melawan kebrutalan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlawanan akan terus berlanjut lewat misi-misi bunuh diri," kata Mishaal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi di Gaza membara. Untuk membalas serangan brutal Israel, pejuang-pejuang Palestina di Gaza menembakkan sekitar 50 roketnya ke wilayah Israel pada Sabtu kemarin. Hamas mengancam akan menembakkan ratusan roketnya sebagai respon atas serangan brutal Israel. (ln/prtv/aljz) (http://eramuslim.com/berita/palestina)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-182788052245757159?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/182788052245757159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/hamas-menyerukan-intifada-ketiga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/182788052245757159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/182788052245757159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/hamas-menyerukan-intifada-ketiga.html' title='Hamas Menyerukan Intifada Ketiga'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8613075784840102656</id><published>2008-12-27T19:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T20:01:01.794-08:00</updated><title type='text'>Dunia Kutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza</title><content type='html'>Sejumlah negara langsung bereaksi melihat serangan brutal rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza. Uni Eropa, Rusia Perancis mendesak Israel untuk menghentikan serangannya. Inggris menyatakan keprihatinannya, sedangkan AS meminta Israel agar menghindari jatuhnya korban di kalangan warga sipil di Gaza.&lt;br /&gt;"Rusia meyakini, pentingnya menghentikan segera serangan luas ke Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan bagi rakyat Palestina," kata Menlu Rusia dalam pernyataannya hari Sabtu (27/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy mendesak Israel untuk menghentikan pengerahan pesawat-pesawat tempurnya yang telah membombardir markas-markas Hamas dan kantor-kantor polisi di Gaza. Meski demikian, Sarkozy dalam pernyataannya terkesan menyalahkan Hamas sebagai biang keladi atas serangan Israel ini.&lt;br /&gt;"Presiden Prancis mengungkapkan keprihatinan yang dalam atas eskalasi kekerasan di selatan Israel dan di Jalur Gaza. Ia mengutuk keras provokasi yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan situasi ini terjadi dan penggunaan kekerasan yang berlebihan," demikian pernyataan yang dirilis kantor Sarkozy.&lt;br /&gt;Sementara dari dunia Arab, pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pertama kali melontarkan kecaman atas serangan brutal Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ia menyerukan dunia Arab mengambil sikap tegas terhadap Israel dan mendesak agar perbatasan-perbatasan di Gaza dibuka.&lt;br /&gt;Sementara itu, helikopter-helikopter Israel masih melayang-layang diatas wilayah Gaza setelah membantai lebih dari 180 warga Gaza. Dipekirakan jumlah warga Gaza yang gugur syahid akan bertambah karena masih ada ratusan orang yang mengalami luka-luka berat dan ringan.&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, militer Israel menyatakan masih akan melakukan operasi militer lagi ke Gaza dan kemungkinan serangan yang akan dilakukan lebih besar dari serangan hari ini. Israel menargetkan serangannya ke utara dan selatan Gaza, terutama kota Khan Younis dan Rafah yang diklaim sebagai basis utama Hamas.&lt;br /&gt;BBC melaporkan, rumah-rumah sakit di Gaza penuh dengan para korban. Padahal rumah-rumah sakit itu tidak memiliki banyak persediaan obat-obatan akibat blokade Israel ke Jalur Gaza. Sedangkan masjid-masjid di Gaza melalui pengeras suara menghimbau warga Gaza yang selamat untuk mendonorkan darahnya guna membantu para korban luka.&lt;br /&gt;Duka Gaza adalah duka bagi umat Islam sedunia. Menjelang tahun baru umat Islam, saudara-saudara kita dizalimi oleh rezim ilegal Zionis Israel. Selayaknya kita memanjatkan doa buat warga Gaza dan merenungkan kembali seberapa jauh kita mengingat penderitaan saudara seiman kita di Jalur Gaza. (ln/iol/prtv/aljazeera, www.eramuslim.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8613075784840102656?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8613075784840102656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/dunia-kutuk-serangan-israel-ke-jalur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8613075784840102656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8613075784840102656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/dunia-kutuk-serangan-israel-ke-jalur.html' title='Dunia Kutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8524530329543153629</id><published>2008-12-27T19:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T19:57:44.990-08:00</updated><title type='text'>Serangan Brutal Israel ke Gaza, Ratusan Warga Palestina Syahid dan Luka-Luka</title><content type='html'>Menjelang tahun baru Islam, umat Islam berduka. Rezim Zionis Israel hari ini, Sabtu (27/12) melakukan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza. Rezim penjajah itu mengerahkan pesawat-pesawat tempur jenis F-16 dan helikopter-helikopter Apache-nya dan membantai warga Gaza yang sudah tak berdaya setelah selama setahun lebih diblokade oleh Israel.&lt;br /&gt;Laporan Press TV menyebutkan, akibat serangan brutal itu, dalam waktu singkat 180 warga Palestina di Gaza gugur syahid dan 800 orang lainnya luka-luka. Cuplikan tayangan televisi memperlihatkan jenazah para korban yang terdiri dari anak-anak, laki-laki dan perempuan bergelimpangan di jalan-jalan Gaza. Radio Hamas melaporkan, diantara korban yang gugur adalah kepala polisi Gaza, Tawfiq Jabber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat-pesawat tempur dan helikopter Israel sedikitnya melakukan serangan sebanyak 30 kali secara simultan dengan target sekitar 30 tempat di kota Gaza, yang diklaim Israel sebagai basis Hamas. Selain serangan udara, tank-tank Israel juga mendekati wilayah Jalur Gaza.&lt;br /&gt;Tak peduli rakyat Palestina menjadi korban, otoritas Zionis Israel menyatakan akan terus melakukan serangan Gaza. Juru bicara militer Israel Avi Benayahu mengatakan bahwa serangan hari ini baru awal dari operasi militer ke Gaza, yang merupakan keputusan dari para menteri pertahanan dan keamanan Israel.&lt;br /&gt;"Serangan akan dilakukan beberapa waktu. Kami tidak menentukan sampai kapan serangan ini akan dilancarkan dan kami bertindak berdasarkan situasi di lapangan," kata Avi.&lt;br /&gt;Serangan Zionis Israel sempat membuat panik warga Gaza yang menolak menarik dukungan mereka terhadap Hamas. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert meminta agar warga Gaza untuk menghentikan tembakan-tembakan mortir Hamas ke wilayah Israel.&lt;br /&gt;Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan, Israel melakukan serangan ke Jalur Gaza setelah mendapat restu dari negara-negara sekutunya. Seminggu yang lalu, Israel memang menyatakan akan meminta dukungan internasional agar bisa menyerang Gaza. Israel juga menegaskan akan melakukan berbagai upaya untuk menumbangkan Hamas di Jalur Gaza. Tapi kenyataannya, serangan Israel menyebabkan banyak warga Gaza tak berdosa yang menjadi korban.&lt;br /&gt;Barhoum menyebut serangan itu sebagai pembantaian bukan hanya terhadap anggota Hamas tapi juga terhadap rakyat Palestina. Ia menyesalkan sikap negara-negara Arab yang selama ini buta dan tuli atas penindasan Israel terhadap warga Gaza.&lt;br /&gt;"Serangan ini terjadi karena negara-negara Arab bersikap diam dan karena Israel mendapat lampu hijau dari AS dan Eropa," tukas Barhoum.&lt;br /&gt;Ia menegaskan bahwa Hamas akan membalas serangan Israel ini. "Serangan ini tidak akan melemahkan atau menumbangkan pemerintahan Hamas di Gaza. Semua opsi terbuka untuk merespon serangan ini," tandas Barhoum.&lt;br /&gt;Hal serupa ditegaskan salah satu pemimpin Hamas, Mousa Abu Marzouz. Ia mengatakan, Israel mengarahkan serangannya ke pos-pos polisi dan kantor-kantor di Gaza. Ia menyerukan dunia internasional untuk mengecam serangan Israel.&lt;br /&gt;"Tak seorang pun di dunia ini yang bisa membenarkan agresi Israel ke Gaza. Pasukan Hamas akan membalasnya, pasukan Hamas akan membela rakyat Palestina," tukas Marzouz.&lt;br /&gt;Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Tepi Barat menyatakan mengutuk agresi Israel ke Jalur Gaza. (ln/berbagai sumber. www.eramuslim.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8524530329543153629?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8524530329543153629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/serangan-brutal-israel-ke-gaza-ratusan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8524530329543153629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8524530329543153629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/serangan-brutal-israel-ke-gaza-ratusan.html' title='Serangan Brutal Israel ke Gaza, Ratusan Warga Palestina Syahid dan Luka-Luka'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4547151562714018864</id><published>2008-12-25T09:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T09:38:53.089-08:00</updated><title type='text'>TERIMA KASIH (BAGIAN II)</title><content type='html'>Pengirim sms itu ternyata anak Unhas juga. Meskipun masih satu kampus, namun beda fakultas.Aku tak pernah bertemu dengan sang pengirim pesan singkat tersebut. Mengenalnya pun hanya sekadar nama. Sementara melihat wujudnya juga baru dua kali. Itu pun sekilas. “Pesan ini mungkin salah kirim, mungkin saja sms nyasar,” gumamku. Lalu, pesan tadi kukirim kembali dan kutambahi kata "maaf", mungkin salah kirim. Tak lama kemudian, ponsel itu kembali berdering, sebuah pesan masuk “ Gak salah kok. Sudah benar, ini nomornya ismawan kan,? Aku terdiam, perasaan bingung datang menghampiri. “Betul, kok mengucapkan terima kasih, saya merasa belum pernah berbuat kebaikan, tak pantas diberi ucapan terima kasih,salah kirim mungkin,” sms balasan terkirim. Tak lama kemudian, Ia menjawab lagi dengan pesan yang membuatku memandangi satu persatu kata yang menyusun kalimat tersebut. ” Terkadang memang orang tak merasa berbuat kebaikan, tapi ternyata ‘iya’ meskipun tak secara langsung,”. Pesan terakhir ini berkali-kali kubaca. Sarat makna dan cukup membuat galau perasaanku. Betapa mirisnya aku mencari kebaikan yang telah diperbuat. Mungkin saja aku tak bersyukur sesuai pesan dalam Alqur’an “ Sangat sedikit dari hambaku yang bersyukur ” (saba : 13). Setelah pesan itu, aku merasa bersalah dan kemudian minta maaf. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat malam datang, kisah sms pagi tadi tak mau beranjak. Selalu saja datang memintaku menggunakan taksonomi bertanya apa gerangan sampai mengucapkan terima kasih. ah, daripada saya terus diganggu pesan itu, apa salahnya menanyakan kembali. ”Sebenarnya dari tadi aku masih selalu bertanya, apa gerangan yang membuat berterima kasih. Setiap kali ingin melupakannya, dominasi untuk memikirkannya lebih besar,”. Selang beberapa menit, Ia membalas ”Sebenarnya, aku tak suka membuat orang penasaran, tapi apa penting kamu tahu? Mungkin aku salah mengirim pesan terima kasih itu. Jadi kamu berpikit terus. Tapi intinya kamu telah berbuat kebaikan pada ku. That’s all,”. Membaca pesan itu, aku tak mampu berkata-kata, akhirnya aku mengalah. Untuk menjawab sms terakhir itu aku mengirim pesan” Sudahlah, maafkan aku yang banyak tanya, biarlah ini menjadi misteri,”    &lt;br /&gt;Setelah pesan terakhir itu, tak ada lagi pesan yang datang, semuanya tiba-tiba mengendap dan bersembunyi seperti air di bawah bongkahan  es yang beku di kutub. Hari itu, sebuah pelajaran sarat makna datang menghampiri. Lalu, kepada siapa aku mesti berterima kasih. atau sebenarnya siapa yang mesti mengucapkan kata itu . Dadaku sesak, batinku ingin berbisik ”sampaikanlah rasa terima kasih pada orang yang jauh di suatu tempat itu, selagi masih bisa,”&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Iran corner, desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4547151562714018864?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4547151562714018864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/terima-kasih-bagian-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4547151562714018864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4547151562714018864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/terima-kasih-bagian-ii.html' title='TERIMA KASIH (BAGIAN II)'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-5452941670954332828</id><published>2008-12-22T08:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T08:48:45.702-08:00</updated><title type='text'>TERIMA KASIH (Bagian I)</title><content type='html'>(Kisah Suatu Pagi di Bulan Desember)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa yang berakhir bentrokan dengan polisi di depan pintu satu Unhas. Media lokal, nasional terus memberitakan aksi yang menelan korban dari pihak mahasiswa ini. Polisi yang mestinya mengayomi masyarakat malah bertindak brutal dan anarkis. Mahasiswa dipukuli, diinjak dan dibuat babak belur dengan pentungan yang mereka miliki. Peristiwa hari itu memang menjadi catatan tersendiri yang membuat Unhas jadi kelabu. Duah hari sebelumnya, mahasiswa juga dibuat berlarian saat aparat penegak hukum ini menyerang mahasiswa.Tujuh mahasiswa ditangkap hari itu .Sementara yang lain mampu meloloskan diri dari kejaran petugas yang sampai ke dalam kampus.  &lt;br /&gt;Namun, peristiwa hari kedua tak kalah brutal, seorang abang yang kerja sebagai journalist di televisi swasta sempat berujar jika saja saat itu tak ada rektor Unhas, maka peristiw UMI jilid II bisa saja terjadi. Pasalnya saat itu 400 polisi sudah siap ”menyerang” mahasiswa dengan pentungan dan senjata lengkap hingga ke dalam kelas. Sepertinya emosi polisi sudah sampai pada ubun-ubun, makanya salah satu cara melampiaskan semua itu dengan membuat ’’jera’’ para mahasiswa yang sering turun aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi, aku masih duduk di beranda sebuh penerbitan kampus. Orang-orang mengenalnya dengan nama identitas. Sendiri di tempat itu membuatku lebih leluasa membaca koran yang menyajikan lebih rinci kejadian hari kemarin. Sebagian kawan-kawanku masih ada yang terbuai dengan mimpi. Aku menyadari jika sebagian dari mereka masih lelah setelah kemarin sibuk meliput aksi polisi lawan mahasiswa. Pada malam hari, tulisannya mesti sudah dibuat agar fell nya masih bisa lebih terasa. Narasinya yang dalam dan deskripsinya lebih rinci. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Langit di luar masih belum bersahabat. Hujan yang sedari subuh turun belum juga berhenti. Sesekali angin bertiup hingga hawa dinginnya menusuk tulang. Tanaman yang sejak lama menunggu hujan turun nampak gembira. Senyum sungringah terpancar dari helai daun yang diam. Namun dalam diam, semunya terasa bermakna. Begitu kata temanku suatu ketika. Tak lama berselang, tiba-tiba ponsel nokia yang aku letakkan di atas meja berdering. Rupanya sebuah pesan masuk. Aku sengaja menunggu hingga nada deringya selesai. Pasalnya, setiap mendengar nada dering pesan yang aku format, selalu muncul perasaan damai dan kesejukan. Niat untuk membukanya masih berat. Pagi-pagi begini siapa pula yang mengirim sms. ”Ah nanti sajalah,” gumamku. Tapi rasa ingin tahu yang begitu besar mengurungkan niatku untuk membukanya. Di balik layar ponsel itu kudapati seorang mengirim dua rangkaian kata yang cukup singkat. Jazakallah khoir  yang artinya terima kasih banyak. Aku berhenti membaca, perhatianku sepenuhnya kutujukan pada pesan singkat itu. Rupanya Ia mampu merusak konsentrasiku melanjutkan bacaan. ”Siapa pula yang mengirim sms ini,” ujarku. Aku mencoba mengembalikan ingatanku ke masa lalu, imajinasiku melayang menelusiri labirin yang tak berujung, sehari kemarin, dua hari , tiga hari , empat hari , hingga jauh di masa lalu. Aku tak menemukan serpihan yang mampu membuat kata itu jadi utuh. Tak ada bayangan sama sekali. Ataukah aku memang menderita penyakit amnesia (terganggunya daya ingat yang diakibatkan oleh kerusakan otak, akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan, biasanya yang bersifat sedatif).&lt;br /&gt; Bersambung..&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-5452941670954332828?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/5452941670954332828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/terima-kasih-i-kisah-suatu-pagi-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5452941670954332828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5452941670954332828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/terima-kasih-i-kisah-suatu-pagi-di.html' title='TERIMA KASIH (Bagian I)'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8659813156243150414</id><published>2008-12-20T03:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T03:44:52.206-08:00</updated><title type='text'>BHP DISAHKAN, PEMERINTAH JUAL PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUzaeSxd73I/AAAAAAAAAHk/IkeQSAUcFVU/s1600-h/DSC_0293.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUzaeSxd73I/AAAAAAAAAHk/IkeQSAUcFVU/s320/DSC_0293.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281836676969000818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya anggaran yang mesti dibayar oleh rakyat karena subsidi pemerintah ke kampus sudah berkurang. Model seperti ini dikenal dengan Badan Hukum Milik Negara (BHMN), pihak universitas dituntut mencari biaya untuk mengelola pendidikannyaUpaya mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) akhirnya sampai pada tahap akhir. Hari Rabu, (17/12) DPR RI mengadakan rapar paripurna mengesahkan RUU tersebut.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, aksi mahasiswa Unhas yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar Tolak BHP di depan pintu satu Unhas berakhir dengan bentrokan. Polisi menyerbu mahasiswa hingga ke dalam kampus setelah sebelumnya terjadi aksi saling lempar.&lt;br /&gt;Untung saja tidak ada korban jiwa di antara kedua pihak. Hari Rabu (12/12) mahasiswa kembali turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap pengesahan RUU BHP tersebut. Begitu pula dengan sejumlah mahasiswa di Jakarta yang menggelar aksi penolakan di depan pintu gerbang DPR RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan Presiden SBY yang tidak memiliki itikad baik memajukan dunia pendidikan.&lt;br /&gt;Martin Cornoy (1982) beranggapan jika negara memiliki peran dalam setiap kebijakan pendidikan dan merupakan hal terpenting dalam kehidupan berbangsa. Narasi membangun pendidikan yang dicanangkan sejak tahun 1971 rupanya tak mampu mengangkat derajat bangsa ini.&lt;br /&gt;Alih-alih untuk keluar dari persoalan bangsa, persoalan pendidikan makin menumpuk saja. Ibaratnya bola salju, masalah datang silih berganti dan tak pernah selesai.&lt;br /&gt;Semangat membangun pendidikan sebagai pondasi bangsa ini telah dimulai oleh tokoh bangsa ini di masa lalu. Bapak Bangsa, Ir Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara telah merintis jalan agar bangsa ini keluar dari penjajahan yang dilakukan bangsa asing.&lt;br /&gt;Fase perlawanan terhadap kolonialisme menjadi bagian penting untuk keluar dari keterpurukan. Olehnya itu, bangsa ini memerlukan manusia-manusia yang cakap dan mampu bersuara terhadap setiap penjajahan. Salah satu jalan yang ditempuh adalah memperbaiki sumber daya anak bangsa melalui pendidikan.&lt;br /&gt;Masih jelas dalam benak kita, dahulu para pemuda berupaya menempuh pendidikan di sekolah milik Belanda, atau pun berangkat ke luar negeri. Dengan harapan setelah kembali mampu membangun dan mengeluarkan negeri ini dari cengkraman penjajah.&lt;br /&gt;Tanda Tanya&lt;br /&gt;Jadi, pendidikan memang merupakan satu bidang yang paling penting dalam mengeluarkan negeri ini dari keterpurukan, memajukan dan mengangkat harkat dan martabat sebuah bangsa. Mungkin saja negeri ini tak akan pernah merdeka dan keluar dari penjajahan kolonialisme jika tak dipimpin oleh tokoh yang memang telah terdidik.&lt;br /&gt;Begitulah sejatinya pendidikan, menciptakan manusia yang berkualitas, humanis, bermoral dan mampu mengangkat citra bangsa ini. Sementara itu, negara memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang handal.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa. Sesuai dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 45. Sama halnya dengan pasal 31 UUD 45, pendidikan sejati adalah hak setiap warga negara dari Sabang sampai Merauke dan pemerintah wajib membiayainya. Membayangkan anak negeri ini menikmati pendidikan yang layak merupakan sebuah mimpi yang sempurna. Lahirnya manusia-manusia yang cendekia, intelektual, kritis dan memiliki kualitas pengetahuan mungkin hanya sebatas mimpi.&lt;br /&gt;Pasalnya pemerintah sebagai pengelola negara sepertinya tak pernah serius mengurus dunia pendidikan. Setiap saat, siaran televisi memberitakan gedung sekolah yang hancur ataupun roboh.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan penduduk yang tinggal di wilayah kepulauan ataupun pelosok desa. Sehari-hari mereka kehilangan guru. Jarak yang jauh membuat pemerintah enggan mengurus anak bangsanya. Keberpihakan pemerintah terhadap memajukan pendidikan masih tanda tanya besar. Misalnya saja, persoalan anggaran pendidikan. Alokasi biaya pendidikan APBN Indonesia mestinya 20 persen sesuai amanat UUD 1945 ternyata hanya sebesar 7,9 persen sedangkan negara lain seperti Thailand (20,1 persen), Iran (17,8 persen), Filipina (15,7 persen), Malaysia (15,4 persen) Cina (12,2 persen), dan Srilanka (8,9 persen).&lt;br /&gt;Bahkan, negara dunia ketiga yang senasib dengan Indonesia seperti Kuba, Venezuela, dan Bolivia berani untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi rakyatnya. Amat berbeda dengan negeri ini yang malah pendidikannya dibayar mahal.&lt;br /&gt;Realitas hari ini pun makin menunjukkan bahwa pemerintah lebih memilih untuk menandatangani General Agreementon Trade in Services (GATS) pada perjanjian Organisation World Trade (WTO). Sebuah perjanjian yang berupaya menghilangkan peran negara terhadap bidang jasa, salah satunya adalah pendidikan.&lt;br /&gt;Melainkan memberikan peran terhadap setiap warga negara membiayai pendidikannya. Inilah awal dari skenario pemerintah menjual pendidikan.&lt;br /&gt;Beranjak dari persoalan tersebut, sampailah kita pada satu kesimpulan bahwa pendidikan kini telah menjadi barang yang bisa diperjualbelikan. Sementara pemerintah secara perlahan-lahan berupaya melepaskan tanggung awab terhadap dunia pendidikan dan menyerahkan ke pihak swasta.&lt;br /&gt;Jika demikian, dapat kita katakan bahwa pendidikan juga akan terkait dengan kepentingan-kepentingan politik, ekonomi para pemegang kekuasaan negara.&lt;br /&gt;Jauh hari sebelumnya, Paulo Freire telah mengingatkan jika pendidikan merupakan proses pembebasan bagi negara dunia ketiga dari keterkungkungan kapitalisme. Namun, hal itu tidak berlaku bagi negeri ini.&lt;br /&gt;Pendidikan yang memanusiakan manusia berubah menjadi pendidikan yang berorientasi kepada pasar dan kepentingan pemodal. Cengkraman kapitalisme global yang tak mampu dibendung membuat pemerintah tak bisa berbuat banyak.&lt;br /&gt;Apalagi Political will pemerintah memang tak jelas menangani dunia pendidikan, hal inilah yang semakin membuat kita prihatin terhadap keseriusan pemerintah memperbaiki pendidikan Pada kondisi seperti ini mestinya biaya pendidikan tidak lagi dibebankan kepada rakyat. Pasalnya, krisis ekonomi yang terjadi membuat jumlah rakyat miskin menjadi semakin bertambah.&lt;br /&gt;Bank Dunia merilis penduduk miskin di Indonesia tetap di atas 100 juta orang atau 42,6 persen dari jumlah penduduk 236,4 juta jiwa pada tahun 2007. Rakyat dibuat semakin tak berdaya.&lt;br /&gt;Apalagi diperparah dengan semakin tingginya harga jual kursi jika masuk ke sebuah universitas ternama. Perguruan tinggi negeri semisal UI, UGM, ITB, IPB, mewajibkan setiap calon mahasiswa membayar sejumlah biaya pengelolaan kampus, mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 125 juta. Bahkan, bangku kuliah di Fakultas Kedokteran UGM bisa mencapai Rp 300 - Rp 400 juta per kursi.&lt;br /&gt;Mahalnya anggaran yang mesti dibayar oleh rakyat tersebut karena subsidi pemerintah ke kampus sudah berkurang. Model seperti ini dikenal dengan Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Dimana pihak universitas dituntut mencari biaya untuk mengelola pendidikannya.&lt;br /&gt;Tak berhenti sampai di situ, rencana perubahan BHMN menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP) semakin memperkuat keinginan pemerintah meliberalisasi pendidikan. Inilah yang kemudian membuat universitas negeri juga berlomba-lomba melakukan transisi menuju BHP.&lt;br /&gt;Dengan asumsi jika subsidi pemerintah tak ada lagi, pendapatan universitas bisa diambil dari masyarakat. Kondisi ini menuntut pimpinan universitas melego kursi hingga ratusan juta rupiah.&lt;br /&gt;Ini bukan lagi isu, fakta yang terjadi di lapangan membuat pemerhati bangsa ini mesti berpikir untuk mencegah liberalisasi pendidikan ini. Hal ini kemudian didukung oleh kebijakan pemerintah yang mensyahkan peraturan presiden nomor 77 tahun 2007 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.&lt;br /&gt;Dalam pepres tersebut nampak secara jelas jika pendidikan merupakan jenis bidang usaha yang terbuka untuk investasi modal asing dengan ketentuan kepemilikan modal asing sampai 49 persen. Mungkin pemerintah memang bersikap inlander (budak kekuasaan) yang berselingkuh dengan kapitalisme.&lt;br /&gt;Persoalan pendidikan mahal tak hanya terjadi pada setiap perguruan tinggi saja. Melainkan telah merambah dunia siswa (SD, SMP, SMA). Pihak sekolah juga membebankan biaya kepada masyarakat. Dengan dalih untuk perawatan gedung, seragam sekolah, buku pelajaran, hingga uang perpisahan.&lt;br /&gt;Secara nyata memang tidak terlihat jelas, namun modusnya diperhalus dengan meminta kerelaan orang tua memberi sumbangan pada sekolah. Tentunya dengan standar minimal. Pada kondisi ini orang tua akan merasa bimbang. Pasalnya jika tidak dibayar, kemungkinan anaknya susah untuk diterima. Sebab, yang paling tinggi memberikan sumbangan akan diprioritaskan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana nasib anak miskin mengeyam pendidikan. Sementara mereka tak mampu membayar tingginya biaya di sekolah negeri. Apalagi sekolah yang memang berlabel swasta. Di lain pihak rendahnya alokasi anggaran pemerintah untuk pendidikan membuat sengsara 100 juta rakyat miskin di negeri ini. Yang paling membuat kecewa, ketika alokasi anggaran yang sedikit itu mengalami kebocoran. Dalam artian dikorupsi sendiri oleh pemerintah. Itulah potret pendidikan kita hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8659813156243150414?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8659813156243150414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/bhp-disahkan-pemerintah-jual-pendidikan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8659813156243150414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8659813156243150414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/bhp-disahkan-pemerintah-jual-pendidikan.html' title='BHP DISAHKAN, PEMERINTAH JUAL PENDIDIKAN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUzaeSxd73I/AAAAAAAAAHk/IkeQSAUcFVU/s72-c/DSC_0293.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-7111922013930435573</id><published>2008-12-17T05:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T05:42:26.736-08:00</updated><title type='text'>TOLAK BHP, MAHASISWA UNHAS-POLISI BENTROK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.detiknews.com/images/content/2008/12/17/10/unhas1-dal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 198px;" src="http://www.detiknews.com/images/content/2008/12/17/10/unhas1-dal.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bentrok mahasiswa dengan polisi kembali terjadi. Kali ini giliran mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Bentrokan terjadi saat polisi berusaha membubarkan puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjukrasa di pintu I Unhas Jl Perintis Kemerdekaan, Selasa (16/12). Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Makassar (Alarm) ini menolak rencana pengesahaan Rancangan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan ( RUU BHP) menjadi undang-undang (UU). Dari pantauan BKM di lokasi kejadian, bentrokan sempat berlangsung tiga kali dalam waktu yang berbeda. Bermula sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu puluhan mahasiswa yang melakukan orasi menolak BHP, yang rencananya akan disahkan bulan Desember ini. Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo telah melontarkan rencana pengesahan BHP di salah satu stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menggelar aksi, mahasiswa yang dikomandani Alex dan Iskandar ini menutup jalan depan pintu satu Unhas. Menurut penilaian mahasiswa, pengesahan BHP merupakan bentuk kekeliruan pemerintah dan DPR. Sebab dengan disahkannya BHP, anak buruh, petani dan kalangan bawah lainnya tak lagi bisa mengenyam pendidikan.&lt;br /&gt;Ketika mahasiswa sementara menggelar orasi, personel Perintis Polresta Makassar Timur bersama anggota Polsekta Tamalanrea bermaksud membubarkan aksi mereka. Selain karena tidak ada pemberitahuan, mereka juga menutup jalan sehingga mengganggu pengguna jalan. Awalnya sempat berlangsung dialog antara polisi dan mahasiswa. Namun mahasiswa tidak bersedia membubarkan diri. Polisi akhirnya mengambil tindakan dengan membubarkan mereka secara paksa. Mahasiswa yang terdesak langsung melakukan perlawanan. Aksi saling lempar batu tak terhindarkan. Sebuah mobil pribadi dosen Peternakan, Nasaruddin terkena lemparan batu. Mobil Suzuki Carry warna biru DD 813 NC itu mengalami pecah kaca di bagian depan. ''Ini pengrusakan. Saya akan melaporkannya ke polisi,'' kaya Nasaruddin jengkel. Saat kejadian dia hendak mengajar di fakultasnya. Tidak lama kemudian aksi saling lempar batu mereda. Polisi pun mundur. Tapi satu jam kemudian peristiwa ini kembali terulang. Mahasiswa yang tidak puas lalu melakukan aksi tutup jalan sembari membentangkan spanduk dan berorasi. Dalam orasinya mereka melontarkan kata-kata yang membuat panas kuping petugas.&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan petugas Unit Khusus Polresta Makassar Timur tiba di lokasi. Mereka datang dengan menggunakan mobil tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu lama, polisi yang baru tiba ini langsung mengejar mahasiswa. Tak ketinggalan personel Perintis. Mereka melakukan pengejaran dengan menggunakan motor. Tindakan represif polisi ini membuat mahasiswa kocar kacir. Batu pun kembali melayang di udara. Tidak berlangsung lama, bentrokan kedua inipun berhenti dengan sendirinya. Tapi itu tidak berlangsung lama. 15 menit kemudian mahasiswa kembali melakukan pelemparan ke arah polisi. Petugas balik mengejar mahasiswa hingga masuk ke dalam area kampus.  Saat itu juga Satpam kampus langsung menutup pintu masuk. Tindakan Satpam ini membuat berang polisi. Mereka menuding Satpam yang jumlahnya belasan orang itu mencoba melindungi mahasiswa. Salah seorang Satpam bernama Ilham jadi korban amukan petugas yang tak lagi bisa menahan emosi.  Polisi terus mengejar mahasiswa. Batu masih berseliweran. Tapi polisi tidak ingin terpancing. Mereka tidak sampai masuk lebih jauh ke dalam kampus. Hanya sampai di dekat danau Unhas.&lt;br /&gt;Suara tembakan peringatan ke udara terdengar beberapa kali. Namun mahasiswa tidak menghiraukannya. Dari dalam kampus mahasiswa menyerang polisi hingga ke jalan raya. Sejumlah polisi  yang berada di ujung pintu I Unhas dilempari batu. Bentrokan akhirnya mereda sekitar pukul 13.00 Wita, setelah polisi berhasil mengamankan 7 mahasiswa yang diduga terlibat bentrokan. Diantaranya Ahmad, Ilham, Irhap, Ige masing-masing dari Fakultas Sospol, dan Ilo (Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil) serta Abd Malik (Fakultas Sastra). Tapi Ahmad, satu dari mahasiswa yang ditangkap polisi, mengelak tak terlibat. ''Saya tidak ikut, Pak. Saya baru datang,'' cetusnya. Selain itu polisi juga mengamankan dua unit motor, Kawasaki Ninja DD 6520 S dan Yamaha Jupiter DD 3385 WH. Kedua motor ini diduga milik mahasiswa. Akibat bentrokan ini jalan depan pintu I Unhas sempat macet beberapa jam lamanya. Banyak pengendara yang berhenti untuk melihat terjadinya bentrokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/12/17/142508/1055157/10/bentrok-lagi,-polisi-menyerbu-ke-dalam-kampus-unhas"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;sumber; BKM (PR6/rus)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/12/17/142508/1055157/10/bentrok-lagi,-polisi-menyerbu-ke-dalam-kampus-unhas"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;foto ; detik.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-7111922013930435573?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/7111922013930435573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/tolak-bhp-mahasiswa-unhas-polisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7111922013930435573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/7111922013930435573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/tolak-bhp-mahasiswa-unhas-polisi.html' title='TOLAK BHP, MAHASISWA UNHAS-POLISI BENTROK'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6190848767367332516</id><published>2008-12-14T00:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T05:52:45.109-08:00</updated><title type='text'>Di Salebba, Sarana Tersedia Karena Warga Berusaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.panyingkul.com/gambar/13desember2008b"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 406px; height: 270px;" src="http://www.panyingkul.com/gambar/13desember2008b" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Salebba adalah tempat di mana tradisi gotong royong berdenyut kencang dan menjadi pembelajaran yang baik. Inilah kesan saya ketika mengunjungi desa yang jaraknya 30 kilometer dari Kabupaten Bone ini. Ia memiliki sesuatu yang berbeda dari 372 desa di bumi Arung Palakka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat gotong royong masyarakatnya dalam membangun desa sudah terasa ketika memasuki wilayah desa itu. Meski untuk sampai ke desa yang jaraknya 10 kilometer dari Kecamatan Ponre itu kita mesti menyeberang sungai Lagompa, di desa Pattimpae. Itu pun dengan catatan, sungai itu bisa dilintasi ketika musim kemarau tiba dan arus tidak deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati sungai, jalan berlumpur akan jadi halangan berikutnya. Jalanan mulai sedikit bagus jika berada di Desa Bolli. Hamparan padang rumput yang luas dan sapi-sapi yang berkeliaran menarik hati setiap pengendara untuk berhenti. Meski hanya sekadar untuk mengabadikan gambar. Decak kagum akan keindahan alam pegunungan Bone membuat seolah-olah setiap orang sedang berada di padang rumput Amerika yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jalan itu, Desa Salebba belum kelihatan. “Letaknya di belakang gunung itu,” ujar Nas, pemandu jalan sambil menunjuk sebuah gunung yang letaknya di kejauhan. Jangan berharap untuk sampai ke desa itu perjalanan mudah dilalui. Setelah berlalu dari padang rumput, kita akan melalui jalanan yang terus menanjak. Tak hanya itu, jalanan yang licin, berbatu dan di samping kiri jurang menganga dengan lebar. Namun, bagi masyarakat hal itu bukan persoalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk yang bermukim sejak tahun 1956 di desa itu menyambut setiap pendatang dengan keramahan. Biasanya pendatang menginap di rumah kepala desa. Di rumah panggung yang sederhana, Abdul Hamid (56) sang mantan kepala desa tinggal. Kepemimimpinan desa itu kini dilanjutkan oleh anak pertamanya. Malamnya, Abdul Hamid, banyak bercerita tentang awal kepemimpinannya di desa itu. Bagaimana memulai membangun desa dari awal hingga mampu mengajak masyarakat secara sukarela dalam setiap pembangunan. Upaya inilah yang Ia lakukan sejak tahun 1965, setelah pemberontakan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kahar Muzakkar di tumpas oleh tentara Siliwangi. Satu tahun berikutnya (1966) Hamid terpilih mewakili warga desa untuk mengikuti pelatihan kader pembangunan desa di Jakarta. Bekal dari Jakarta ini kemudian diaplikasikan di desa itu.” Saya membangun desa ini dari nol,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penguasa Orde Baru,Soeharto, Abdul Hamid di masa tuanya belum juga tergantikan. Belum ada yang mampu memimpin desa jadi alasan utama. Inilah yang membuat warga tidak mau jika Hamid pensiun. Sampai suatu ketika, anaknya yang kuliah di Unhas tahun 1991 dipanggil pulang dan diminta oleh warga jadi kepala desa. Akhirnya Mansyur Hamid pun jadi kepala desa hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terobosan baru&lt;br /&gt;Setelah memimpin desa, Mansyur tetap berupaya membangun kepercayaan masyarakat yang sejak dahulu terjaga. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengupayakan listrik masuk desa. Pasalnya desa Salebba belum mendapat aliran listrik dari PLN. Hal ini terjadi karena jarak yang jauh, medan yang berat serta tak ada anggaran selalu jadi alasan pemerintah. Pun, ketika masyarakat meminta agar akses jalan yang mengubungkan Desa Salebba dengan kecamatan diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Bone tak pernah peduli. Selalu saja ada alasan untuk tak memenuhi permohonan masyarakat.&lt;br /&gt;” Semua saran kita akan tampung, begitu selalu alasannya,” ungkap Mansyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak mendapat perhatian, bersama warga desa berupaya membangun listrik secara swadaya. Dengan semangat gotong royong, masyarakat mampu mengumpulkan sumbangan sampai Rp167 juta untuk membeli alat-alat listrik. Saat bersamaan sekitar tahun 2000-an, seorang sekretaris camat pernah menawarkan untuk membangun turbin sebagai pembangkit listrik dengan memanfaatkan aliran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan untuk menikmati listrik juga tak kunjung datang. Apalagi setelah rencana pemasangan turbin gagal total. Uang seratus juta melayang begitu saja. Pasalnya, sekretaris camat yang awalnya mengaku bisa, rupanya tak ahli dalam bidang ini. Turbin yang telah dipesan tidak mampu mengalirkan aliran listrik. Proyek listrik gagal total. “Untung uang sisanya masih bisa kita selamatkan, dan sekcam tersebut dipindahkan ari kecamatan,” ungkap Pak Desa Salebba ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan ini pun menyebar ke seluruh penjuru kabupaten. Tanggapan miring pun datang silih berganti. Tetangga desa pun berlaku demikian, masyarakat mengolok-olok, menertawai apa yang Desa Salebba perbuat. “ Orang Salebba tiang jemurannya tinggi-tinggi di,” ujar Mansyur menirukan cemooh warga desa lain. Pasalnya, tiang listrik yang menjulang di sepanjang jalan desa berasal dari kayu. Bukan dari besi ataupun beton seperti lazinya tiang listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keresahan warga, Kepala Desa kemudian berusaha mencari ahli yang bisa membuat mesin turbin, apalagi ada anggapan jika ini tidak berhasil, maka ia dan masyarakat desa akan menaggung siri` (malu). Budaya siri inilah yang membuatnya sampai ke Polmas mencari ahli turbin. Dengan bantuan ahli turbin dari Polmas itu dan memanfaatkan sisa anggaran yang ada, masyarakat desa bahu-membahu bekerja. Setela enam bulan menanti, kerja keras mereka menuai hasil. Turbin yang awalnya tidak menyala kini mampu mengalirkan listrik ke rumah-rumah di desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berhenti sampai di situ, dua dari tiga dusun di desa tersebut juga dialiri aliran listrik. Mahalnya biaya untuk membuat mesin turbin dan alat listrik lain tak membuat warga putus asa. Dengan model swadaya, sekitar Rp125 Juta berhasil dikumpulkan warga di dua dusun tersebut. Kini rumah-rumah di desa tersebut telah menikmati listrik. Bahkan dusun terjauh (Palacari) yang jaraknya 7 km dari desa juga telah menikmati aliran listik. Sebuah hal yang ironi, saat desa lain yang jaraknya lebih dekat dari kecamatan tak memiliki aliran listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Taman Paditungka&lt;br /&gt;Tak hanya sekadar membangun jeringan listrik. Warga desa juga membangun Taman Paditungka, sebuah tempat belajar untuk anak usia dini. Untuk Taman Paditungka ini, warga desa mendapat bantuan dari UNICEF. Bantuan ini hanya untuk guru-guru yang akan mengajar. Mereka dilatih bagaimana menghadapi dan menyelesaikan persoalan anak kecil. Sementara bangunan dan tanah untuk taman ini ditanggung oleh warga desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena awalnya belum mendapat tempat, kantor desa pun dijadikan sebagai ruang kelas. Selama setahun (2007-2008), warga desa kembali bahu membahu mendirikan taman paditungka. Untuk keperluan taman dibutuhkan lahan (tanah), kayu dan tukang yang mau mengerjakannya. Semua hal itu tentu butuh biaya banyak. Namun, mungkin karena ingin melihat desa mereka maju. Warga secara sukarela memberikan tanah sebagai tempat taman itu berdiri. Selanjutnya, warga lainnya menyumbang kayu, cat dan lain sebagainya. Tukang-tukang yang bekerja juga tak meminta imbalan. Mereka semua bekerja secara sukarela. Walhasil bulan juni 2008, Taman Paditungka itu bisa digunakan dan tak perlu menumpang di kantor desa.”Semuanya berasal dari sumbangan warga,” jelas Mansyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membenahi Jalan Desa Tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah ada dana PNPM dari pemerintah, warga desa memanfaatkan untuk membenahi jalanan yang sedari dulu tak pernah bagus. Tapi, uniknya bukan jalan di desanya yang diperbaiki. Melainkan jalan desa tetangga yang akan dibenahi untuk tahun ini. Tahun depan jika PNPM masih ada, jalan di sekitar desa baru akan diperbaiki. Hal ini mereka pilih karena Desa Bolli sebagai desa tetangga tak menganggarkan PNPM untuk membenahi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Salebba pun mulai dikenal sebagai desa yang dibangun atas partisipasi warga. Jika ada persoalan, warga yang umumnya bekerja sebagai petani tak akan tinggal diam. Mereka akan bahu-membahu menyelesaikan tiap persoalan yang dihadapi. Inilah yang kemudian mengundang pihak JICA dan 12 negara di Asia mengunjungi Desa salebba. Selain itu, Pemerintah Aceh juga pernah datang melihat desa itu” Setiap tamu yang datang selalu bertanya bagaimana caranya warga berpartisipasi aktif membagun desa,” ungkap Mansyur Hamid.(p!)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.panyingkul.com/view.php?id=1021&amp;amp;jenis=kabarkita"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;sumber ; www.panyingkul.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*Citizen reporter Ismawan AS dapat dihubungi melalui email mawo_as@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6190848767367332516?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6190848767367332516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/di-salebba-sarana-tersedia-karena-warga.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6190848767367332516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6190848767367332516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/di-salebba-sarana-tersedia-karena-warga.html' title='Di Salebba, Sarana Tersedia Karena Warga Berusaha'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-9120875417696352419</id><published>2008-12-12T23:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T23:19:53.297-08:00</updated><title type='text'>INFORMASI BUAT BLOGGER; KOMPETISI DESAIN  WEB / BlOG</title><content type='html'>informasi ini mungkin cukup bagus untuk setiap kawan-kawan penggemar blog ataupun website. siapa tau bisa jadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web / blog yang dilombakan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Adalah web / blog pribadi yang masih sekolah di tingkat SLTA, atau pun web resmi sekolah tingkat SLTA&lt;br /&gt;    * Web /blog komunitas khas anak muda (usia 15 s/d 22 th) &amp; mahasiswa (misal web komunitas skateboard, komunitas game, dll).&lt;br /&gt;    * Dibuka untuk perseorangan atau tim.&lt;br /&gt;    * Web / blog yang dilombakan bisa menggunakan top level domain sendiri (misal www.namadomainku.com) atau subdomain (misal subdomain.blogspot.com), baik yang berbayar maupun gratis, atau dapat memanfaatkan situs pertemanan yang ada seperti blogger.com, Multiply.com, blog di friendster, dll.&lt;br /&gt;    * Lomba menggabungkan antara kualitas tulisan dan kualitas desain&lt;br /&gt;    * Halaman web yang dilombakan minimal 1 halaman, berisi artikel sesuai dengan tema yaitu Tema : "Jadilah Sahabat Bumi"&lt;br /&gt;    * Di halaman web-nya, peserta lomba harus menyertakan :  kalimat yang berbunyi “Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” yang bisa terbaca secara normal dan bisa diindeks oleh mesin pencari. Lokasi kalimat itu bebas saja.&lt;br /&gt;    * Mencantumkan link balik (backlink) yang menuju ke alamat web Muda di www.mudaers.com,&lt;br /&gt;    * link harus bisa di klik dan mengarah ke alamat web Kompas MuDA.&lt;br /&gt;    * Peserta lomba harus mencatatkan keikutsertaannya di web Kompas Muda (www.mudaers.com). (Info selanjutnya bisa dicek di www.mudaers.com).&lt;br /&gt;    * Link website / blog sudah diterima panitia paling lambat 20 Januari 2009.&lt;br /&gt;    * Wajib mengisi dan mengirim formulir pendaftaran lomba yang bisa didownload dari menu download di Mudaers.com. Formulir harus disertai kupon Muda Creativity Kompas - IM3 yang bisa digunting dari Kompas MuDA tiap hari Jumat. Kupon tidak bisa difotocopy. Pengiriman dialamatkan ke Marcomm Kompas di atas.&lt;br /&gt;    * Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan ajukan di Forum Diskusi web mudaers.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sumber : google.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-9120875417696352419?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/9120875417696352419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/informasi-buat-blogger-kompetisi-desain.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/9120875417696352419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/9120875417696352419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/informasi-buat-blogger-kompetisi-desain.html' title='INFORMASI BUAT BLOGGER; KOMPETISI DESAIN  WEB / BlOG'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6569205886827273134</id><published>2008-12-11T19:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:42:06.050-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFQuU4wI/AAAAAAAAAG0/8pqo7qUOxRA/s1600-h/dani+dan+ammang,.pengembala+sapi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFQuU4wI/AAAAAAAAAG0/8pqo7qUOxRA/s320/dani+dan+ammang,.pengembala+sapi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278741121690034946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFgWNqpI/AAAAAAAAAHE/-hROFh1K61g/s1600-h/berpose+di+sawah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFgWNqpI/AAAAAAAAAHE/-hROFh1K61g/s320/berpose+di+sawah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278741125883865746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFQRUHKI/AAAAAAAAAG8/FNhUafLLGPU/s1600-h/senang+ku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFQRUHKI/AAAAAAAAAG8/FNhUafLLGPU/s320/senang+ku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278741121568349346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFDG4B0I/AAAAAAAAAGs/s4tPOPfc8Fs/s1600-h/aku+bisa.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFDG4B0I/AAAAAAAAAGs/s4tPOPfc8Fs/s320/aku+bisa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278741118034904898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbF-zfiLI/AAAAAAAAAHM/t9I3SoO6NLc/s1600-h/menatap+impian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbF-zfiLI/AAAAAAAAAHM/t9I3SoO6NLc/s320/menatap+impian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278741134059735218" /&gt;&lt;/a&gt;ini cerita tentang kehidupan gembala sapi di wilayah Kabupaten Gowa. beberapa bulan lalu saya bejumpa dengan kawanan ni. itupun tanpa disengaja. Tiap hari mereka mengurus sapi seorang karaeng. Mereka menerima gaji Rp.1000-Rp 5000 perhari. Itulah yang mereka pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. apalagi kebanyakan orang tua mereka adalah tukang becak dan pa'gandeng. Jangan tanya tentang sekolah. Pasalnya, bahasa indonesia saja susah. Sangat disayangkan, saat pendidikan gratis didengungkan. masih ada anak-anak yang tak tersentuh pendidikan.Sebuah paradox yang membuat hati kita miris..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ismawan as&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6569205886827273134?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6569205886827273134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/ini-cerita-tentang-kehidupan-gembala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6569205886827273134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6569205886827273134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/ini-cerita-tentang-kehidupan-gembala.html' title=''/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SUHbFQuU4wI/AAAAAAAAAG0/8pqo7qUOxRA/s72-c/dani+dan+ammang,.pengembala+sapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4205238641796598506</id><published>2008-12-11T18:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:18:04.537-08:00</updated><title type='text'>SUATU PAGI DI TAMALANREA : BAPAK TUA TERKAPAR TAK BERDAYA</title><content type='html'>Pagi tadi saat hendak berangkat ke wilayah abdullah daeng sirua, di bilangan jalan perintis kemerdekaan tepat di depan pintu satu Unhas saya mendapati tubuh seseorang terkapar tak berdaya. Dari jarak 10 meter saya memandangi sosok yang memakai jaket abu-abu dan celana biru itu tanpa kata-kata. Batin saya bertanya aa gerangan yang menimpa orang itu?.  Setiap orang yang lewat sepertinya tak peduli pada sosok itu. Mungkinkah itu mayat, orang mabuk yang tak sadarkan diri, atau orang yang dipukul/dikeroyok semalam tadi. Entahlah, tapi yang pasti sedikitpun sosok itu tak bergerak. &lt;br /&gt;Jalan perintis kemerdekaan sudah ramai dengan kendaraan, aktivitas di daerah dekat kampus Unhas itu memang padat. Selain pertokoan yang mulai terbuka. Penyedia jasa ketik skripsi juga sudah mulai beraktivitas sejak subuh hari. Di pinggir jalan, beberapa mahasiswa, pegawai yang hendak ke kampus mulai gusar menunggu pete-pete 08 yang biasa beroperasi. Pasalnya pagi itu hujan rintik-rintik mulai mengguyur wilayah tamalanrea. Sementara tidak ada tempat berteduh yang lazimnya ada di pinggir jalan. &lt;br /&gt;Saya masih berdiri terpaku memandangi sosok tak berdaya tersebut. Mencoba mengamati setiap orang yang lewat, tak ada yang peduli pada sosok itu. Semuanya nampak sibuk dan seolah-olah tak mau melihat orang yang terkapar itu. Batinku teriris mengamati situasi pagi itu. Namun saya mecoba berfikir positif. Mengingat bahwa jangan gegabah menyentuh seseorang korban. Pasalnya, bisa saja kita yang dijadikan tersangka jika salah-salah menyentuh korban. &lt;br /&gt;Setelah saya dekati. Rupanya sosok yang tak berdaya itu orang tua yang umurnya kira-kira 50 tahun. Lalat nampak menari-nari di atas tubuh tua itu. Ketika saya mendekati, jidat bapak itu nampak merah. Mukanya lebam. Mungkin saja ia pingsan karena terjatuh dari bangku. Pasalnya di dekat bapak itu terdapat bangku yang sudah terbalik posisinya. Tak lama kemudian, seorang ibu yang akan mengantar anaknya ke sekolah nampak meletakkan dua buah roti dan satu kotak susu di depan bapak itu. Saya menangkap sebuah kepedulian yang cukup tinggi. Lagi-lagi naluri seorang ibu yang tak pernah habis enegi positifnya selalu terpancar dengan baik.                   &lt;br /&gt;Ingatan saya juga terbang ke masa lalu.Terbaring di pinggir jalan seperti bapak itu jug pernah saya alami di depan PLTU Tello. Saat masih sekolah di SLTP 8 Makassar dulu. Ketika pulang sekolah karena alasan sakit. Tiba-tiba pandangan saya kabur dan saya tak sadarkan diri alias pingsan. Saat sadarkan diri, seorang nenek tua marah-marah karena tak ada yang peduli terhadap tubuh kecil saya. Ia membantu saya berdiri dan mencarikan pete-pete ke rumah. Pasalnya, saat itu tak ada taksi yang mau berhenti. Sejenak saya bayangkan, tubuh kecil saya tergeletak di atas batu-batu kecil di samping PLTU itu. Tubuh kecil memakai baju sekolah putih-biru tergeletak dan tak berdaya. Lalu semua orang hanya memandangi, mengamati dan tak sediktpun tersentuh untuk menolong. Parahnya lagi, seorang tetangga dekat rumah di Perumnas Antang sedikitpun tak peduli. Untung saja nenek itu datang dan menolong. Di atas pete-pete menuju rumah, saya berterima kasih pada nenek tua itu. Dari percakapan dengan nenek itu, saya nengetahui jika Ia adalah nenek teman saya dari Ambon.&lt;br /&gt;Tamalanrea pagi itu pun diguyur hujan deras.Dan peristiwa pagi itu membuat hati saya teriris. Sifat peduli dan rasa bersesama diantara kita akhirnya terkikis. Dan benar kata seorang dosen teman berdiskusi kemarin sore jika zaman ini menghasilkan manusi-manusia individualistik.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Abdgsirua,12 Desember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4205238641796598506?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4205238641796598506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/suatu-pagi-di-tamalanrea-babak-tua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4205238641796598506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4205238641796598506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/suatu-pagi-di-tamalanrea-babak-tua.html' title='SUATU PAGI DI TAMALANREA : BAPAK TUA TERKAPAR TAK BERDAYA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8039111985141032252</id><published>2008-12-09T17:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T17:24:44.743-08:00</updated><title type='text'>TANPA JUDUL...</title><content type='html'>Jika ditanya, apa yang aku impikan hari ini. aku akan jawab jika hari ini aku ingin terbang di atas cakrawala, mengitari seluruh angkasa dan membagikan kebahagiaan pada semesta alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"muncul setelah mendengar lirik lagu tentang laskar pelangi,"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8039111985141032252?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8039111985141032252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/tanpa-judul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8039111985141032252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8039111985141032252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/tanpa-judul.html' title='TANPA JUDUL...'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4189972923561085242</id><published>2008-12-05T19:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T20:02:35.109-08:00</updated><title type='text'>SUATU PAGI DI HARI SABTU, MENUNGGU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STnyGiRbrjI/AAAAAAAAAGk/kSwWv_gTN7Q/s1600-h/Rektorat31.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STnyGiRbrjI/AAAAAAAAAGk/kSwWv_gTN7Q/s320/Rektorat31.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276514632534306354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal yang paling tidak aku suka adalah menunggu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pagi tadi di sebuah bengkel di bilangan jalan perintis kemerdekaan 10, di depan Café Abdi Agung perasaan jenuh, jengkel datang menghampiri. Mau marah,  bingung juga siapa yang jadi pelampiasan. Akhirnya kuputuskan untuk beranjak dan pergi dari bengkel kecil itu. Sejak pukul 08.00 pagi tadi, saya sudah menunggu. Bu Aji dengan penutup kepala khas orang bugis yang jadi penjaga bengkel masih merapikan alat-alat motor dan bahan jualannya. Ibu itu berkata ” tunggumi nak, di jalan mi itu yang mau perbaiki motormu,” ujarnya dengan logat Bugis. Untuk menghindari serbuan rasa bosan, saya memcoba mengusir dengan menyeruput kopi di Warkop Daeng Sija, kebetulan jarak  warkop tempat kumpulnya borjuis imut-imut itu tidak jauh dari bengkel. Segelas kopi susu dan dua buah roti, serta Koran fajar dan hentakan music anak muda sekarang jadi sarapan pagi seluruh indera tubuhku.koran pagi itu mengangkat isu tentang penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) awal Januari nanti. &lt;br /&gt;        Memang sejak Desember ini harga BBM dalam hal ini bensin telah mengalami penurunan, jumlahnya hanya Rp.500. Meski hal itu tidak sesuai dengan harapan sebagian besar masyarakat, namun setidaknya cukup meringankan beban ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Termasuk saya ini yang masih berstatus mahasiswa. “ Ah ini hanya maneuver SBY saja, strategi mencari simpati rakyat jelang pemilu 2009 april mendatang, sungguh licik dan hanya mementingkan kepentingan parpol atau dirinya saja, beginilah rakyat kemudian selalu jadi korban,” cetusku. &lt;br /&gt;       Selain itu dari Koran pagi tu juga kudapiti kalau Rektor Unhas. Prof Idrus Paturusi dinobatkan salah satu majalah Asia sebagai rektor terbaik di negeri ini. Sebelumnya ada Prof Gumilar dari UI, UGM,ITB,Undip yang jadi peringkat 1-4. Sebuah prestasi Unhas di tengan pencitraan sebagai kampus tawuran. Seingatku beberapa kali tawuran antar fakultas hampir terjadi bulan ini. Bahkan isunya sampai ke organ kultur daerah melawan salah satu fakultas di kampus. Ironis memang di saat rektor nya  mendapat penghargaan, dan kampus ini juga meraih penghargaan dalam bidang kampus olahraga. Mahasiswanya masih berprilaku barbar, mementingkan ego kelompok, kedaerahan. Memutuskan persoalan dengan emosi tidak dengan memakai otak dingin. Beberapa hari lalu, seorang teman yang bekerja sebagai jurnalis di sebuah televisi swasta (Metro Tv) juga merasakan prilaku nyeleneh mahasiswa Unhas, kejadiannya ketika  melakukan peliputan di jalan Perintis Kemerdekaan. Sekelompok mahasiswa yang berasal dari Fakultas Teknik merampas kamera dan mengambil kaset rekaman tawuran antara mahasiswa FT dengan mahasiswa UMI tersebut. Untung saja, seorang teman  yang kebetulan lewat dan meminta kawan saya itu dilepaskan. &lt;br /&gt;       Menjadi pertanyaan kita, apa sebenarnya yang dilakukan rektor hingga bisa mendapat penghargaan. Kalau secara infrastruktur, memang harus kita akui jika kampus ini memiliki gedung-gedung yang baru lagi. Sampai-sampai semua fakultas mirip rumah sakit. Akses internet dimana-mana bisa dilakukan Tapi, prilaku mahasiswa yang barbar, solidaritas kawanan, kelompok, dan parahnya lagi kembali seperti ”remaja” imut-imut dan mulai belajar korupsi kecil-kecilan. Kasihan. &lt;br /&gt;      Belum lagi ruang diskusi makin hilang dan prilaku birokrat dan dosen yang sudah menyerupai pejabat. Mobil-mobil mewah berseliweran di pelataran rektorat. Sementara  gaji pegawai kecil kadang terlambat tidak di bayar, biaya praktek mahasiswa yang semakin melangit dan alat-alat laboratorium yang masih peninggalan zaman batu. Dosen yang makin sibuk dengan proyek, lalu mahasiswa terlantar. Mau bukti, di fakultas saya saja di FIKP, dosennya banyak yang menghilang entah kemana. Setelah di selidiki, ternyata sebagian pada sibuk dengan proyek di luar daerah. Hingga seorang teman angkatan saya dulu, sempat terganjal di seminar proposal karena pengujinya tidak ada. Jadi wajar saja jika kemarin ada tulisan di dinding kampus yang bertuliskan “urus saja proyekmu”. Setelah berdiskusi dengan seorang dosen. Ia mengatakan jika hal itu angga saja hal biasa, mahasiswa memang butuh diperhatikan. Biar dosen proyek juga sadar.Tapi dosen mana lagi yang mau peduli jika sudah bergelimpangan dengan uang ratusan juta rupiah. Ujung-ujungnya duit.     &lt;br /&gt; Tanpa terasa 45 menit aku lewatkan di warkop itu, setelah itu kulangkahkan kaki menuju bengkel dengan harapan tukang servisnya sudah datang. Namun sampai di sana, yang ditunggu juga belum nampak batang hidungnya. Jam 9.30 tukang service itu dating. Dengan motor bebek tahun 90-an anak muda itu bergegas ke dalam. Selain saya, beberapa pelanggan juga motornya akan diservis. Perasaan damai pun muncul. Setitik harapan motor ku akan diperbaiki. Namun menjelang pukul 10.00 yang artinya sudah 2 jam saya duduk di bengkel itu, tetap saja motorku belum disentuh-sentuh. &lt;br /&gt; Perasaan tak damai menghampiri, sementara yang punya bengkel juga sibuk sendiri. Apalagi sejak tadi kerjaannya hanya mondar-madir keluar masuk. Sungguh tidak produktif gummaku. Tak lama kemudian kuputuskan untuk pergi dan mencari bengkel yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamalanrea, sabtu, 6 Desember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4189972923561085242?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4189972923561085242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/suatu-pagi-di-hari-sabtu-menunggu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4189972923561085242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4189972923561085242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/suatu-pagi-di-hari-sabtu-menunggu.html' title='SUATU PAGI DI HARI SABTU, MENUNGGU'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STnyGiRbrjI/AAAAAAAAAGk/kSwWv_gTN7Q/s72-c/Rektorat31.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-5141027414142296575</id><published>2008-12-04T19:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T19:32:14.137-08:00</updated><title type='text'>SISA PERJALANAN DARI BONE 2: MAKNA SEBUAH GAMBAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifX4y5dEI/AAAAAAAAAGc/hj7He9HBDXs/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifX4y5dEI/AAAAAAAAAGc/hj7He9HBDXs/s320/4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276142196196209730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifX903jHI/AAAAAAAAAGU/F0LbxWfV8D0/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifX903jHI/AAAAAAAAAGU/F0LbxWfV8D0/s320/3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276142197546650738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifXh54hwI/AAAAAAAAAGM/3U1ihdYIYUg/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifXh54hwI/AAAAAAAAAGM/3U1ihdYIYUg/s320/2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276142190051493634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifXTfP9pI/AAAAAAAAAGE/pQ3soR6oEsY/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifXTfP9pI/AAAAAAAAAGE/pQ3soR6oEsY/s320/1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276142186181686930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini perjalanan kami sewaktu mengunjungi Kabupaten Bone. Mengabadikan perjalanan dengan gambar merupakan pekerjaan wajib buat kami ( mao, collenk, irfan dan Callu).Mesk itu tak bisa mewakili suasana perjalanan yang cukup berat. Namun, foto akan tertap bermakna dalam diam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-5141027414142296575?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/5141027414142296575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/sisa-perjalanan-dari-bone-2-makna.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5141027414142296575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5141027414142296575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/sisa-perjalanan-dari-bone-2-makna.html' title='SISA PERJALANAN DARI BONE 2: MAKNA SEBUAH GAMBAR'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STifX4y5dEI/AAAAAAAAAGc/hj7He9HBDXs/s72-c/4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3799895269759450191</id><published>2008-12-04T18:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T19:11:20.026-08:00</updated><title type='text'>SISA PERJALANAN DARI BONE 1: MENGGUGAH HATI LEWAT AYAT-AYAT CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STiavSa1DOI/AAAAAAAAAF8/2AiubmPWS4w/s1600-h/1610ap20_INDONESIA_RAMADAN_PRAYERS_712112116102004.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STiavSa1DOI/AAAAAAAAAF8/2AiubmPWS4w/s320/1610ap20_INDONESIA_RAMADAN_PRAYERS_712112116102004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276137100653432034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara dilakukan untuk menggerakkah hati masyarakat untuk lebih dekat dengan bidan. Salah satunya dengan ayat-ayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah persalinan’ta aman. Bila ditolong bidan, ibu selamat. Anak’ ta sehat sampai besar. Firman Allah  Qulhal yastawiladzina ya’lamuna walladzina ya’ lamun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pesan yang terpampang pada sebuah papan pengumuman di pinggiran jalan poros Kabupaten Bone –Kabupaten Wajo, tepatnya di Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe. Sederhana memang, tapi kekuatan tulisan yang terdapat di papan itu mampu menarik mata setiap warga yang lewat. Serasa ada yang kurang jika tak membaca pesan itu. Kemasannya sederhana, namun kekuatan isinya cukup menggugah setiap orang yang lewat. Apalagi ibu yang sementara hamil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepedulian akan keselamatan ibu dan bayi menjadi titik perhatian dari pesan yang disampaikan para imam desa ini. Lihat saja pesan yang ditulis di Desa Laccori ”Ingin melahirkan dengan mudah. Periksa ke bidan. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya  dan merekalah orang-orang beruntung.( albaqarah: 5 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran para imam desa mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan bidan patut diacungi jempol. Pasalnya, sebagai orang yang dianggap  ’to matoa’ (orang yang dituakan), mereka berupaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak dengan pendekatan kultur religius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Ayat-ayat suci memang masih dijadikan sandaran masyarakat desa. Pasalnya, kultur sosial masyarakat desa yang religius menjadi faktor utama. Apalagi di kalangan suku bugis (Bone). Pengaruh ajaran islam yang masih kental mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakatnya. ”Kalau orang beriman, kepercayaannya semakin kuat jika dibarengi dengan ayat-ayat,” ujar H. Syamsu Alam, Imam Desa Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiatif Syamsu untuk menyampaikan pesan lewat media pengumuman itu merupakan upaya untuk menggugah hati warga desa agar lebih dekat dengan bidan. Tempatnya pun dipilih di pingggir jalan, supaya setiap orang yang lewat bisa membacanya tiap saat. Dengan berdirinya papan itu, berarti ada bukti yang terlihat. ”Jadi masyarakat bisa lihat sendiri, karena kalau dibicarakan, kadang ayatnya bisa meleset,” ungkapnya dengan tersenyum sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh ayat-ayat suci alqur’an dan hadis Nabi Muhammad SWA yang ditulis pada papan-papan pengumuman, apalagi memuat pesan kesehatan membuat kepercayaan masyarakat makin besar. ”Karena ada tertulis di papan, kita bisa lihat langsung dan memaknai setiap pesannya,” ujar Nurjannah (34 th). Warga desa Solo ini melihat setelah ada pesan-pesan dari puang imang, para ibu-ibu hamil di kampung bersatu itu mulai rajin  memeriksakan kandungannya. Apalagi di desa itu memang ada bidan yang bertugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiap desa yang menjadi wilayah cakupan program UNICEF, dapat kita temukan pesan-pesan yang tepasang di papan. Selain berisi pesan dari ayat alquran. Pesan berbahasa bugis juga tak dilupakan. Pasalnya sebagian masyarakat desa belum bisa berbahasa Indonesia. Jadi bahasa ’ibu’ yang dipakai. Makanya tak heran jika di setiap papan pengumuman terdapat huruf lontara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi ayat dan tulisan lontara ini tentunya membuat masyarakat makin percaya. Sejak saat itu, para ibu mulai rajin datang ke bidan untuk memeriksakan kehamilannya.  Apalagi pembawa pesan itu memang to matoa’ ta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3799895269759450191?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3799895269759450191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/sisa-perjalanan-dari-bone-1-menggugah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3799895269759450191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3799895269759450191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/sisa-perjalanan-dari-bone-1-menggugah.html' title='SISA PERJALANAN DARI BONE 1: MENGGUGAH HATI LEWAT AYAT-AYAT CINTA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STiavSa1DOI/AAAAAAAAAF8/2AiubmPWS4w/s72-c/1610ap20_INDONESIA_RAMADAN_PRAYERS_712112116102004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-2493419201553440224</id><published>2008-12-02T07:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T07:35:59.299-08:00</updated><title type='text'>Romantisme Mahasiswa"</title><content type='html'>Romantisme mahasiswa adalah sebuah pencapaian yang  tak semua mahasiswa bisa merasakannya, hanya mereka yang memiliki militansi dan merasakan riuhnya gerakan mahasiswa. sebab itu semua tak ternilai harganya. &lt;br /&gt; (MaO, (LK1) HIMIKA FK Unhas. Sabtu 2 feb 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-2493419201553440224?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/2493419201553440224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/romantisme-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2493419201553440224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2493419201553440224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/romantisme-mahasiswa.html' title='Romantisme Mahasiswa&quot;'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1718621982793508664</id><published>2008-12-02T03:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T04:10:55.708-08:00</updated><title type='text'>Tulisan 1 :  Road To Baruga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STUltPIBTBI/AAAAAAAAAFk/9_gXE6Y1ak4/s1600-h/3009_Kampus_Unhas_ocha.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STUltPIBTBI/AAAAAAAAAFk/9_gXE6Y1ak4/s320/3009_Kampus_Unhas_ocha.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275163997618916370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin dalam perjalanan ke kampus Unhas di bilangan  Tamalanrea,  sepanjang jalan  aku berfikir untuk mengabadikan pengalaman menuju gedung Baruga. Sebuah gedung yang jadi saksi sejarah kehidupan bermahasiswa di kampus ini. Bukan hanya saya, melainkan ribuan sarjana yang telah melewati tangga, menkmati kursi empuk warna merah dan berdiri panggung besar di gedung itu. Sebuah gedung yang bentuknya mirip perahu jika dipandang dari lantai empat fakultas kedokteran. Sungguh indah dengan rimbunan pohon yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt; Aku ingin memulai dengan bercerita tentang gedung itu, lalu mengumpulkan serpihan-serpihan serta sketsa yang pernah aku jalani di kampus ini. Sungguh sebuah ide yng cukup cemerlang. Selain mengumpulkan sketsa yang mulai pudar, aku ingin membagi cerita tentang sulitnya berhadapan dengan birokrasi yang ketat, kehidupan kampus yang keras, ruang diskusi mahasiswa yang mulai tidak nampak, budaya pop dan perjuanganku menuju gedung itu yang bagiku cukup keras.&lt;br /&gt; Beberapa tahun lalu, Baruga memang menyihir setiap mahasiswa baru termasuk aku untuk mencintai kampus ini. Di dalam gedung itu  kejayaan Unhas digambarkan. Dan sebagai mahasiswa baru, kita hanya bisa terkagum-kagum dengan presentasi rector dan pembantu-pembantunya yang rata-rata lulusan luar negeri. Sekali lagi, dari kacamata mahasiswa baru, kita dibuat kagum dengan Unhas di dalam gedung Baruga yang mampu menampung ribuan orang. Sekali lagi Baruga memang istimewA. Gedung itu kalau tidak salah lengkapnya Baruga Andi Pangeran Pettarani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamalanra, 2 Desember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1718621982793508664?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1718621982793508664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/tulisan-1-road-to-baruga.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1718621982793508664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1718621982793508664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/tulisan-1-road-to-baruga.html' title='Tulisan 1 :  Road To Baruga'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STUltPIBTBI/AAAAAAAAAFk/9_gXE6Y1ak4/s72-c/3009_Kampus_Unhas_ocha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-235612535134644316</id><published>2008-12-01T18:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T18:16:28.785-08:00</updated><title type='text'>MENGGAGAS KEPEMIMPINAN ALTERNATIF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STSaAqwj-JI/AAAAAAAAAFU/dCx2VaC-dPs/s1600-h/PIC_0075.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STSaAqwj-JI/AAAAAAAAAFU/dCx2VaC-dPs/s400/PIC_0075.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275010399826344082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terpuruknya bangsa ini tidak terjadi begitu saja. Melainkan peran pemimpin yang tak mampu mendorong perubahan. Olehnya itu dibutuhkan pemimpin yang mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pemilihan presiden 2009 mendatang, wacana mengenai kepemimpinan alternatif terus mengemuka pada setiap dialog ataupun forum yang membahas tentang keindonesian. Hal ini tiba-tiba menjadi menjadi bagian terpenting dalam sendi kehidupan berbangsa. Pasalnya bangsa ini tetap saja mengalami krisis sejak kemerdekaan dikumandangkan oleh Ir Soekarno-Hatta 60 tahun silam. Tak ada perubahan mendasar ataupun loncatan perubahan yang progresif bagi bangsa ini. Semua bahasa tentang perubahan hanya kumpulan kata-kata yang utopis. Bangsa ini tetap saja jalan di tempat. &lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan negara lain, misalnya saja Jepang, ataupun Malaysia, Indonesia sudah ketiggalan jauh. Padahal masih lekat dalam benak kita saat kemerdekaan dikumandangkan, bangsa Jepang dibumihanguskan oleh Amerika. Lalu bagaimana dengan Malaysia, tahun 70-an, tenaga pengajar di negeri ini dikontak untuk mengajar di negeri melayu tersebut. Namun, saat ini kemajuan cukup terlihat di negeri tersebut. Sedangkan Indonesia sebagai salah satu negeri yang memiliki sumber daya alam terbesar di dunia belum beranjak dari krisis. &lt;br /&gt; Indonesia hari ini adalah bangsa yang mengalami krisis kepemimpinan, krisis ekonomi, krisis kemanusiaan, kemiskinan, kebodohan, korupsi merajalela, dan terancam terpecah akitbat disintegrasi bangsa. Wajah bangsa ini jelas bukan hal yang begitu saja terjadi, melainkan pemimpin yang mengelola bangsa ini belum mampu membawa perubahan dan membuat bangsa ini lebih bermartabat merujuk pada hasil indeks pembangungan manusia yang menempatkan Indonesia pada posisi 110 dari dari 175 negara di dunia dan berada pada posisi 6 untuk negara ASEAN. Lebih rendah dari Singapura, Brunei Darussalam, diikuti Malaysia, Thailand, Vietnam, Indonesia, Kamboja, Myanmar, serta Laos.&lt;br /&gt; Jika menjadikan standar  IPM untuk mengukur kemiskinan, maka masyarakat bangsa kita adalah orang-orang yang miskin akibat krisis ekonomi yang tak pernah berhenti. Mahalnya harga kebutuhan pokok dan seringnya harga BBM dinaikkan membuat daya beli masyarakat berkurang. Sementara pemerintah tidak pernah mengambil kebijakan yang berpihak pada rakyat. &lt;br /&gt;Bagaimana dengan pendidikan, Laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bidang pendidikan, United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), yang dirilis pada Kamis (29/11/07) menunjukkan, peringkat Indonesia dalam hal pendidikan turun dari 58 menjadi 62 di antara 130 negara di dunia. Yang jelas, education development index (EDI) Indonesia adalah 0.935, di bawah Malaysia (0.945) dan Brunei Darussalam (0.965).&lt;br /&gt; Demikianlah artikulasi negara ini. Tak ada perubahan yang betul-betul mampu membawa bangsa ini menjadi negara yang bermartabat. Makanya bagi sebagian orang, kepemimpinan alternatif perlu didorong. Setidaknya ada oase yang menyejukkan di tengan gersangnya kepemimpinan bangsa. “ Yang ada saat ini merupakan tokoh lama yang sudah jelas kegagalannya,misalnya saja SBY-JK, Megawati, Gusdur dan lain-lain,” ujar Wildan. Menurut Ketua KAMMI Daerah Garut ini, mestinya ada regenerasi kepemimpinan. Utamanya keberanian menyerahkan tongkat estafet kepada politisi muda. Hal ini menjadi penting karena kaum muda itu punya semangat untuk berubah, progresif, relatif berani melakukan terobosan baru, dan tidak memiliki kesalahan ataupun dosa masa lalu. Termasuk utang budi masa lalu, tidak terlibat korupsi, dan kasus pelanggaran Hak asasi manusia. Sedangkan mereka yang sudah tua, sudah menunjukkan ke publik cara ataupun model kepemimpinannya. Namun tetap saja mengalami kegagalan. Lalu kepemimpinan yang bagaimana yang dibutuhkan?. Salah satu solusinya adalah menggagas kepemimpinan kaum muda. Nelson mandela jadi tokoh sejak dari muda, Soekarno, Hatta, Syahrir, Evo Morales, Barack Obama dan tokoh perubah lainnya memulai medorong perubahan sejak usia muda. “ Makanya kita mendorong agar anak muda diberi kesempatan, sebab mereka punya karakter yang progresif, apalagi saat ini trend kepemimpinan muda,” tambahnya. Mungkinkah pemimpin alternatif itu adalah kaum muda. “Mereka bisa menterjemahkan visi pribadi dan visi organisasi menjadi sesuatu yang nyata,” Ujar Aryanto Abidin, Wapres BEM Unhas. Lebih lanjut ia mengungkapkna pemimpin itu mestinya mampu melakukan transaksi sosial politik dengan rakyatnya. Inilah yang dikenal dengan kontrak politik. Dan hanya anak muda yang mampu menerjemahkan hal tersebut.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mao)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-235612535134644316?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/235612535134644316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/menggagas-kepemimpinan-alternatif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/235612535134644316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/235612535134644316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/12/menggagas-kepemimpinan-alternatif.html' title='MENGGAGAS KEPEMIMPINAN ALTERNATIF'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/STSaAqwj-JI/AAAAAAAAAFU/dCx2VaC-dPs/s72-c/PIC_0075.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3041619953100488931</id><published>2008-11-25T00:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T00:29:38.977-08:00</updated><title type='text'>UNHAS DAN PRIVATISASI PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SSu2F-mwPYI/AAAAAAAAAFM/8cRigMWw654/s1600-h/DSC_0202.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SSu2F-mwPYI/AAAAAAAAAFM/8cRigMWw654/s400/DSC_0202.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272508002588441986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Pendidikan benar-benar menjadi komoditas dagang dalam benak masyarakat kita (Lihat Roem Topatimasang; "Sekolah itu Candu" ,1998) &lt;br /&gt;Apa yang diungkapkan oleh Roem Tomatipasang pada dasarnya merupakan sebuah kritik social terhadap pendidikan hari ini. Sejatinya pendidikan adalah sebuah proses yang bisa memanusiakan manusia. Itu kata Paulo freire yang melihat dari sisi humanistik. Memang wajar jika Freire berfikir demikian. Pasalnya, pendidikan jadi salah satu wadah untuk menjadikan setiap manusia memahami esensi kemanusiaannya dan sumbangsihnya terhadap ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan Mansoer Fakih (2001). Pertama, pendidikan dipahami sebagai wahana untuk menyalurkan ilmu pengatahuan, pembentukan watak serta media untuk meningkatkan keterampilan kerja. Kedua, pendidikan sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai moral serta ajaran keagamaan dan meningkatkan taraf ekonomi dan status sosial. Ketiga, wahana untuk memanusiakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang kemudian dituangkan dalam pembukaan UUD 1945. Termasuk upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab, pendidikan diyakini mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dari penjajahan, kemiskinan, kebodohan. Tingkat pendidikan manusia indonesia saat ini cukup jauh. Peringkat 111 dari 167 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan sejatinya adalah hak bagi setiap warga negara dan pemerintah wajib untuk menyalurkan anggaran pendidikan 20 %. Sebab hal itu yang terangkum dalam undang-undang. Dalam artian, pemerintah diamanatkan pasal 31 UUD 45 untuk membiayai warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, realitas hari ini tidak seperti itu. Pemerintah lebih memilih menandatangani General Agreementon Tradein Services (GATS). Pada perjanjian Organisation WorldTrade (WTO). Hal ini kemudian dikenal dengan Konsensus Washington. itulah awal dari skenario libealisasi di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebagai projec awal, pemerintah melalui BHMN melakukan privatisasi terhadap PTN. Maka jadilah UI,ITB,UGM,IPB berubah status jadi perguruan BHMN. Sejak 2003 itu, perguruan tinggi ini teru menaikkan anggaran pendidikannya hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagai mana dengan unhas?. Latah kemudian menjangkiti para birokrat kampus. Lihat saja sampai 2008 ini Unhas melakukan penerimaan mahasiswa baru sampai 8 jalur. Dan sejak tahun 2003 biaya SPP mahasiswa mulai dinaikkan. Terakhir 5 tahun kemudian SPP mahasiswa kembali naik. Dengan dalih unhas menerima lewat jalur ekstensi. Padahal, alasan awalnya hanya untuk mengisi kursi yang kosong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismawan as&lt;br /&gt;Mahasiswa Unhas 03&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3041619953100488931?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3041619953100488931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/11/unhas-dan-privatisasi-pendidikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3041619953100488931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3041619953100488931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/11/unhas-dan-privatisasi-pendidikan.html' title='UNHAS DAN PRIVATISASI PENDIDIKAN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SSu2F-mwPYI/AAAAAAAAAFM/8cRigMWw654/s72-c/DSC_0202.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3366439719524850176</id><published>2008-11-10T18:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T18:15:56.599-08:00</updated><title type='text'>HUJAN</title><content type='html'>Hujan kemarin mengingatkanku tentang peristiwa pada masa lampau. Begitu lekat dalam benakku hingga membuat tatapanku nanar jauh ke arah tamalanrea. Dari gedung tingkat 4 LAN Antang kuamati hujan yang makin deras, ia membasahi kaca jendela. Bulirnya berlomba-lomba menuju tanah. Serasa ingin mencumbui semesta yang terdapat pada bumi. Dari kaca jendela, aku mendengar keriangan dan merasakan kegembiraan hujan. Wajar saja hal itu terjadi, soalnya baru pertama kali turun ke bumi selama beberapa bulan mengitari angkasa. Ada kerinduan yang begitu Dalam menyapa hatiku. Namun, semuanya hanya ada dalam kenangan. Inilang mungkin yang sebagian teman-teman aktivis kenal sebagai filosofi plato. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, hujan perlahan mulai berhenti. Orang-orang mulai beraktivitas kembali setelah berteduh di beberapa rumah penduduk. Hujan kali ini menyisakan perasaan hampa yang tak berujung. Dari jauh tamalanrea terlihat sepi dengan orang-orang yang kehilangan. Kehilangan rasa kemanusiaan, keadilan dan cinta damai. Hujan kali ini datang mengembalikan rasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home,latimojong, 11 november 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3366439719524850176?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3366439719524850176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/11/hujan.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3366439719524850176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3366439719524850176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/11/hujan.html' title='HUJAN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8722803958387778267</id><published>2008-09-15T20:48:00.001-07:00</published><updated>2008-09-15T20:49:24.159-07:00</updated><title type='text'>Jelang Buka Puasa, Makassar Macet</title><content type='html'>Tak seperti biasanya, jalan Abdullah Dg Sirua macet total. Kendaraan tumpah ruah di jalan. Entah apa yang membuat setiap pengendara Mobil, motor saling berebutan di jalan yang sempit itu. Aturan lalu lintas sepertinya sudah tak diindahkan lagi. Mereka menyerobot dan walhasil macet. Ini macet yang ke dua terbesar di makassar setelah beberapa bulan lalu jalan tol di tutup karena banjir. Kala itu kemacetan di makassar tak bisa dihindarkan. Bahkan, hingga jam 3 subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini berbeda, kemacetan yang terjadi saat ini bukan karena jalan tol ditutup.Melainkan hasrat untuk segera sampai di rumah membuat para pengendara tak peduli lagi dengan aturan. Paling parah, seorang bapak mengangkat motornya ke trotoar yang memiliki tinggi ¼ meter. Bapak tua itu dengan susah payah mengangkat motor yamaha tempo dulu miliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang buka puasa, di beberapa sudut kota makassar memang jadi macet. Volume kendaraan tak seperti biasanya. jika beduk berbuka telah berbunyi, maka berbuka di jalanan akan jadi pilihan utama. Di saat seperti ini rupanya masih ada masyarakat yang berbaik hati. Di pinggir trotoar, mereka menaruh aqua satu dos. Jadi setiap warga yang terjebak macet bisa mammpiri di tempat itu. Berbuka Sambil menunggu jalanan sepi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8722803958387778267?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8722803958387778267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/09/jelang-buka-puasa-makassar-macet.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8722803958387778267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8722803958387778267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/09/jelang-buka-puasa-makassar-macet.html' title='Jelang Buka Puasa, Makassar Macet'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4270517495987180823</id><published>2008-09-15T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T20:46:01.190-07:00</updated><title type='text'>Parade ramadhan : Mencari Kedamaian</title><content type='html'>Minggu petang, seorang kawan mengirim pesan singkat. Isinya mengingatkan jika hari Senin-Selasa akan diadakan training ESQ di Graha pena khusus untuk mahasiswa STIM Nitro Fajar. Kebetulan, sebagai alumni angkatan emas mahasiswa. Kami bisa datang, dengan satu syarat, kartu alumninya dibawa.&lt;br /&gt; Sebetulnya agenda hari senin itu adalah menyelesaikan titah untuk segera menyelesaikan laporan pkl dan persiapan skripsi yang masih belum tersentuh. Saat bersamaan pula, seorang kawan mewanti-wanti untuk ikut kelas MEST di Gedung PKP Unhas. Menjadi orang yang bingun pun menyergap pada hati kecilku. Susah menentukan  pilihan pun menghampiri. Sekali lagi saya mengadapi situasi yang membutuhkan kecermatan dalam memilih, ikut ESQ dengan tidak sebagai apa-apa, ikut MEST di Unhas dengan Sertifikat internasional, atau mulai belajar mencintai perpustakaan.&lt;br /&gt; Sekali lagi kutimbang untuk memilih kemana langkah ku hari itu. Sejenak kuingat pesan seorang kawan sebuah pertemuan kemarin. Bahwasanya jangan menjadi orang yang peragu. Sebab semuanya akan terasa sulit. Takut inilah, itulah,,dll. Pada kondisi seperti ini, posisi ku memang berada satu fase dengan peragu. Sulit menentukan pilihan. Namun, nasehat kemarin membuat segenap jiwaku untuk tetap melangkah. “Ah ke ESQ saja,” bisikku dalam hati.&lt;br /&gt; Setelah menyelesaikan subuh dan tadarrusan di Masjid Raya, bergegas aku ke Graha Pena. Disana sudah menunggu ratusa nmahasiswa yang siap-siap ikut training. Di gedung megah itu, aku bertemu teman lama yang sering mengingatkan. Dulu kami masih sering jalan di sudut kampus unhas. Seperti biasa dengan gaya yang semangat ia menjelaskan perkembangan training ini. Dari kampus-ke kampus telah diadakan training. Namun, mahasiswa unhas belum mendapat kesempatan ikut. Pasalnya birokrasi kampus masih belum ngeeh dan jumawa menerima training ini. Serasa malu melihat kampus lain yang bersemangat, sementara kampus kita belum tersentuh.&lt;br /&gt; Satu hal yang membuat aku selalu ingin datang ke tempat itu karena Author Journey yang dilakukan senantiasa mengingatkan siapa diri kita sebenarnya. Dengan pengetahuan yang cemerlang. Pemateri memberikan tauziyah dan mengingatkan keberadaan manusia di hadapan Tuhannya. Emosional membuncah ketika sentuhan keimana kembali dipertanyakan. Betapa selama ini kita berjalan di muka bumi dengan sombong dan selalu mengejar materi duniawi. Hingga melupakan sang pemberi kehidupan. &lt;br /&gt;Setiap training, aku selalu mendapati diriku berda dalam kedamaian. Sentuhan terhadap emosi membuat aku bisa merasakan kedekatan dengan Tuhan ku dan spitualitas yang ada memintaku selalu melihat masa depan. ”kemanapun kau hadapkan wajahmu, disanalah Allah berada,”..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4270517495987180823?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4270517495987180823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/09/parade-ramadhan-damai-bersama-esq.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4270517495987180823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4270517495987180823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/09/parade-ramadhan-damai-bersama-esq.html' title='Parade ramadhan : Mencari Kedamaian'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-58964982770861909</id><published>2008-08-27T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T21:02:34.770-07:00</updated><title type='text'>: 2,9 Juta SMS Sejam Hanya untuk Obama</title><content type='html'>Kandidat presiden Amerika dari partai Demokrat, Barrack Obama, telah melakukan voting melalui pesan text dari ponsel, dalam rangka pemilihan wakilnya, juga memberi harga pengiriman pesan text sebesar 10 cent per pesan. Banyak tulisan “inilah wakil presidenku…” dalam pesan text yang terkirim dari pendukung Obama. Berdasarkan survey Nielsen, jumlah bill pulsa yang diperoleh mencapai USD 290.000, yang berarti telah terdapat SMS kampanye dari 2.9 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Nielsen divisi Mobile, telah melakukan perhitungan dan memonitoring sekitar 40.000 SMS di U.S dan kemudian finalnya mencapai 2.9 juta. “Pesan mengenai calon wakil presiden ini dikirim dalam waktu satu jam pada Jumat malam, dari banyak account user yang telah mendaftar sebelumnya. Namun, metode ini telah dikritik karena tidak berguna sama sekali. Hal ini dikarenakan pers melaporkan bahwa Obama telah memilih Senator Joseph Biden of Delaware sebagai wakilnya sebelum pendukungnya memiliki kesempatan untuk menekan tombol ‘send’ demi pesan text yang penting tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sementara banyak yang mengkritisi, namun pemilihan wakil Obama melalui pesan text tetap menjadi pesan text yang penting untuk dikirimkan dan salah satu kesuksesan penggunaan brand media mobile.’, kata Nielsen, yang juga menambahkan bahwa terdapat 116 juta orang Amerika yang aktif menggunakan pesan text. Nielsen menjelaskan, pesan text kebanyakan berisi 26 kata dan diterima oleh 2.9 juta orang. Hal ini merupakan tips Obama untuk mempromosikan brand dirinya dan menarik perhatian public demi membuat list supporternya untuk memilihkan calon wakilnya melalui ponsel. beritanet.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-58964982770861909?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/58964982770861909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/08/29-juta-sms-sejam-hanya-untuk-obama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/58964982770861909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/58964982770861909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/08/29-juta-sms-sejam-hanya-untuk-obama.html' title=': 2,9 Juta SMS Sejam Hanya untuk Obama'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1481292275768429146</id><published>2008-08-27T20:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T21:00:56.946-07:00</updated><title type='text'>: Jenis Kepribadian Enterpreneur</title><content type='html'>Banyak sekali pebisnis yang sukses di luar sana. Sebut saja, Bill Gates yang visioner atau Donald Trump yang bertipe superstar, dan sebagainya. Berikut ini merupakan tipe kepribadian seorang pebisnis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visionary, berarti membangun segala bisnisya berdasarkan visi ke depan dan penuh dengan pemikiran pendirinya. Pebisnis tipe ini akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu membuat perencananaa matang untuk menghindari sekecil mungkin resiko yang mengahdang. Pebisnis tipe visioner, cenderung lebih mengadalkan mimpinya sehingga sering tidak menyadari realitas yang ada. Untuk itu, pebisnis tipe ini harus ingat bahwa setiap keinginan, harusnya diwujudkan dengan tindakan yang nyata. Contoh pebisnis tipe visioner seperti Bill Gates, mantan pendiri Microsoft Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Superstar, berarti seorang pebisnis yang memiliki charisma dan berenergi tinggi. Pebisnis tipe ini akan membangun perusahaan sesuai dengan brand image diri mereka. Pebisnis tipe superstar merupakan pekerja keras, atau bisa dibilang workaholic, dan cenderung sangat kompetitif. Contohnya pada Donald Trump, CEO Trump Hotel dan Casino Resort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Healer, berarti seorang pebisnis yang kuat dan mampu bertahan dalam kondisi seberat apapun. Pebisnis tipe ini memiliki kemampuan luar biasa yang dipadu dengan ketenangan dari dalam. Pebisnis tipe healer ini merupakan seorang ‘penyembuh’, dan pebisnis tipe ini menjadi terlalu berharap hingga hampir menjauhi realita. Contohnya Ben Cohen, salah satu pendiri Ben dan Jerry Ice Cream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hero, pebisnis tipe ini akan memimpin dunia dan dapat melalui segala macam tantangan. Pebisnis tipe Hero dapat membuat bisnis perusahaannya menjadi besar. Pebisnis tipe ini lebih banyak mengumbar janji dan menggunakan taktik untuk mendapatkan sesuatu yang tidak akan bertahan lama. Pebisnis tipe ini seharusnya menyadari kemampuannya untuk memimpin perusahaan menuju kesuksesan. Contoh pebisnis tipe ini, Jack Welch, CEO GE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analyst, pebisnis tipe ini merupakan orang yang hebat dalam mengatasi masalah. Pebisnis tipe ini akan menyelesaikan masalah dengsecara sistematis, dan berbasis ilmu pengetahuan atau keahlian teknis. Pebisnis dengan tipe ini harus berhati-hati ketika mengalami kebuntua analisa, dan mungkin bisa mempercayai kemampuan orang lain untuk membantunya. Contohnya Gordon Moore, pendiri Intel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artist, pebisnis tipe ini memiliki kreativitas tinggi, dan biasanya ditemukan di perusahaan periklanan, desain, dan sebagainya. Namun, pebisnis tipe ini suka menyendiri seperti layaknya penyuk seni lainnya, dan cukup sensitive dengan respon pelanggannya. Contohnya Scott Adams, pendiri Dilbert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fireball, pebisnis tipe ini akan selalu bersemangat dan hidup dalam keoptimisan. Pebisnis tipe ini selain enerjik dengan perilaku yang menyenangkan, namun juga cenderung memiliki komitmen berlebihan sehingga menjadi terlalu impulsive. Contohnya Malcolm Forbes, pendiri Forbes Magazine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Improver, pebisnis tipe ini akan menonjolkan kemampuannya yang suka memperbaiki. Sifat Improver membuat pebisnis menjadi lebih kokoh dan memiliki integritas tinggi dalam menjalankan bisninsnya. Namun, pebisnis tipe ini cenderung perfeksionis dan terlalu kritis terhadapa pelanggan. Contohnya Anita Roddick, pendiri The Body Shop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Advisor, pebisnis tipe ini lebih suka menyumbangkan saran dan ide tingkat tinggi bagi pelanggannya. Pebisnis tipe ini akan melakukan apa saja untuk menyenangkan pelanggan karena pelanggan dianggapnya aalah raja. Namun, pebisnis tipe ini malah terlalu focus dengan pelanggannya, sehingga lebih sering mengabaikan kebutuhan mereka sendiri sebagai entrepreneur, dan bahkan mereka bisa kelelahan sendiri jika harus memuaskan semua pelanggan. Contohnya John W. Nordstrom, pendiri Nordstor--beritanet.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1481292275768429146?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1481292275768429146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/08/jenis-kepribadian-enterpreneur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1481292275768429146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1481292275768429146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/08/jenis-kepribadian-enterpreneur.html' title=': Jenis Kepribadian Enterpreneur'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8303197049499833692</id><published>2008-07-30T20:06:00.000-07:00</published><updated>2008-11-25T00:27:37.519-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Perlu Ada HARI TANPA TV??</title><content type='html'>Sekitar 60 juta anak Indonesia menonton TV selama berjam-jam hampir sepanjang hari. Apa yang ditonton? Anak-anak menonton acara TV apa saja karena kebanyakan keluarga tidak memberi batasan yang jelas. Mulai dari acara gosip selebritis; berita kriminal berdarah-darah; sinetron remaja yang penuh kekerasan, seks, intrik, mistis, amoral; film dewasa yang diputar pada pagi, siang dan sore hari; penampilan grup musik Indonesia maupun luar yang berpakaian seksi dan menyanyikan lagu dengan lirik orang dewasa; sinetron berbungkus agama yang banyak menampilkan rekaan azab, hantu, iblis, siluman, dan seterusnya. Termasuk juga acara anak yang sebagian besar berisi adegan yang tidak aman dan tidak pantas ditonton anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau anak-anak kita adalah satu dari mereka yang tiap hari harus menelan hal-hal dari TV yang jelas-jelas tidak untuk mereka tapi untuk orang dewasa. Anak-anak akan sangat berpotensi untuk kehilangan keceriaan dan kepolosan mereka karena masuknya persoalan orang dewasa dalam keseharian mereka. Akibatnya, sering terjadi gangguan psikologi dan ketidakseimbangan emosi dalam bentuk kesulitan konsentrasi, perilaku kekerasan, pertanyaan-pertanyaan yang ‘di luar dugaan’ dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit anak yang beruntung bisa memiliki berbagai kegiatan, fasilitas, dan orangtua yang baik sehingga bisa mengalihkan waktu anak untuk hal-hal yang lebih penting daripada sekadar menonton TV. Namun jutaan orangtua di Indonesia pada umumnya cemas dan khawatir dengan isi siaran TV kita. Kalangan industri televisi punya argumentasi sendiri mengapa mereka menyiarkan acara-acara yang tidak memperhatikan kepentingan anak dan remaja. Intinya, kepentingan bisnis telah sangat mengalahkan dan menempatkan anak dan remaja kita sekadar sebagai pasar yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya. Dan ketahuilah, meski stasiun TV sudah mulai memperbaiki isi siaran mereka, namun hal itu tetap tidak bisa menghilangkan kesalahan mereka di masa lalu dalam memberi ‘makanan’ yang merusak jiwa puluhan juta anak Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah maupun institusi lain, terbukti tidak mampu membuat peraturan yang bisa memaksa industri televisi untuk lebih sopan menyiarkan acaranya. Sehingga, tidak ada pilihan lain kecuali individu sendiri yang harus menentukan sikap menghadapi situasi ini. Anggota masyarakat yang bersatu dan memiliki sikap yang sama untuk menolak perilaku industri televisi kita, akan menjadi kekuatan yang besar apabila jumlahnya makin bertambah. Penolakan oleh masyarakat yang merupakan pasar bagi industri televisi, pada saatnya akan menjadi kekuatan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah perlu ada gerakan HARI TANPA TV pada tanggal 23 Juli 2006 yang akan membuktikan bahwa apabila masyarakat bisa bersatu melakukan penolakan terhadap perilaku industri televisi, maka sejak saat itulah kita bisa berharap ada perbaikan. Jadi, berikanlah dukungan dan bergabunglah untuk mengikuti HARI TANPA TV. Pada hari itu, matikan TV selama sehari dan ajaklah anak-anak untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diposting dari kidia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8303197049499833692?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8303197049499833692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/07/mengapa-perlu-ada-hari-tanpa-tv.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8303197049499833692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8303197049499833692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/07/mengapa-perlu-ada-hari-tanpa-tv.html' title='Mengapa Perlu Ada HARI TANPA TV??'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8106699290960241945</id><published>2008-07-10T10:10:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T10:28:35.343-07:00</updated><title type='text'>UANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_8k2B9Bdhb8k/SHZGViOsiZI/AAAAAAAAADw/iYqjIoaXDfI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_8k2B9Bdhb8k/SHZGViOsiZI/AAAAAAAAADw/iYqjIoaXDfI/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221438153762310546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam tinjauan historis, pada mulanya uang adalah benda yang dipakai dalam proses pertukaran. Hal ini muncul setelah adanya kesulitan yang dialami oleh nenek moyang dalam barter, yaitu susahnya mempertemukan orang-orang yang saling membutuhkan dalam waktu bersamaan. Inilah yang mendorong manusia menciptakan kemudahan dalam pertukaran. Maka ditetapkanlah benda-benda tertetu sebagai alat tukar. Misalnya bangsa Romawi menetapkan garam sebagai alat tukar atau Inggris yang menyebut upah sebagai &lt;i style=""&gt;Salari&lt;/i&gt; yang berasal dari bahasa latih S&lt;i style=""&gt;alarium &lt;/i&gt;(garam). &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Zaman pun makin berkembang, pertukaran barang dan jasa menuntut adanya benda yang lebih praktis lagi, disepakatilah uang sebagai alat tukar, meski tiap negara memiliki perbedaan dalam nilai alat tukar itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Kini, uang bukan hanya sebagai alat tukar, tapi merupakan sebuah alat yang bisa ‘membeli’ apa saja. Bahkan sebagian orang mengganggap uang bisa menggadaikan idealisme. Apatah lagi mahasiswa yang sedang mencari jati dirinya. Masyarakat kini makin terbuai oleh uang. Lebih radikal lagi sampai ada yang memuja-muja benda itu, hingga ungkapan uang sebagai “Tuhan” baru tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asing lagi kita dengar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;Masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak pernah berpikir panjang, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berpikir panjang (untuk negaranya), itulah ucapan Prof.Toshiko Kinoshita, Universitas Waseda Jepang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Kompas, 24 Mei 2002). Asumsi itu cukup beralasan, pasalnya masyarakat kita beramai-ramai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengejar dan mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Alhasil, fragmen-fragmen sosial dalam masyrakat makin besar. Terjadi kesenjangan yang besar antara penguasa, pemodal dan si miskin. Bukan hanya itu, individualistik pun makin menyebar di masyarakat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dalam konteks pendidikan, uang memiliki pengaruh yang cukup besar. Betapa tidak, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi terjadi ‘pungutan’. Akibatnya yang mampu menikmati pendidikan hanya golongan yang berpenghasilan menegah ke atas saja. Sedangkan yang penghasilannya rendah, jangan harap! Pun kalau ada, pendidikan yang ditawarkan adalah yang kualitasnya paling rendah. Sedangkan yang punya banyak uang, akan menikmati pelayanan pendidikan yang &lt;i style=""&gt;yahud.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;Tuhan baru itu juga telah memasuki ranah kampus ini, adanya praktik “pungutan” di beberapa fakultas dapat jadi indikator. Adapula mahasiswa yang hanya membayar puluhan ribu untuk meluluskan mata kulianya. Ini pulalah yang membuat guru besar dan sejumlah birokrat Unhas berurusan dengan pihak berwajib. Prilaku dosen yang lebih mementingkan urusan proyek daripada mengajar, juga dipengaruhi oleh upaya menumpuk pundit-pundi ini. Walhasil, sarjana yang jumlahnya ribuan tiap tahun bisa jadi kapasitasnya ‘karbitan’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;Belakangan ini komersialisasi fasilitas kampus yang terjadi juga berujung pada uang. Ironisnya lembaga mahasiswa tak memiliki penghasilan untuk menyewa gedung di rumah sendiri. Jadi jangan heran jika mahasiswa memilih mencari tempat yang murah di luar kampus untuk pengkaderan.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;Uang memang bisa membutakan hati, membuat segalanya jadi tak bermakna. Namun, haruskah kita terjebak dalam kemewahan yang ditawarkan oleh tuhan baru ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(55, 55, 55);" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 433.5pt;" width="578"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8106699290960241945?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8106699290960241945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/07/uang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8106699290960241945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8106699290960241945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/07/uang.html' title='UANG'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_8k2B9Bdhb8k/SHZGViOsiZI/AAAAAAAAADw/iYqjIoaXDfI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6937148653682755668</id><published>2008-07-02T00:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T00:59:06.039-07:00</updated><title type='text'>SARJANA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_8k2B9Bdhb8k/SGs0bpg_EyI/AAAAAAAAADg/4sGWRP1edE0/s1600-h/PIC_0005.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_8k2B9Bdhb8k/SGs0bpg_EyI/AAAAAAAAADg/4sGWRP1edE0/s320/PIC_0005.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218322242844168994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hiruk pikuk terdengar dari Gedung Baruga A.P.Pettarai, ratusan sampai ribuan orang memadati seisi gedung, bahkan melebar sampai ke luar gedung.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Hari itu ratusan sarjana lulusan strata satu dan diploma tiga Unhas sedang diwisuda. Wajah-wajah mereka terlihat cerah, terseyum sumringah, sembari mengangkat toga merayakan ‘kemenagan’. Kemenangan yang sudah dinanti selama bertahun-tahun. Yang pasti melewatinya penuh dengan perjuangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menjadi sarjana merupakan impian setiap mahasiswa, ada haru yang terendap saat nama kita disebut dalam rapat senat luar biasa tersebut. Tepukan tangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan sorak seisi gedung menggema, apalagi jika berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Euforia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; kemenangan itu lambat laun akan sirna, sebab rupanya ada risau yang menunggu. Cemas dan takut tak lagi menyandang berpredikat sebagai mahasiswa. Pasalnya setelah ini apa lagi yang mesti dilakukan. Bagi sebagian orang, keharusan menjadi sarjana merupakan berkah dan &lt;i style=""&gt;prestise&lt;/i&gt; tertinggi dalam hidupnya, namun sebagian lain menganggap ini adalah mimpi buruk. Apatah lagi kalau bukan karena takut jadi bagian dari sarjana pengangguran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sampai tahun ini, Unhas sebagai lokus pendidikan di Indonesia Timur telah berhasil meluluskan kurang lebih 80 ribu mahasiswa strata satunya. Lulusan-lulusan tersebut sebagian besar telah jadi ‘orang’. Mereka tersebar di seluruh negeri ini. Hal ini terungkap saat reuni 50 tahun Unhas lalu. Beragam kerja yang dilakoni, ada yang sesuai dengan disiplin ilmunya, ada pula yang tak sesuai dengan disiplin ilmunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Namun, kita tak mesti berbangga, sebab Unhas juga merupakan salah satu penyumbang tingginya angka pengangguran di negeri ini. Tercatat dari tahun 1997 sampai 2007 pengangguran yang berkisar hanya 4.18 juta melonjak menjadi 11 juta. Kemudian ini diperparah dengan krisis ekonomi yang terjadi, dimana pemerintah tak mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi penganguran tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika kita melihat lebih jauh, lulusan-lulusan kampus ini rupanya tak mampu bersaing dengan sarjana dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah mada, Institut Pertanian Bogor, dan Institut Teknologi Bandung. Kualitas lulusan universitas terkemuka di Jawa ini masih setingkat di atas Unhas. Walhasil, kalah bersaing jadi kendala menghadapi dunia kerja. Universitas tak sepenuhnya dipersalahkan. Pasalnya universitas bukan politeknik, atau institut kejuruan yang memang mengajarkan sampai hal-hal yang teknis. Namun, lebih pada penguatan kapasitas building melalui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendidikan, penelitian sampai pada taraf pengabdian masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Yang jadi masalah, rupanya &lt;i style=""&gt;resources&lt;/i&gt; kampus ini belum mampu dikelola dengan baik, hingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. &lt;i style=""&gt;Overloaded &lt;/i&gt;(kelebihan mahasiswa) juga merupakan salah satu faktor. Bayangkan saja, Unhas yang dirancang menampung kurang lebih 15 ribu mahasiswa saja, malah naik jadi 30 ribu mahasiswa. Akhirnya suasana belajar yang diharapkan kondusif jauh dari impian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jumlah pengangguran ( individu yang tak punya pekerjaan atau sumber pendapata yang tetap) yang terus meningkat menimbulkan kehawatiran akan adanya &lt;i style=""&gt;lost generation&lt;/i&gt;. Tahun ini, Unhas mencoba berperan dengan merancang Unit Pelaksana Teknis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Joblessment. Ini disediakan bagi para alumni untuk mempermudah akses mencari kerja. Selain itu, juga ada pelatihan atau kursus singkat peningkatan kapasitas. Namun, sepenuhnya kita tak berharap banyak pada UPT ini. Namun, ada secercah harapan buat para alumni baru. Setidaknya mimpi buruk jadi sarjana pengguran bisa sedikit terobati. Kita akan senantiasa setia menunggu Unhas mampu menghasilkan alumni yang mampu bersaing di tingkat global. &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;        salam mao- yang masih mahasiswa  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6937148653682755668?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6937148653682755668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/07/sarjana.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6937148653682755668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6937148653682755668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/07/sarjana.html' title='SARJANA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_8k2B9Bdhb8k/SGs0bpg_EyI/AAAAAAAAADg/4sGWRP1edE0/s72-c/PIC_0005.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-2087625067492915666</id><published>2008-06-29T01:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-29T01:50:59.263-07:00</updated><title type='text'>SAJAK YANG TAK PERNAH SAMPAI</title><content type='html'>Seperti selalu kubilang&lt;br /&gt;serasa ada yang pergi dibawa angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada pesan&lt;br /&gt;apatah lagi jejak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sudut jalan&lt;br /&gt;kita hanya bisa diam&lt;br /&gt;memandangi senja yang tak lagi ramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 29 juni 08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-2087625067492915666?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/2087625067492915666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/sajak-yang-tak-pernah-sampai.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2087625067492915666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2087625067492915666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/sajak-yang-tak-pernah-sampai.html' title='SAJAK YANG TAK PERNAH SAMPAI'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3620723563214929731</id><published>2008-06-24T08:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T08:35:12.519-07:00</updated><title type='text'>SUATU PAGI DI PASAR KAGET</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SGEUD7AKf-I/AAAAAAAAADY/ajtYyKLLSzs/s1600-h/memilih+sayuran2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SGEUD7AKf-I/AAAAAAAAADY/ajtYyKLLSzs/s320/memilih+sayuran2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215471901082288098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sejak pukul &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; subuh hari, jalan Dr. J. Leimena, Tello Baru, wilayah Kecamatan Panakukang nampak mulai dipenuhi pedagang kecil. Orang &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt; biasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyebutnya&lt;i style=""&gt; Pa’gandeng. &lt;/i&gt;Jualan mereka tak lebih dari sayuran, pisang, jagung, umbi-umbian dan ikan. Setiap pagi, aktivitas di pasar kaget ini selalu ramai. Sekitar pukul 06.30 wita, tenggat waktu berjualan di tempat itu telah habis, satu persatu &lt;i style=""&gt;pa’gandeng&lt;/i&gt; ini pun pergi mencari lokasi jualan baru atau keliling &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan sepeda. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Soalnya, jika tetap bertahan, polisi akan mengusir para pedagang ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pedagang kecil yang menjual di pasar kaget ini ternyata bukan masyarakat yang bermukim sekitar wilayah Tello, Makassar. Mereka (prdagang, red) jauh-jauh datang dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa. Ini tak lain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. &lt;/span&gt;Di pasar ini, duit hasil jualan sayur bisa sampai Rp 60 ribu. Sayur yang tak laku pun &lt;i style=""&gt;digandeng&lt;/i&gt; keliling &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;. Keuntungan yang diterima setiap hari berkisar antara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu. “Itu pun jika semuanya laku terjual,” ujar Daeng…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Pagi itu, saya berada diantara mereka. Mereka nampak bahagia jika jualannya ada yang laku. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Namun, suasana jadi lain jika pembeli tak jadi mengambil jualannya. Tingkah mereka beracam-macam, ada yang amat semangat menawarkan jualannya, ada juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang hanya duduk termenung, menikmati sebatang rokok menunggu ada yang mau melirik dagangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Potret pedagang kecil ini hanya sebagian kecil dari kaum urban yang mencari kehidupan di Kota Makassar. Karena tuntutan hidup, sejak pukul tiga dinihari mereka rela menempuh puluhan kilometer dengan sepeda tua. Waktu yang biasanya sebagian besar orang gunakan untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;istirahat. Pun saat matahari mulai beranjak naik di ufuk timur mereka mesti menggulung tikar. Karena jika tidak, petugas akan memaksa mereka meninggalkan tempat itu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(p&lt;i style=""&gt;!&lt;/i&gt;) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3620723563214929731?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3620723563214929731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/suatu-pagi-di-pasar-kaget.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3620723563214929731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3620723563214929731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/suatu-pagi-di-pasar-kaget.html' title='SUATU PAGI DI PASAR KAGET'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SGEUD7AKf-I/AAAAAAAAADY/ajtYyKLLSzs/s72-c/memilih+sayuran2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3952724258123176221</id><published>2008-06-22T07:08:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T07:25:57.341-07:00</updated><title type='text'>BERDAMAI DENGAN LUKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SF5gnYc56XI/AAAAAAAAADQ/yikbiX7ZiLU/s1600-h/IMG_0450.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SF5gnYc56XI/AAAAAAAAADQ/yikbiX7ZiLU/s320/IMG_0450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214711648236464498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk kedua kalinya aku mendengar serpihan kalimat itu. Pertama beberapa hari yang lalu saat seorang teman sedang asyik berbicara dengan seorang wartawan di kota ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kedua, sore tadi saat senja mulai menuruni langit dan hilang ditelan rindangnya pepohonan kampus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang terjadi pada temanku ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Tak seperti biasa ia datang lebih sore. Biasanya ia datang saat malam mulai beranjak. Saat kudapati Begitu pulas ia tidur di ruang tengah. Aku tak berani membangunkannya. Sepertinya ia sedang melepas lelah yang selalu menghampirinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam saat terakhir bertemu, ia sempat berujar jika akan mengisi materi pengkaderan di Himpunan mahasiswa islam. Hal ini diperkuat dengan baju yang ia pakai. Corak bertulis HMI dan berwarna hitam dengan motif warna hijau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ia terlihat ceria dan bahagia. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Namun kali ini kulihat ia demikian kalah. Untuk kedua kalinya kehilangan handphone; ”Nmpaknya kebiasaannya belum bisa hilang dari mental orang agraris; tak bisa menjaga perabotan teknologi, ” itu kata kakak senior Tyang juga wartawan di trans TV.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menjelang magrib, ia pulang ke pondokan yang jaraknya sekitar 1 km. Di dekat tangga &lt;i style=""&gt;identitas &lt;/i&gt;aku mendapatinya memandangi gedung rektorat Unhas yang menjulang angkuh dan sombong. Seperti sebagian besar para punggawa yang mendiami gedung itu. ” sepertinya kita memang mesti sering berdamai dengan luka,” ujarnya dengan wajah lesu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;kawan, kadang-kadang kita mesti menyisihkan ruang dalam dada ini untuk sedikit luka. Dan berdamai dengan luka merupakan hal yang biasa. Bukan sesuatu yang luar biasa. Sebab semua manusia juga mengalami hal yang sama. Mungkin kadarnya yang berbeda. Ada yang berat, ada pula yang ringan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Meski begitu,aku tetap kawanmu. Yang selalu ada jika saja ada hal yang membuat hari-hari indah terbengkalai dengan hal-hal yang tak terduga. Atau sekadar berbagi luka..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Meski begitu,,saya slalu ingat bahwa kita adalah anak muda yang juga generasi pejuang. ”Anak muda, jangan pernah menyerah, sebab hidup adalah resiko dari menetukan pilihan” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bukankah itu yang selalu kau bilang padaku..&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tamalanrea, 08 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mawo_as@yahoo.co.id&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3952724258123176221?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3952724258123176221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/berdamai-dengan-luka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3952724258123176221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3952724258123176221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/berdamai-dengan-luka.html' title='BERDAMAI DENGAN LUKA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SF5gnYc56XI/AAAAAAAAADQ/yikbiX7ZiLU/s72-c/IMG_0450.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1467439402178647061</id><published>2008-06-17T06:48:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T07:23:24.424-07:00</updated><title type='text'>SALAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;semalam, saat buka fs. rupanya seorang kawan mengirim testimoni.&lt;br /&gt;kira-kira begini testimoninya&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;pa kabar ya pejuang&lt;br /&gt;rindu juga bersua dirimu&lt;br /&gt;jaga bara agar tetap semangat&lt;br /&gt;jara diri agar tetap sehat&lt;br /&gt;jaga hati agar tidak sombong&lt;br /&gt;jaga pikiran agar tetap melawan kebatilan&lt;br /&gt;anak muda tidak pantas mati diatas kasur....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam Revolusi umat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                                            Rahmat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1467439402178647061?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1467439402178647061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/salam-pejuang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1467439402178647061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1467439402178647061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/salam-pejuang.html' title='SALAM'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6360103932698280486</id><published>2008-06-17T00:10:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T00:37:02.192-07:00</updated><title type='text'>MENGINGAT PERJUANGAN ITU..</title><content type='html'>sekadar mengingat masa lalu. Setiap langkah dan jejak akan menjadi artefak sejarah. Dan tiap generasi memiliki zamannya sendiri. foto-foto ini hanay mewakili betapa kerja keras dan perjuangan tak selamanya selalu selaras dengan hasil. Tapi kami belajar tentang proses yang tak semua orang pernahmencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untu saudara(i) ku. semoga langkah yang pernah kita jalani bersama tak usang dimakan zaman.&lt;br /&gt;Dan terima kasih atas warna-warni tentang kehidupan yang pernah diajarkan. Semangat itulah yang membuat kita masih punya harapan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terim kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdl8Pxzs6I/AAAAAAAAACw/KnInGbZFiFE/s1600-h/IMG_4779.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdl8Pxzs6I/AAAAAAAAACw/KnInGbZFiFE/s320/IMG_4779.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212747179406635938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar 1 : di Fekon..saat lagi orasi kecil-kecilan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdl8UkP8pI/AAAAAAAAAC4/dexT0mhaaVY/s1600-h/DSCN1637.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdl8UkP8pI/AAAAAAAAAC4/dexT0mhaaVY/s320/DSCN1637.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212747180691944082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gambar 2 : Para pejuang itu..semangatnyat ak pernah pudar..keep hamasah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdk31ctQkI/AAAAAAAAACg/EzeH4Q1mg9E/s1600-h/ISMAWAN+Magazine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdk31ctQkI/AAAAAAAAACg/EzeH4Q1mg9E/s320/ISMAWAN+Magazine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212746004107706946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gambar 2 : Ini pamflet terkeren dan paling mao suka..salute..nehh siapa yah...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdj30sHYvI/AAAAAAAAACY/yd83TEiZetY/s1600-h/JIHADISMAWAN+PAMFLET.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdj30sHYvI/AAAAAAAAACY/yd83TEiZetY/s320/JIHADISMAWAN+PAMFLET.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212744904392270578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar 1 : salah satu pamlet untuk memenagkan jimao pada pemilu BEM Unhas. ( yang buat siapa yah..??)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6360103932698280486?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6360103932698280486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/mengingat-perjuangan-itu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6360103932698280486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6360103932698280486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/mengingat-perjuangan-itu.html' title='MENGINGAT PERJUANGAN ITU..'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFdl8Pxzs6I/AAAAAAAAACw/KnInGbZFiFE/s72-c/IMG_4779.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-9149568037734423413</id><published>2008-06-16T20:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T20:56:03.838-07:00</updated><title type='text'>LIMA TAHUN YANG BERARTI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFc0krxe8sI/AAAAAAAAACQ/vKEHMexyjRM/s1600-h/3009_Kampus_Unhas_ocha.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFc0krxe8sI/AAAAAAAAACQ/vKEHMexyjRM/s320/3009_Kampus_Unhas_ocha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212692898534847170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kemarin, Senin, saat berniat ke fakultas untuk mengurusi surat-surat kelengkapan praktek kerja lapangan, rencana awal ingin naik motor. Namun, parkiran yang cukup padat membuat motor kesayanganku tak bisa keluar. Akhirnya jalan kaki menjadi solusi terakhir. Seperti biasa, untuk sampai ke tujuan, menyusuri koridor-koridor fakultas jadi bagian dalam perjalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Inilah awal semuanya mulai bermakna. Setelah lima tahun melangkahkan kaki di kampus ini. Semuanya serasa terkikis oleh waktu yang tak pernah berhenti. Sementara aku masih berjuang menghadapi hari-hari yang makin tak ramah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Lima tahun lalu, sebuah masa yang membuat setiap yang bergelar mahasiswa punya euforia kemenangan. Kemenangan atas diri sendiri yang mampu menjadikannya mahasiswa. Pasalnya di mata masyarakat, gelar ini punya &lt;i style=""&gt;prestise&lt;/i&gt; tersendiri. Nilai jualnya tinggi, apalagi ketika mampu jadi mahasiswa teladan, atau berprestasi atau mampu bersuara menegakkan kebenaran, menjadi pemimpin organisasi tingkat fakultas, universitas. Begitulah kira-kira pandangan masyarakat yang pernah ketemu denganku. Pokoknya, mahasiswa itu memiliki kelebihan dari siswa ataupun lulusan sma yang langsung kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mahasiswa, kata itu selalu jadi bahan diskusi setiap kali ada pengkaderan .mahasiswa baru ataupun tingkat lanjut. Pokoknya, di dalam kata itu tersirat sebuah kebanggaan dan gerak semangat. Kata ini berasal dari perpaduan antara ’maha’ dan ’siswa’. Ternyata dalam kehidupan ini, hanya Maha Kuasa (Esa) yang memiliki kesamaan dengan Maha-Siswa. Inilah yang membuat esensi kemahsiswaan penting untuk dipahami. Kata seorang temanku, mahasiswa itu memiliki peran sebagai &lt;i style=""&gt;agen of sosial control&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;agen of change&lt;/i&gt;. Sebagai pemabaharu, pembawa perubahan, penyampai kebenaran dan meluruskan kesalahan dari pemegang kekuasaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Selain itu, mahasiswa dianggap sebagai &lt;i style=""&gt;middle class&lt;/i&gt;. Kelas menengah yang dapat menjadi jembatan antara kalangan &lt;i style=""&gt;grass root&lt;/i&gt; dengan kelompolk elit. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Tatanan nilai moral dan bebas nilai inilah yang membuat mahasiswa dipercaya untuk mengemban peran itu. Selama ini masyarakat bawah terlalu lama menderita dengan kekejaman pihak elit. olehnya itu, mahasiswa berperan menyampaikan suara rakyat miskin pada pemerintah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena pemerintah bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya. seperti dalam undang-undang ‘’orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara,”&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Selama lima tahun menjalani proses kemahasiswaan di kampus merah ini .Ada sebuah hal yang masih menjadi impian. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Namun, sekiraranya kita sadar bahwa kadang-kadang semua itu utopis dan hanya bisa jadi mimpi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semuanya akan ideal jika membayangkannya. Empat sampai lima tahun tak akan berarti apa-apa. Sebab proses kemahasiswaan di kampus ini tetap berjalan di tempat. Tak ada kemajuan yang berarti. Mahasiswa Unhas tetap terkotak-kotak, bangga dengan fakultasnya masing-masing, dan ego kefakultasan tetap melekat. Pernah suatu ketika, teman sekolah saya berujar jika di kampus ini hanya ada dua fakultas. Fakultas .tit.. dan fakultas lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semangat ke unhasan tak lebih baik dari semangat kelompok tukang becak di pinggiran jalan. Kasus perkelahian sesama mahasiswa Unhas pada sebuah aksi mahasiswa di depan DPRD Sulsel tahun 2006 lalu jadi contoh. Terus, silang pendapat saat hampir terjadi bentrok dengan polisi di depan gedung dewan itu saat aksi BBM bulan April lalu. Dan penyatuan gerakan dalam wadah lembaga tingkat fakultas tak pernah terwujud dengan baik. Parahnya lagi, kasus kekerasan dan tawuran tetap jadi agenda tahunan. Inilah gambaran kampus yang ingin mencitrakan dirinya sebagai kampus yang siap menuju universitas kelas dunia. Ironis memang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Lima tahun menjadi mahasiswa merupakan kisah yang berarti, pahit manis kemahasiswaan telah menjadi catatan harian. Menikmati susahnya jadi ketua lembaga, ketua panitia, dan rapuhnya front penyatuan mahasiswa jadi cerita abadi. Bentrok dengan polisi, dikejar tentara, preman telah mewarnai hari-hari bersejarah itu. Dipuja lalu kemudian dilupakan sudah hal lumrah. Semuanya telah berlalu dengan kupasan waktu yang tak bernah berhenti. Lima tahun menjadi begitu berarti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Semoga tetep tercerahkan, salam buat kawan-kawanku, Iqbal, Zul’cappo’, Rusidi, Yupi, Jihad, Upi, Nurzal) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: right;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kami Yang Tak Bisa Berbuat Banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                                                                                                                                            Maafkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                                                                                                                    Makassar, 17 juni 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 0.5in;" align="right"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-9149568037734423413?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/9149568037734423413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/lima-tahun-yang-berarti.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/9149568037734423413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/9149568037734423413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/lima-tahun-yang-berarti.html' title='LIMA TAHUN YANG BERARTI'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFc0krxe8sI/AAAAAAAAACQ/vKEHMexyjRM/s72-c/3009_Kampus_Unhas_ocha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8999433147641795920</id><published>2008-06-13T23:06:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T23:13:10.494-07:00</updated><title type='text'>Universitas Kelas Dunia, Hanya Mimpi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFNhZOp1t8I/AAAAAAAAACI/9bIWcvI14Fk/s1600-h/DSC_1506.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFNhZOp1t8I/AAAAAAAAACI/9bIWcvI14Fk/s320/DSC_1506.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211616279856003010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Pada Diesnatalis Unhas yang ke 51 lalu, para petinggi kampus ini mencoba menggagas Unhas sebagai sebuah universitas yang berkelas dunia. Ini tesirat lewat tema diesnatalis. “Capacity building to towards world class university”. Itulah yang kemudian dipublikasikan lewat spanduk, stiker, internet dan lain-lain. Rupanya ide ini telah ada sejak pembahasan rencana strategis Unhas, yang hakikatnya memiliki empat poin utama. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertama, memiliki sistem pendidikan yang handal. Kedua, manajemen universitas yang efektif. Ketiga, penelitian yang terpadu dan keempat lingkungan kampus yang asri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;   Berangkat dari situlah petinggi kampus ini mulai melakukan perubahan, penataan dan perbaikan kampus. Namun, sepertinya pembenahan yang dilakukan masih saja bersifat tiba-tiba, sporadis dan tak terencana dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masih lekat dalam ingatan kita, bagaimana kampus dibenahi ketika presiden SBY bertandang ke kampus ini. Kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlanjut saat kedatangan JK dan Wakil Perdana Menteri Malaysia. Saat itu para buruh bekerja siang malam, seperti dikejar &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt;. Hasilnya, tentu saj tak maksimal. Lebih lucu lagi, saat kunjungan JK meninjau asrama mahasiswa, mahasiswa yang masih menetap dihimbau untuk mengosongkan ramsis . Aneh juga melihat prilaku birokrat kita yang tak konsisten. Kadang kala berorasi dengan semangat perubahan, namun disisi lain rupanya mencoba menyembunyikan kebobrokan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;    Dari keempat acuan Unhas tadi, mungkin hanya bagian pembenahan fisik yang mulai kelihatan. Itupun tak punya &lt;i&gt;blue print&lt;/i&gt; dan perencanaan yang bagus. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Menjadi universitas kelas dunia mungkin saja baru sebatas cita-cita. Sebab pencapaian ke arah itu tidak jelas terlihat. Malah yang muncul dan tercitrakan adalah unhas yang tak layak. Betapa tidak, sungguh miris mendengar kampus terbesar di indonesi timur ini tak masuk hitungan Dikti sebagai universitas terbaik di Indonesia. Berbagai dalih pun dilontarkan untuk membatah putusan itu. Profil Unhas tak dikirimlah, database yang tak lengkap, suratnya tak sampai dan lain-lain. Meski ada pembelaan, kenyatannya adalah Unhas memang tak masuk daftar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Parahnya lagi, saat Inspektur Wilayah IV Inspektorat Depdiknas melakukan audit internal terhadap kinerja birokrasi kampus ini. Hasil temuannya membuktikan jika di kampus ini masih saja terjangkit oleh fenomena dosen malas. Mestinya hal ini membuat birokrasi dan dosen merasa malu. Sebab kita masih ingat saat rektorat menambah subsidi untuk dosen yang hadir tatap muka dengan mahasiswa. Namun, rupanya sifat dasar dosen kita yang hasrat mengejar proyek lebih besar daripada membagi ilmunya pada mahasiswa. Lalu dimana tanggungjawab moral dosen atas gaji yang diterimanya per bulan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mimpi untuk jadi universitas kelas dunia sebaiknya diawali dengan pencapaian dari hal-hal kecil. Semisal memperbaiki sistem pembelajaran, pelayanan akademik, pengaturan alur krs, mendorong mahasiswa melakukan riset, dan paling utama adalah mengubah &lt;i&gt;maind set&lt;/i&gt; dosen dan pegawai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selanjutnya dengan menyiapkan sarana dan fasilitas yang memadai untuk proses belajar mengajar. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ataupun proses penelitian dosen dan mahasiswa. Sebab, fasilitas di kampus ini masih minim. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memang ada jaringan nirkabel, namun hanya bisa dinimati oleh sebagian kecil orang. Tak lupa juga, penataan ulang perpustakaan dan koleksinya. Sebab perpustakaan adalah jantung dari sebuah unviersitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pembenahan internal dan eksternal kampus ini sejak dini mesti dilakukan. Tidak hanya terus menerus mempercantik Unhas dari segi penampakan luarnya. Apalah artinya jika didalamnya terdapat kebobrokan yang besar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menilik langkah Unhas jadi universitas kelas dunia, Mungkin saja masih berada pada jalur yang salah. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Banyak hal yang masih butuh perhatian. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hal di atas hanya sebagian kecil permasalahan yang menimpa Unhas. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Begitu pun dengan segudang pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Namun langkah apapun yang ditempun ak akan maksimal. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika saja rektor sebagai &lt;i&gt;decision maker &lt;/i&gt;tak mampu memanajemen kampus. Pada akhirnya unhas hanya berilusi ataupun bermimpi jadi universitas kelas dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8999433147641795920?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8999433147641795920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/universitas-kelas-dunia-hanya-mimpi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8999433147641795920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8999433147641795920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/universitas-kelas-dunia-hanya-mimpi.html' title='Universitas Kelas Dunia, Hanya Mimpi'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8k2B9Bdhb8k/SFNhZOp1t8I/AAAAAAAAACI/9bIWcvI14Fk/s72-c/DSC_1506.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6129725235560296957</id><published>2008-06-05T08:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T08:33:42.624-07:00</updated><title type='text'>KATAHATI</title><content type='html'>"ikuti kata hatimu, jawabannya ada disana"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nonton serial film&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Smallville&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tanya pada hati&lt;br /&gt;0050608&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6129725235560296957?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6129725235560296957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/katahati.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6129725235560296957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6129725235560296957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/katahati.html' title='KATAHATI'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6406240165001869649</id><published>2008-06-05T07:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T07:51:02.977-07:00</updated><title type='text'>MENGEJA BAIT HIDUP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;Rahasia tentang hidup tak pernah terungkap&lt;br /&gt;dalam hidup, kedamaian biasanya datang menyapa&lt;br /&gt;kadang pula enggan menyapa dan tak berpihak pada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti pedati ia berputar.&lt;br /&gt;dengan senyum yang merekah&lt;br /&gt;semesta menyambut dan memberi salam tiap pagi''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seakan mengukuhkan kebesaran-Nya&lt;br /&gt;wajah-wajah kita mulai terasing&lt;br /&gt;ruang dan waktu membuatnya kehilangan makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumahkecilmao.050608&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6406240165001869649?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6406240165001869649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/mengeja-bait-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6406240165001869649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6406240165001869649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/mengeja-bait-hidup.html' title='MENGEJA BAIT HIDUP'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-2339264202945222613</id><published>2008-06-02T00:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T00:45:50.518-07:00</updated><title type='text'>HERO to BE NERO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"setiap zaman akan melahirkan anak zaman sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore tadi, setelah seharian tak beranjak di depan komputer mengerjakan laporan PKL yang batas waktunya tinggal sepekan. Menyelingi kebosanan membuat laporan. mengutak atik friendster dan informasi berita jadi pilihan. Tanpa sengaja kudapati kata-kata seoran kawan di sebuah Fs yang membuatku berhenti beraktivitas. Kuamati dan coba kupahami dengan baik baris demi baris kata-kata kawanku ini. Aku belum tahu pasti, apakah ini puisi atau sebuah ungkapan kekecewaan yang mendalam.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;" Aku merasa asing di tempatku yg dulu.&lt;br /&gt;Aku spt sampah, dicampakan dan tak berguna lagi&lt;br /&gt;Maka biarkanlah aku terasing,&lt;br /&gt;sekedar menambal luka dan kecewaku.&lt;br /&gt;Biarkan aku membawa bebanku sendirian&lt;br /&gt;Tanyamu adalah angin lalu bagiku&lt;br /&gt;Aku hanya berharap bahwa waktu akan memapahku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Datang dengan ke-culun-an , berkembang dan kemudian jadi orang besar, dipuja, dihormati dan dihargai . Setelah setelah semuanya berakhir. Maka dilupakan, dibuang memang sepertinya sudah jadi realitas kekinian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, suatu waktu aku juga perhah medapatkan situasi yang sama. Ternyata waktulah yang mampu membuat kita menemukan jawaban atas semua itu. Sekadar mau memberikan saran, jika semuanya berakhir dan berpaling, maka hidup tak mesti juga harus berakhir. Semua akan indah pada waktunya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumahkecilidentitas, juni 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-2339264202945222613?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/2339264202945222613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/hero-to-be-nero.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2339264202945222613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2339264202945222613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/hero-to-be-nero.html' title='HERO to BE NERO'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1148165157703060882</id><published>2008-06-01T22:40:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T00:14:33.201-07:00</updated><title type='text'>BLT, APA ITU ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak Pemerintahan SBY-JK menaikkan harga BBM, maka langkah cepat yang dilakukan adalah menggulirkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun yakin dan pasti hal ini hanya upaya membodohi rakyat. membuat rakyat berfikir Seolah-olah pemerintah itu baik. ''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harga BBM naik, kita dikasih uang, bae mang tong inne pamarintayya,"  &lt;/span&gt;Begitulah orang awam  memaknai tiap langkah yang diambil oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saat berkunjung ke Pulau Badi, di wilayah Spermonde ( Pulau di gugusan sulsel) ada hal yang sangat ironis. Masyarakatnya yang sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan  makin menderita. Selain terkena dampak kenaikan harga BBM, mereka mesti menghadapi kenyataan naiknya harga barang makanan (sandang) di pulau, sewa perahu ke Darat (transportasi) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal untuk mengisi tungku rumah sehari-hari, umumnya mereka hanya bergantung pada hasil tangkapan ikan.   Jika bernasib baik, maka hasil tangkapan juga banyak. Namun jika cuaca tak bersahabat, maka hasil tangkapan juga sedikit. Dengan naiknya harga BBM, maka susah jadi teman sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika, di wilayah daratan, masyarakat miskin menghiasi kantor pos, berebutan, saling dorong, untuk mendapatkan dana BLT.   Maka di Pulau masyarakat masih bertanya apa itu BLT? " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;apa nikana injo,"&lt;/span&gt; dan menunggu nasib kapan bisa berubah lagi. Pemandangan Kerumunan orang untuk mencairkan dana Rp.300 ribu seperti di Darat itu tak ada.  Mengetahui saja apa itu BLT, mereka tak tahu. Apalagi menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ironi negeri dongeng ini. Di Pulau masih ada jutaan orang miskin. Jangankan menerima BLT, mengetahui saja mereka tak tahu. Dan pemerintah hanya melihat hal ini sebelah mata. " Mereka datang ke pulau saat pemilihan saja (kampanye), meminta dukungan, bagi-bagi sarung dan perbaiki masjid, setelah itu tak pernah lagi, " ujar kawanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 1 juni 08 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1148165157703060882?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1148165157703060882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/blt-apa-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1148165157703060882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1148165157703060882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/06/blt-apa-itu.html' title='BLT, APA ITU ?'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4415840522282771016</id><published>2008-05-30T08:04:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T08:27:19.164-07:00</updated><title type='text'>HAMPA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;buat seorang teman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sholat isya tadi, sekitar puku 20.00 Wita. Dengan seorang kawan kami sedikit berdiskusi.&lt;br /&gt;Isinya bebas dan tak ada topik yang permanen. Hanya sekadar ingin mengeksplorasi pengetahuan masing-masing. Entah mengapa, diskusi kami menyoal 'hampa'. Sebuah kata yang sederhana, namun cukup bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mungkin beda defenisi'ta tentang hampa, jika saya berada pada titik terbawahdalam hidupku. Dan semua usaha yang telah saya lakukan sia-sia. Ditambah tak ada seorang pun bersamaku. Yang di atas juga sepertinya enggan untuk menolongku. Barulah kukatakan hampanya hidupku," begitulah kira-kira pesan terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menaggapi lebih lajut. Kehampaan memang membuat semuanya tak bermakna. Soul yang kita miliki berubah jadi redup. Meski demikian, apatis bukan solusi dan tak semestinya kita menyalahkan pencipta langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita pernah merasa hampa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jadi ingat Allah mengatakan "hambaku berdoalah, maka akan kukabulkan,"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4415840522282771016?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4415840522282771016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/hampa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4415840522282771016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4415840522282771016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/hampa.html' title='HAMPA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8400086891045124477</id><published>2008-05-30T01:53:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T02:33:04.188-07:00</updated><title type='text'>POLISI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sekali lagi dan untuk kesekian kalinya,&lt;br /&gt;polisis memang tak pernah jadi pengayom ataupun pelindung rakyat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hanya jadi benalu yang selalu buat rakyat sengsara.&lt;br /&gt;apalagi selalu menghalangi dan memukul mahasiswa jika mengkritisi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun mereka itu hanya mau ngambil uang tiap pengendara jalan..&lt;br /&gt;dengan sedikit alasan..dan berpura-pura akan menyidangkan tiap penilangan.&lt;br /&gt;tapi pada dasarnya mereka mau di''sogok'' dengan rupiah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti kemarin,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8400086891045124477?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8400086891045124477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/polisi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8400086891045124477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8400086891045124477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/polisi.html' title='POLISI'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1342719073055671004</id><published>2008-05-29T02:24:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T02:25:53.913-07:00</updated><title type='text'>HILANG</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semalan sebuah pesan singkat masuk ke ponsel st 21 pinjaman dari seorang teman. isisnya selain info tentang kegiatan, juga berita kehilangan. &lt;i style=""&gt;Hp ku tadi pagi hilang,” &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;begitulah kira-kira penggalan isi pesan tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membaca sms itu, sepertinya yang kuasa memang punya hak untuk menguji hambanya. itulah yang terbersit dalam fikiranku. Mungkin iini memang ini sudah jadi scenario dari-Nya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kehilangan, bagiku adalah sebuah ujian. mengajarkan kita tentang arti keikhlasan yang sebenarnya. aku selalu ingat pesan seorang teman, “Apa yang terbaik bagi kita, belum tentu terbaik di mata Allah,” begitu wejangannya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk sebuah kehilangan,, mari kita belajar atas ilmu ikhlas. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Kalau tak salah sms terakhir teman tersebut menggunakan hp itu adalah...terserah!. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;28 Mei 08&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1342719073055671004?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1342719073055671004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/hilang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1342719073055671004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1342719073055671004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/hilang.html' title='HILANG'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1798541758890715727</id><published>2008-05-27T17:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T17:07:32.904-07:00</updated><title type='text'>"SMS TENGAH MALAM</title><content type='html'>rinci&lt;br /&gt;0852555370374&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info yang ditangkapHMI MPO 21 orang di polwil, teman unismuh 3 orang, malcom stimik 3 orang&lt;br /&gt;dan kabar terbaru yaya mantan jendlap udah ditahan sore ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* buat mereka yang ditangkap smoga saja slalau dalam lindungan Allah SWt&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1798541758890715727?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1798541758890715727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/sms-tengah-malam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1798541758890715727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1798541758890715727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/sms-tengah-malam.html' title='&quot;SMS TENGAH MALAM'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-5478375196759695192</id><published>2008-05-27T08:42:00.001-07:00</published><updated>2008-05-27T08:44:42.941-07:00</updated><title type='text'>UJIAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;           Tanpa ada rencana, siang tadi aku menyambangi fakultas. Setelah sampai, ternyata tak banyak mahasiswa. Sepertinya sudah ‘pulkam’. Maklum, sebagian besar mahasiswa di fakultas berasal dari luar kota. Ini adalah waktu sehari sebelum lebaran idul adha. Jadi kupikir itu wajar saja. Sebab inilah waktu yang tepat untuk bersua, berbagi cerita dengan sanak saudar di kampung. Apalagi sungkeman pada orang tua tercinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Setelah melahap ikan asin dan sayur kol buatan&lt;i style=""&gt; mone (sebuatan untuk mace yang juan nasi di ssudut fakultas)&lt;/i&gt;. Aku berjalan ke koridor. Tanpa sengaja, k’ beni yang juga seniorku memanggil untuk menghadiri seminar hasil. Pasalnya tenggat waktu untuk bertahan di kampus ini hanya bersisa hitungan hari. Dan ini kesempatan untuk seminar hasil sebelum ujian meja. Jika berhasil, maka tanggal 27 Desember 07 bisa wisuda.itu idealnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Mengenakan kameja putih, celana hitam, dia nampak rapi. Sesekali tersenyum. Mungkin saja menutupi ketegangannya menghadapi Satu orang doctor dan dua orang professor (dosen). Ironisnya, dia mesti melawan pikiran para guru ini tanpa didampingi pembimbing. Apes benar kakak senior satu ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dengan mengucapkan salam, ia memulai presentasi hasil penelitiannya. Secara sistematis ia menjelaskan satu persatu lembar slide. Semangat untuk menuntaskan hari ini nampak sekali terlihat dari air mukanya. Tak ada keraguan, penelitiannya bakal ditolak. Dengan logat ’jakarta’ ia terus melanjutkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Sampai, pada suatu ketika..seniorku yang penyiar di Madama ini mulai panik. Wajahnya tak lagi bersemangat. Ini terjadi setelah Prof Erik mulai mendebat dengan meminta mmerlihatkan draft mentah hasil penelitian. Apalagi ada kesalahan dari penelitian yang ia buat. Seharusnya lau dekomposisi serasah mangrove makin menurusn. Tapi malah naik turun. Itulah yang menurut prof ahli karang ini tak sesuai dengan logika. Maka, bingunglah kak beny. Apalagi ia tak mampu menjelaskan mengapa semua grafik yang Ia tampilkan. Pun kalau ada hanya sepengal-penggal. Inilah saat teater ujian sarjana dimulai. Senior angkatan 99 ini jadi bengong. Sementara prof di ruangan itu mulai dengan jurus mematikan.’’ini kenapa bias begini,” mana data mentahmu, ko kerja sendiri ji inikah, bahasamu tak teratur. Logika berpikirmu jga salah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Intinya ulangi pebahasan skirpsi ini. Jika tidak selesai tanggal 27 Desember. Maka selamat tinggal DO menanti. Itulah yang iungkapkan oleh seorang prof. Uh, sebuah keputusan yang membuat ruangan itu jadi hening. Dan penyaji&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak mampu bertahan dicerca oleh prof. jadinya beni hanya diam. Sesekali tersenyum risau. Wajahnya jadi pucat dan air mukanya tak bersahabat. Jadi, wisuda yang jadinya tanggal 27 diubah jadi ajang seminar lanjutan dan sekaligus ujian meja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang, semuanya nanti bias jadi bermakna kanda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;I&lt;i style=""&gt;dentitas menjelang magrib, saat hujan lagi deras. Dan kulangkahkan kaki ke jendela menikmati jatuhnya bulir hujan dari sela-sela pohon yng masih rindang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;sepertinya tulisan ini juga untuk saudaraku bang anto..semog tetap smangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-5478375196759695192?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/5478375196759695192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/ujian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5478375196759695192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5478375196759695192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/ujian.html' title='UJIAN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8718614984996725174</id><published>2008-05-27T08:29:00.001-07:00</published><updated>2008-05-27T08:35:45.271-07:00</updated><title type='text'>MELIHAT MASA LALU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kemarin, Senin, saat berniat ke fakultas untuk mengurusi surat-surat kelengkapan praktek kerja lapangan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;awalnya ingin naik motor. Namun, parkiran yang padat membuat motor ku tak bisa keluar. Akhirnya jalan kaki menjadi solusi terakhir. Seperti biasa, untuk sampai ke tujuan, menyusuri koridor-koridor fakultas jadi bagian dalam perjalanan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Inilah awal semuanya mulai bermakna. Setelah empat tahun melangkahkan kaki di kampus ini. Semuanya serasa terkikis oleh waktu yang tak pernah berhenti. Sementara aku masih berjuang menghadapi hari-hari yang makin tak ramah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Empat tahun lalu, sebuah masa yang membuat setiap yang bergelar mahasiswa punya euforia kemenangan. Kemenagan atas diri sendiri yang mampu menjadikannya mahasiswa. Pasalnya di mata masyarakat, gelar ini punya &lt;i style=""&gt;prestise&lt;/i&gt; tersendiri. Nilai jualnya tinggi, apalagi ketika mampu jadi mahasiswa teladan, atau berprestasi atau mamu bersuara menegakkan kebenaran atau mampu menjadi pemimpin organisasi tingkat fakultas, universitas. begitulanh kira-kira pandangan masyarakat awam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Namun, sekiraranya kita sadar bahwa kadang-kadang semua itu utopis dan hanya impian. Empat sampai lima tahun tak akan berarti apa-apa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: right;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                                                                                         *  dari kami yang tak bisa diandalkan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8718614984996725174?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8718614984996725174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/melihat-masa-lalu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8718614984996725174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8718614984996725174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/melihat-masa-lalu.html' title='MELIHAT MASA LALU'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8086550077438819328</id><published>2008-05-27T08:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T08:20:01.557-07:00</updated><title type='text'>PESAN TERAKHIR</title><content type='html'>bunda..&lt;br /&gt;izinkan anakmu demonstrasi untuk pertama kalinya pagi ini..&lt;br /&gt;untuk kejujuran yang kau ajarkan padaku sebelum tidur, telah meresap masuk ke tulang-tulangku..&lt;br /&gt;Bunda..&lt;br /&gt;kilatan bayonet tampaknya sebening matamu pagi ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dari seorang teman&lt;/span&gt; ; smoga slalu dilindung&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8086550077438819328?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8086550077438819328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/pesan-terakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8086550077438819328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8086550077438819328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/pesan-terakhir.html' title='PESAN TERAKHIR'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-2704518267620667361</id><published>2008-05-25T06:14:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T06:22:27.815-07:00</updated><title type='text'>Di Bauluang, Daeng Lira Sebatang Kara</title><content type='html'>”Masyarakat yang hidup di wilayah pesisir identik dengan kemiskinan, tak berpendidikan dan kurang sehat,”  itulah kata seorang teman suatu ketika di sebuah koridor Fakultas di Unhas. Lebih jauh Ia mengatakan jika pendidikan masyarakat pulau amat jauh tertinggal dari masyarakat daratan.&lt;br /&gt;Selang beberapa bulan kemudian. Tepatnya di penghujung tahun 2007. Ketika saya mengikuti survei di Pulau Bauluang, pulau yang berada di gugusan kepulauan Tanakeke. Desa Mattirobaji, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar ini. Di pulau yang Pulau ini didiami ± 106 KK dengan jumlah penduduk sekitar 497 jiwa. Saya mendapati sebuah teater pendidikan yang tak biasanya. Sebuah sekolah yang sepi, tak ada aktivitas belajar dan guru yang biasanya mengajar juga tak nampak. Hanya ada beberapa anak-anak yang sibuk mencari kepiting atau sekadar bermain di pantai. &lt;br /&gt;Kondisi ini amat berbeda dengan apa yang terjadi di perkotaan. Tiap hari sekolah dipenuhi dengan kegiatan aktivitas belajar. Sekolah selalu ramai dan tak pernah sepi. Bahkan ada sekolah yang memakai jadwal masuk dua kali. Ada yang masuk pagi hingga siang hari dan masuk siang hingga sore hari. &lt;br /&gt; Di pulau itu, saya bertemu dengan Daeng Lira (54), salah satu guru SD yang masih bertahan. Ia banyak bercerita mengenai kondisi pulau, masyarakatnya dan  keadaan pendidikannya. Nampak raut wajahnya yang mulai menua menyiratkan umurnya tak muda lagi. Sesekali Ia mengeluhkan nasib generasi di pulaunya yang tak jelas. Apalagi menurutnya pemerintah  tak pernah adil. ”Penyebab pendidikan di wilayah kepulauan (termasuk Pulau Bauluang) mengalami ketertinggalan karena rendahnya perhatian pemerintah dalam memajukan pendidikan masyarakat pulau,’” ungkap Daeng Lira kesal.&lt;br /&gt;Kondisi ini membuat anak-anak pulau yang tak mengeyam pendidikan. Wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan tak dikenal masyarakat pulau. Pemerintah seperinya tutup mata dengan pendidikan di wilayah pulau. Indikasinya dapat dilihat dari kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar. “Selain itu, kurangnya guru yang berminat mengajar di wilayah pulau menjadi sebab proses belajar mengajar mengalami kemacetan,” keluhnya. &lt;br /&gt;Potret inilah yang terjadi di Pulau Bauluang. Kalaupun ada, guru-guru (pegawai negeri sipil) yang ditugaskan mengajar di Pulau biasanya hanya bertahan selama beberapa hari. Setelah itu, mereka itu kembali ke darat (sebutan masyarakat pulau untuk wilayah daratan). Lalu kembali ke pulau biasanya satu hingga dua bulan kemudian. &lt;br /&gt;Imbas dari malasnya guru-guru ini, kelas-kelas jadi kosong dan siswa-siswi yang ada di Pulau Bauluang jadi terlantar.  Prosesi belajar mengajar baru terlaksana jika ada guru yang datang dari darat. Namun, ini hanya bertahan beberapa hari, jika guru-guru itu kembali ke darat maka kelas-kelas pun kembali jadi kosong. Tak ada aktivitas belajar mengajar, seperti lazimnya sebuah sekolah. Selebihnya waktu anak-anak pulau ini pun dihabiskan dengan bermain di laut atau ikut orangtuanya melaut di perairan Selat Makassar. &lt;br /&gt;Ini hanyalah potret salah satu pulau di wilayah Kepulauan Tanakeke. Pulau-pulau yang lain di wilayah itu juga bernasib sama dengan Pulau Bauluang. Bahkan dari beberapa pulau yang ada di wilayah itu, hanya pulau ini yang memiliki sekolah dasar. Misalnya saja dusun Lantangpeo, dusun Labbutallua, Dusun Kalukuang, Pulau Dayang-dayangan. &lt;br /&gt;Keprihatinan Dg.Lira (54)  sebagai penduduk Pulau Bauluang yang berhasil jadi guru tahun 1984 merasa khawatir dengan nasib masa depan generasinya. Ia berinisiatif mengambil alih peran guru-guru jika ada yang pergi meninggalkan pulau. Sebagai sarjana agama, Dg. Lira awalnya merasa sulit untuk beradaptasi mengajar. Namun lambat laun ia berusaha beradaptasi dan berupaya mengajar pada semua bidang studi sekaligus. Misalnya di bidang agama, ipa, ips, matematika, dan bahasa Indonesia. Mengajar di bagian yang bukan bidangnya memang sulit.  Namun, apa mau dikata, Dg.Lira mesti harus tetap mengajar jika  ingin melihat anak-anak di pulau itu tetap sekolah. Untuk menyiasati sulitnya menyusun saf-saf pelajaran, Dg.Lira hanya mengacu pada pedoman buku pelajaran yang dipakai oleh siswanya.&lt;br /&gt;Terkadang, di Sekolah Dasar (SD) Negeri No 33 Bauluang Dg Lira biasa sekaligus mengajar dari kelas satu sampai kelas enam. Sekolah yang ia tempati juga hanya menggunakan tiga kelas. Jadi, saat mengajar siswa kelas satu digabung dengan siswa kelas dua. Siswa Kelas tiga dan kelas empat. Sedangkan siswa kelas lima digabung dengan siswa kelas enam. Inilah yang dilakukan guru ini jika tak ada satupun guru yang datang mengajar atau guru-guru tersebut pergi meninggalkan pulau. &lt;br /&gt;Untuk mengatur siswa yang jumlahnya 92 orang, Ia menerapkan sistem shift. Artinya, setiap pagi ia mengajar siswa kelas satu dan kelas dua dulu, setelah itu siswa kelas tiga dan empat. Terakhir siswa kelas lima dan enam. Inilah yang ia lakukan tiap hari. Mengajar kelas satu sampai kelas enam silih berganti. &lt;br /&gt;Namun, jika ia ada urusan di darat (kabupaten Takalar), maka siswa-siswi di pulau tersebut banyak yang berkeliaran di pesisir mencari kepiting atau ikan. Kelas-kelas jadi kosong dan tak ada aktivitas belajar mengajar. Ketika ditanya, anak-anak itu akan menjawab dengan spontan jika Daeng  tak ada. Jadi tak masuk sekolah. Sekolah akan mulai jika daeng sudah kembali ke pulau. &lt;br /&gt;Situasi  ini membuat Ia makin prihatin, itulah yang mendorong ia beberapa kali melaporkan kondisi pendidikan di pulau bauluang pada pengawas pendidikan. Namun, hanya ditanggapi begitu saja. Tak ada sanksi yang jelas buat guru-guru yang tak melaksanakan tugas tersebut. Padahal mereka tetap menerima gaji. &lt;br /&gt; Tahun 1999-2000 Dg Lira dipindahtugaskan dari pulau bauluang ke daerah darat. Imbasnya, kondisi pendidikan di pulau tersebut makin parah. Kurangnya guru jadi msalah utama, kalaupun ada hanya bertahan beberapa hari. Perjuangan untuk kembali ke pulau tetap Ia lakukan. Beberapa kali memohon untuk dikembalikan mengajar di pulau. Tahun 2001  akhirnya Ia kembali ke pulau. Selama di pulau, kondisi pendidikan tak banyak yang berubah. Kurangnya guru dan minimnya sarana dan prasarana tetap menjadi kendala utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang mempengaruhi&lt;br /&gt;Jarak yang jauh jadi alasan tak banyak guru yang mau mengajar di wilayah pulau. Untuk sampai ke pulau itu. Biasanya memakan waktu hingga 2 jam perjalanan. Sarana yang digunakan untuk sampai kesana juga masih amat sederhana. Hanya menggunakan perahu motor. Satu kali menyeberang dari Dermaga di Kabupaten Takalar membutuhkan kocek sebesar Rp 50 per orang. Ini pun jika hari pasar. Tapi jika hari-hari biasa, maka untuk sewa perahu meningkat sampai Rp. 150 ribu untuk sekali menyeberang.  &lt;br /&gt;Apalagi daerah seperti Pulau Bauluang yang tak ada sarana pelayanan kesehatan dan sumber listriknya. Kalaupun ada, hanya ada genset yang bisa bertahan beberapa jam saja. Untuk sampai ke pulau,  &lt;br /&gt; Kondisi sarana pelayanan masyarakat masih tergolong sangat minim.  Misalnya tidak ada sarana pelayanan kesehatan. Puskesmas pembantu hanya ada di pulau Satangnga. Pulau yang dapat dilalui dengan menggunakan perahu selama 15 menit. Di puskesmas itu, tak ada dokter. Hanya ada bidan. Jika ada warga masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan. Biasanya ke pulau Satangnga. Namun, apabila petugas kesehatan tak mampu mengobati. Maka, jalan satu-satunya adalah menuju darat (kabupaten Takalar) yang jaraknya biasa 2 jam perjalanan di laut. Selain itu, kurang memadainya fasilitas air bersih juga jadi kendala. Di Pulau itu hanya air payau dan air sumur yang digali.&lt;br /&gt;Nasib anak pulau tak menentu &lt;br /&gt; Begitulah kondisi pendidikan di Pulau Bauluang. Salah satu pulau yang memiliki sekolah dasar. Namun sikap indispilniner guru yang bertugas di sana, membuat nasib anak-anak pulau jadi tak menentu. &lt;br /&gt;Meski pada dasarnya dipahami jika seorang guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar dan kemajuan pendidikan. Namun, serasa hal itu hanya untuk siswa yang berada di perkotaan (darat) saja. Sebab mengajar di pulau butuh pengorbanan. Dan tak banyak yang mau berkorban. Walau telah jadi jadi pegawai negeri yang tiap bulan menerima gaji dan harus mengikuti aturan negara.&lt;br /&gt;Anak-anak di pulau itu sepertinya rindu dengan sosok Dg.lira yang lain. Keseharian siswa-siswi ini akan dihabiskan mencari ikan, kepiting atau ikut bersama bapaknya melaut jika tak ada guru yang datang.&lt;br /&gt;Di atas perahu motor dalam perjalanan pulang, saya kembali mengingat apa yang diucapkan teman saya di koridor Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismawan as &lt;br /&gt;Mahasiswa kelautan unhas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-2704518267620667361?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/2704518267620667361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/di-bauluang-daeng-lira-sebatang-kara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2704518267620667361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/2704518267620667361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/05/di-bauluang-daeng-lira-sebatang-kara.html' title='Di Bauluang, Daeng Lira Sebatang Kara'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-5242169826304940730</id><published>2008-03-18T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-03-18T00:59:59.618-07:00</updated><title type='text'>KANGEN</title><content type='html'>Akhirnya setelah berhari-hari tak bisa mengunjungi beranda ini dan bersua dengan kawan-kawan. tak terasa, hari ini dapat kesempatan ke kota enrekang. meski saat ini hanya dapat waktu sepersekian menit untuk online. ada sebuah perasaan yang membuncah tersendiri. dan sungguh senang, sore ini bisa bermain-main dengan tuts komputer...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti sudah berbulan, bahkan bertahun jauh di pedalaman. melihat dan bertemu adalah sebuah kemenangan tersendiri. kangen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekadar mau berbagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disini, enrekang, mao berada di kecamatan anggerja. nah di tempat itu kami di pisah terbagi dalam tujuh desa. dan tahu tidak? jarak tiap desa ...astaga..jauh..asli negeri di atas awan. tiap posko yang ku kunjungi jaraknya sampai 30 km.&lt;br /&gt;parahnya lagi, jalanan yang dilewati tak melulu jalan lurus. tapi, naik turun gunung dan kiri kanan jurang. mungkin benar kata ninja hatori..mendaki gunung, leweti lembah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, di daerah ini, ada desa yang paling jauh. namanya desa singki dan saludewata. disana, tipa pukul 4 sore kabut sudah turun. pastinya masyarakat sudah berada di rumah. biasa lah..dingin..&lt;br /&gt;apalagi anak kkn..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih banyak yang ingin kuceritakan, tapi senja sudah mulai datang. dan aku sebaiknya kembali ke posko secepatnya. pasalnya jika semakin sore, kabut sudah turun dan jarak pandang hanya sekitar 10 meter.&lt;br /&gt;oia, desa singki itu tepat berada di lembah gunung bambapuang...jadi matahari mulai nampak ketika melewati gunung itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma mau bilang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANGEN DAN RINDU BERANDA- RUMAH-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-5242169826304940730?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/5242169826304940730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/kangen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5242169826304940730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/5242169826304940730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/kangen.html' title='KANGEN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-346005625871010623</id><published>2008-03-03T23:01:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T23:02:59.178-08:00</updated><title type='text'>TABIK : UNTUK WAKTU YANG LAMA</title><content type='html'>Sekadar penyampaian&lt;br /&gt;buat semua kawan-kawan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tabik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk waktu yang lama saya mungkin tak bisa bersua dengan kawan sekalian.&lt;br /&gt;soalnya ada urusan di luar kota&lt;br /&gt;(KKN selama 2 bulan di Kec. Anggeraja, Kab. Enrekang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, semoga saja ada warnet disana hingga bisa ol lagi dan bersua dengan kawan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada banyak amanah yang mesti kita jalankan. dan semoga tiap langkah kita selalu dapat hidayah dan rahmat dari - Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sehati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ismawan as(mao)&lt;br /&gt;mahasiswa Unhas 2003&lt;br /&gt;KKN GEL 74 UNHAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-346005625871010623?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/346005625871010623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/tabik-untuk-waktu-yang-lama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/346005625871010623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/346005625871010623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/tabik-untuk-waktu-yang-lama.html' title='TABIK : UNTUK WAKTU YANG LAMA'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3381359931413455356</id><published>2008-03-03T22:50:00.002-08:00</published><updated>2008-03-03T22:52:34.360-08:00</updated><title type='text'>SELAMAT JALAN GURU</title><content type='html'>;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari kami yang begitu kehilangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi pejuang kemanusiaan yang berpulang ke sisi yang maha kuasa&lt;br /&gt;t bermalam di kampus, saya dikabari oleh seorang teman jika pak Mansyur Semma telang tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kukabari temanku mengenai berita duka ini. sontan ia berkomentar " begitu di'' kalau orang baik yang meninggal, pasti bagus caranya" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah apa maksud dari perkataannya. tapi mengenang seorang mansyur semma memang membuat kita merasa akan kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehilangan seorang teman, guru, sahabat, dan pejuang kemanusiaan, tokh idealis yang masih tetap melawan kebiajakan yang tak berpihak. Dan mempertahankan hal-hal yang dianggapnya sebagai suatu kebenaran. meski banyak yang menentangnya, mencemooh dan tak sepakat dengan jalan yang ia tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu waktu, saya sempat ngomong dengannya tentang Unhas yang berlaku tak adil. Ada juga tentang dosen yang suka menprovokatori untuk menulis kebobrokan kampus. Dan tentang banyak hal lainnya.&lt;br /&gt;seingat saya, satu hal yang sering ia minta untuk rektor segera lakukan. Ruang dosen yang layak, itu salah satu keluhan yang sering ia ungkapkan. pasalnya selama jadi dosen ia tak mendapat ruangan yang layaknya seorang dosen miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi ruangan, pasalnya dengan adanya ruangan dosen (meja khusus), tiap dosen bisa betah tinggal di kampus jika jam istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah suatu waktu ia merasa amat bahagia. pasalnya setelah ia jadi doktor. undangan untuk rapat senat selalu datang menghampirinya. " beginimi kalo kita jadi doktor, selalu ada undangan rapat senat. bisa tommiki ikut rapat senatnya Unhas, padahal dulu tidak pernah," ujarnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih banyak kenagan yang tak bisa diungkapkan. yang pasti mengenang p mansyur, cerita tentangnya tak akan pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada satu lagi, mahasiswa yang mengusung penolakan terhadap kebijakan rektorat (masalah BHP) juga merasa sangat kehilangan. soalnya selama ini, Hanya GURU ini yang berteriak dengan lantang mendukung gerakan mahasiswa menolak BHP.&lt;br /&gt;sampai suatu waktu tulisannya tentang UNHAS JANGAN DIJUAL KODONG menghiasi edisi identitas membuat telinga pak rektor jadi merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pasti, kita kehilangan tokoh yang selama ini mendukung gerakan mahasiswa.&lt;br /&gt;tokoh yang selalu sederhana, rendah hati dan kata-katanya selalu menyejukkan. ada keikhlasan di dalamnya. sebuah ilmu ikhlas yang teramat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga ALLAh menerimanya dengan Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ismawan As&lt;br /&gt;berandamao.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3381359931413455356?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3381359931413455356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/selamat-jalan-guru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3381359931413455356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3381359931413455356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/selamat-jalan-guru.html' title='SELAMAT JALAN GURU'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8651660984903568068</id><published>2008-03-03T22:50:00.001-08:00</published><updated>2008-03-03T22:50:37.269-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Satu lagi pejuang kemanusiaan yang berpulang ke sisi yang maha kuasa&lt;br /&gt;t bermalam di kampus, saya dikabari oleh seorang teman jika pak Mansyur Semma telang tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kukabari temanku mengenai berita duka ini. sontan ia berkomentar " begitu di'' kalau orang baik yang meninggal, pasti bagus caranya" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah apa maksud dari perkataannya. tapi mengenang seorang mansyur semma memang membuat kita merasa akan kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehilangan seorang teman, guru, sahabat, dan pejuang kemanusiaan, tokh idealis yang masih tetap melawan kebiajakan yang tak berpihak. Dan mempertahankan hal-hal yang dianggapnya sebagai suatu kebenaran. meski banyak yang menentangnya, mencemooh dan tak sepakat dengan jalan yang ia tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu waktu, saya sempat ngomong dengannya tentang Unhas yang berlaku tak adil. Ada juga tentang dosen yang suka menprovokatori untuk menulis kebobrokan kampus. Dan tentang banyak hal lainnya.&lt;br /&gt;seingat saya, satu hal yang sering ia minta untuk rektor segera lakukan. Ruang dosen yang layak, itu salah satu keluhan yang sering ia ungkapkan. pasalnya selama jadi dosen ia tak mendapat ruangan yang layaknya seorang dosen miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi ruangan, pasalnya dengan adanya ruangan dosen (meja khusus), tiap dosen bisa betah tinggal di kampus jika jam istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah suatu waktu ia merasa amat bahagia. pasalnya setelah ia jadi doktor. undangan untuk rapat senat selalu datang menghampirinya. " beginimi kalo kita jadi doktor, selalu ada undangan rapat senat. bisa tommiki ikut rapat senatnya Unhas, padahal dulu tidak pernah," ujarnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih banyak kenagan yang tak bisa diungkapkan. yang pasti mengenang p mansyur, cerita tentangnya tak akan pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada satu lagi, mahasiswa yang mengusung penolakan terhadap kebijakan rektorat (masalah BHP) juga merasa sangat kehilangan. soalnya selama ini, Hanya GURU ini yang berteriak dengan lantang mendukung gerakan mahasiswa menolak BHP.&lt;br /&gt;sampai suatu waktu tulisannya tentang UNHAS JANGAN DIJUAL KODONG menghiasi edisi identitas membuat telinga pak rektor jadi merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pasti, kita kehilangan tokoh yang selama ini mendukung gerakan mahasiswa.&lt;br /&gt;tokoh yang selalu sederhana, rendah hati dan kata-katanya selalu menyejukkan. ada keikhlasan di dalamnya. sebuah ilmu ikhlas yang teramat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga ALLAh menerimanya dengan Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ismawan As&lt;br /&gt;berandamao.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8651660984903568068?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8651660984903568068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/satu-lagi-pejuang-kemanusiaan-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8651660984903568068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8651660984903568068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/satu-lagi-pejuang-kemanusiaan-yang.html' title=''/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-1142070072119164607</id><published>2008-03-03T02:26:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T02:29:53.464-08:00</updated><title type='text'>KKN Wait Me..</title><content type='html'>akhirnya penetuan lokasi kkn telah seelsai..&lt;br /&gt;Nama : Ismawan As.&lt;br /&gt;Loksi  : Kec. Anggeraja&lt;br /&gt;Kab    : Enrekang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pas begitu, rapat perdana kontingen (kumpul kontingen) Kecamatan&lt;br /&gt;semua sepakat memilih saya jadi kordinator kecamatan..(katanya kerjaannya berat)&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;kkn...wait me anggeraja..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-1142070072119164607?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/1142070072119164607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/kkn-wait-me.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1142070072119164607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/1142070072119164607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/kkn-wait-me.html' title='KKN Wait Me..'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-4763998058851455299</id><published>2008-03-03T02:24:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T02:25:08.938-08:00</updated><title type='text'>KAMMI SULSEL : SBY - JK TAK BERPIHAK PADA RAKYAT KECIL</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seruan untuk melawan rezim SBY-JK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Senin, (3/03) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerak Sulsel mengadakan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulsel. Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap rezim SBY-JK yang tak berpihak pada rakyat kecil. Berbagai kebijakan SBY-JK hingga saat ini belum mampu mengeluarkan bangsa ini dari krisis. “Belum ada perbaikan nyata dari pemerintah, Jumlah rakyat miskin terus bertambah, bahkan mencapai 100 juta orang atau 46 persen,” Ujar Rusdi Layong, ST, Ketua KAMMDA Sulsel.&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sekitar pukul 10.00 Wita aksi ini dimulai di Pelataran Mesjid 45 Makassar , terus dilanjutkan dengan longmarc ke Gedung DPRD Sulsel dengan menyusuri jalan Urip Sumoharjo. Sebanyak 80 orang mahasiswa ini berbaris rapi di tengah jalan, berorasi dan membagi selebaran pada masyarakat, pengendara mobil dan sepeda motor. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Setelah sampai di gedung dewan, massa secara bergantian melakukan  orasi selama beberapa menit. “ SBY-JK telah menghianati Rakyat, mari kita lawan” Ujar Munatsir, Kordinator Aksi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah hampir 30 menit berorasi, tak ada seorang pun anggota dewan yang menemui mereka. Maka massa berupaya masuk ke gedung dan meminta peryataan sikap di kirim ke Jakarta lewat fax. Namun, keinginan ini dihalang-halangi polisi. Maka terjadilah saling dorong antara mahasiswa dan polisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Akhirnya setelah mengetahui ada demonstrasi, empat anggota dewan keluar dari sidang paripurna dan turun menemui massa aksi. &lt;/span&gt;H. Ilham Noer Toadji&lt;span style="color: black;"&gt;, Fraksi Partai Demokrasi Kebangsaan (FPDK),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;A.Mariattang, FPPP, Syamsari kitta (FPKS) dan H. Mapparesa tutu (FPG).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="FI"&gt;Keempat anggota dewan ini menerima aspirasi mahasiswa. Setelah empat anggota dewan ini menandatangani dan dibubuhi stempel ketua DPRD. Selanjutnya pernyataan sikap mahasisw tersebut dikirim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke DPR RI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="FI"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="FI"&gt;Turunkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harga BBM, atasi krisis pangan, nasionalisasi aset-aset dalam negeri, dan tetap menyerukan oposis terhadap rezim SBY-JK. ” Kita lihat masih ada rakyat yang mati kelaparan, masa pemerintah SBY-JK hanya sibuk tebar pesona,” seru Rusdi dengan semangat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="FI"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="FI"&gt;Setelah pukul 12.00 wita, Aksi kemudian selesai. Mahasiswa membubarkan diri dan kembali ke kampusnya masing-masing.(&lt;b style=""&gt;Mao)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;        &lt;/p&gt;&lt;hr size="1"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-4763998058851455299?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/4763998058851455299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/kammi-sulsel-sby-jk-tak-berpihak-pada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4763998058851455299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/4763998058851455299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/kammi-sulsel-sby-jk-tak-berpihak-pada.html' title='KAMMI SULSEL : SBY - JK TAK BERPIHAK PADA RAKYAT KECIL'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8008036170723099520</id><published>2008-03-01T17:12:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T17:13:55.304-08:00</updated><title type='text'>APA YANG DIKERJA PEMERINTAH?</title><content type='html'>Kasus kematian tiga orang di jalan daeng tata karena kelaparan, merupakan bukti nyata jika pemerintah memeang tak punya itikad baik pada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kita mesti bertanya, selama ini apa yang pemerintah lakukan?. katanya menuju makassar sebagai kota internasional 2025. padahal mnegurusi rakyat yang kelaparan saja susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini hanyalah satu contoh. masih banyak kasus yang lain. krisis pangan, kenaikan dan kelangkaan bbm, sus berbakteri, makanan berformalin. korupsi di dinas pendidikan, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat rakyat butuh perhatian. mereka para penguasa yang katanya pro rakyat lebih senagn mengurusi kekayaan, kekuasaan, pilkada demi kepentingan partainya dan prbadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ironis, saat beberapa calon walikota memasang baliho di sudt-sudut jalan. di dekat mereka ada yang meninggal dunia. kontan saja, para calon ini akan sering-sering mengunjungi rakyat kecil. katanya mendengar suara hati..pfuff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat banyak baliho yang katanya pro rakyat, pendukung rakyat, piliha rakyat, dll...semua itu omongkosong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM DAMAI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8008036170723099520?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8008036170723099520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/apa-yang-dikerja-pemerintah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8008036170723099520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8008036170723099520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/03/apa-yang-dikerja-pemerintah.html' title='APA YANG DIKERJA PEMERINTAH?'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-308645968736689692</id><published>2008-02-29T00:53:00.001-08:00</published><updated>2008-02-29T00:54:45.029-08:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN DI UJUNG TANDUK</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;Anggaran Pendidikan dipotong 15 persen. Nasib pendidikan makin tak jelas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah melalui Surat Keputusan (SK) Menteri keuangan Nomor S-1/Mk-02/2008 pada 2 Januari 2008 yang meminta pemerintah memotong anggaran pendidikan 15 persen. Rencana ini tentu saja membuat kita miris melihat nasib pendidikan di negeri ini. Pemotonngan ini dilakukan setelah pagu anggaran dikurangi gaji, kewajiban pembayaran utang, Pendapatan Negaran Bukan pajak (PNBP) dan hibah. &lt;i style=""&gt;(Kompas, 27 Februari 2008)&lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekadar diketahui, anggaran pendidikan tahun ini sebesar Rp 49, 15 trilyun. Dan tentunya jika &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dipotong hingga 15 persen, maka hasilnya 42,3 trilyun. Nilai ini lebih rendah dari anggaran tahun 2007 yaitu Rp. 44,1 trilyun.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lagi-lagi pemerintah melakukan pelanggaran terhadap amanat Undang-Undang, yang menganggarkan biya pendidikan sampai 20 persen. Jadi, wajar saja jika HDI negeri ini jauh tertinggal dari Negara di Asia Tenggara ( &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Singapura&lt;/st1:City&gt;,  &lt;st1:country-region st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;). &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Upaya untuk memperbaiki nasib pendidikan sepertinya makin berat. Pasalnya anggaran itu juga sudah termasuk gaji pegawai negeri (guru). Ironis memang, saat Negara lain berupaya memperbaiki ranah pendidikan, pejabat negeri ini malah berniat menggadai pendidikan. Dengan dalih memperbaiki manajemen kampus. Maka, perguruan tinggi negeri akan diubah jadi PT BHP (statusnya badan hukum ; agar lebih memudahkan investor asing menanamkan modalnya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;). &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Begitulah, nasib pendidikan di negeri entah berantah ini. Tak ada perhatian pemerintah. Masih jelas dalam ingatan saya saat anak-anak pulau di Takalar yang mau sekolah. Tapi tak ada guru yang mau ke lokasi tersebut. Alasannya sederhana, Jauh di tengah laut. Ini hanyalah satu contoh pulau yang lumayan dekat. Nah, bagaimana dengan pulau-pulau yang jauh. Yang lebih parah lagi, di negeri ini ada sekitar 17 ribu pulau. Dan tentunya pulau tersebut berpenghuni. Namun, yakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja, anak – anak pulau tak punya kesempatan mendapatkan pendidikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Atau ingat film Denias, sebuah lakon yang mewakili masyarakat pegunungan. Upaya untuk sekolah serasa berat. Denias mewakili anak gunung yang beruntung. Tapi ingat, masih ada anak gunung lain yang tak semua sama dengan Denias. Atau ceritan tentang Laskar Pelangi. Sangat jelas keberpihakan pemerintah hanya pada masyarakat mapan saja. Rakyat Miskin jadi anak tiri. Sungguh kasihan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Hal itu banyak terjadi disekitar kampus Unhas ini. Tak banyak yang mencicipi nikmatnya pendidikan. Akibatnya jadi loper koran, penjual jalangkote, pemulung, dan buah merupakan kerja sehari-hari. Lihat saja, berapa banyak dari mereka yang lebih memilih bekerja (berkeliaran di kampus) daripada sekolah. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alasannya Cuma satu, tak ada uang untuk bayar uang sekolah. Atau dalam bahasa Makassarnya &lt;i style=""&gt;Tena Doe’ka.&lt;/i&gt; Wajar saja, pasalnya sekolah negeri sekalipun sudah memasang harga mahal untuk siswa yang mau daftar.Bahkan ada yang sampai jutaan rupiah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi wajar saja jika bangsa ini tetap tertinggal dan bermuara pada kebodohan. Tak ada yang peduli dengan nasib anak-anak negeri ini. Padahal negeri ini katanya kaya dengan sumber daya alam. Mungkin benar kata Pramudya Ananta Toer jik bangsa ini adalah kuli dari bangsa-bangsa di dunia. Sebab, untuk memerhatikan pendidikan saja susahnya minta ampun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-308645968736689692?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/308645968736689692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/pendidikan-di-ujung-tanduk.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/308645968736689692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/308645968736689692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/pendidikan-di-ujung-tanduk.html' title='PENDIDIKAN DI UJUNG TANDUK'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-116325897789467224</id><published>2008-02-28T06:54:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T06:58:57.251-08:00</updated><title type='text'>HUJAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam Jumat, Hujan mengguyur Makassar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikenal dengan ''hujan batu''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;soalnya jika mengenai tubuh, maka akan tersa seperti dilempari kerikil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sudut kampus, masih ada polisi berjaga, meski hujan turun dengan deras.&lt;br /&gt;pihak keamanan ini tetap menjaga kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serasa dipenjara..&lt;br /&gt;selalu saja ada yang memata-matai aktivitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;tamlanrea, 28 februari 08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-116325897789467224?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/116325897789467224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/hujan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/116325897789467224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/116325897789467224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/hujan.html' title='HUJAN'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-6217402117775818600</id><published>2008-02-28T06:43:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T06:52:48.086-08:00</updated><title type='text'>UNHAS BERSATU, SEBUAH MIMPI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya sekadar mengingat kembali saat semangat ke-Unhasan yang makin pudar. Dan makin yakin dengan "mahasiswa unhas  pengecut, mati berkali-kali,"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Fauzan Mukhrim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maafkan kami yang tak bisa diandalkan.&lt;br /&gt;"Unhas Bersatu, tak bisa dikalahkan"...berharap.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;Aksi Demonstrasi mahasiswa Unhas dua Mei lalu masih jelas berbekas dalam benak saya. Betapa tidak, mahasiswa jaket merah kampus ini berupaya menyuarakan aspirasinya dengan menggelar aksi damai. Mereka berbondong-bondong menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulsel. Kerelaan meninggalkan bangku kuliah, praktikum, asistensi, dan segala aktivitas belajar. Itu semua hanya untuk menuntut agar pendidikan di negeri ini diberi perhatian. Agar, mata para pejabat yang menikmati kursi empuk kekuasaan terbuka lebar. Khususnya menyangkut persoalan BHP yang-sebentar lagi akan diberlakukan. Jika benar terjadi, maka pupus sudah harapan pendidikan murah dan selamat datang pendidikan mahal.&lt;br /&gt;Sekali-lagi, perasaan haru berkecamuk melihat semangat teman-teman mahasiswa yang turun aksi kala itu. Ada perasaan bangga. Apalagi saat orator seperti Wawan, Jihad, Somba, Ikbal, dll (semoga keselamatan selalu tercurah padanya) menggugah semangat mahasiswa. Berasal dari fakultas yang berbeda-beda. Sekat-sekat antar fakultas sepertinya luntur. Tak mengenal senior dan junior. Nampak juga para mahasiswa baru bercampur baur dengan sesamanya yang datang dari fakultas lain. Ada kebahagiaan saat bertemu sapa dengan teman SMA dulu. Sepertinya mahasiswa baru ini melepas kerinduan di kerumunan massa. Semua bersama dan bersatu menyuarakan penolakan terhadap pendidikan mahal.&lt;br /&gt;Aksi ini melibatkan mahasiswa Unhas dalam jumlah besar setelah kasus penolakan terhadap kenaikan BBM 2006 lalu. Pun menyatu di bawah payung Aliansi Mahasiswa Unhas. Sebuah pertanyaan kemudian muncul. Kok tak bergerak di bawah bendera keluarga mahasiswa Unhas. Bukankah di kampus ini telah ada lembaga mahasiswa tingkat universitas. Apakah karena Kema Unhas tak mewakili empat belas badan eksekutif tingkat fakultas, atau Kema Unhas tak refresentatif hingga tak diakui, ataukah agar aksi ini juga bisa mewadahi teman-teman dari Sema FT, BEM Sastra, Sema Kelautan, dan BEM FKM. Entahlah..? Terlepas dari itu semua, yang pasti hari itu ada harapan untuk bersatu. Setidaknya hari itu.&lt;br /&gt;Tapi, perasaan kecewa mulai muncul ketika hampir terjadi adu jotos sesama mahasiswa Unhas. Sekali lagi kita memperlihatkan betapa lunturnya kebersamaan yang coba kita bangun. Tak di dalam kampus, pun di luar kampus. Pemicunya bukan hal besar, namun persoalan BEM Unhas. Saat rombongan pertama yang membawa panji tiap fakultas berhenti di depan gedung dewan. Tiba-tiba dari arah belakang muncul peserta aksi yang tubuhnya dibaluti bendera Kema Unhas. Spontan saja, barisan paling depan kaget, lalu ada yang berteriak “Kenapa ada bendera BEM Unhas di sini,”. Beberapa orang pun mengejar dan meminta agar bendera itu dilepaskan. Untung saja masih ada kerelaan, dan jiwa besar hingga kericuhan tak berlangsung lama dan masalah itu selesai. Setelah itu, aksi kemudian dilanjutkan ke gedung dewan.&lt;br /&gt;Saya kenal dekat dengan mahasiswa yang teriak pertama kali itu. Sejak berangkat dari kampus kami selalu bersama. Ia teman saya semasa di SMU 5 Makassar dulu (semoga keselamatan selalu tercurah padanya). Selepas aksi, kami juga pulang bersama. Dalam perjalanan, kami diskusi tentang kejadian tadi. Sebetulnya ia hanya kecewa pada BEM Unhas. Kenapa baru sekarang muncul. Lalu kemana BEM Unhas saat banyak mahasiswa Unhas yang diskorsing oleh pihak birokrasi kampus yang Sok!.&lt;br /&gt;Selang beberapa hari kemudian. Suatu senja di pelataran PKM, saya juga bertemu dengan mahasiswa yang membawa bendera Kema itu. Ia juga kawan dekat saya di kampus, teman diskusi dan tempat minjam buku. ”Kok, kamu berani menerobos barisan depan dengan bendera BEM Unhas,” tanyaku. Ia lalu jelaskan semuanya. Baginya apa yang ia lakukan adalah bentuk ’gugatan’ terhadap perangkat Kema, termasuk Parlemen Mahasiswa, dan BEM Unhas yang tak mampu mewadahi aksi mahasiswa ini. “Mengapa harus ada lagi aliansi mahasiswa Unhas, padahal sudah ada lembaga tingkat universitas,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Mendengar penjelasannya, saya merenungi jika kedua teman saya ini sama-sama kecewa. Namun, melalui apresiasi yang berbeda. Tapi, kejadian itu sebenarnya hanya soal komunikasi saja yang tak sampai. Jika sejak awal dibicarakan, insiden yang hampir membuat sesama Unhas bentrok tak perlu terjadi. Semuanya kan bisa didialogiskan.&lt;br /&gt;Berkaca pada insiden itu, sepertinya kita perlu merefleksikan setiap peran dan amanah yang diberikan. Merefleksikan nilai-nilai ’bersesama’ yang hilang. Pasalnya untuk kesekian kali kita belum bisa mengusung kata sepakat pada suatu hal.&lt;br /&gt;Suatu saat mungkin kita perlu berterima kasih pada seseorang yang pertama kali menciptakan ungkapan Unhas bersatu, tak bisa dikalahkan. Sebab, kata-kata itu cukup hangat jika saja bisa terwujud. Semoga. Sebab ini hanya sebuah harapan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-6217402117775818600?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/6217402117775818600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/unhas-bersatu-sebuah-mimpi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6217402117775818600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/6217402117775818600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/unhas-bersatu-sebuah-mimpi.html' title='UNHAS BERSATU, SEBUAH MIMPI'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-8275224503582760338</id><published>2008-02-26T21:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T21:42:23.676-08:00</updated><title type='text'>INILAH CITRA UNHAS</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tawuran, Luka Lama yang Kambuh Lagi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kembali, Selasa (26/02), aksi tawuran terjadi antara dua fakultas di Unhas. Fakultas Teknik dan Fakultas gabungan Fak Hukum, ekonomi, Sastra, dn Fisip. Biasa dikenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan sebutan FIS bersatu. Aksi saling lempar batu terjadi di ” Jalur Gaza”. Sebutan untuk jembatan yang menjadi pembatas antara kedua massa mahasiswa jika terjadi tawuran. Puluhan mahasiswa dilarikan ke rumah sakit. Termasuk kepala satpam yang terkena lemparan batu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Aksi ini bermula dari kejadian beberapa hari sebelumnya. Antara Mahasiswa Teknik dan mahasiswa Ekonomi terjadi cekcok saat malam inaugurasi Fakultas Ekonomi. Makanya, keadian malam itu menjadi pemicu tawuran. Dari sumber yang berada di lapangan saat itu, awalnya beberapa mahasiswa fak. Teknik mencari mahasiswa ekonomi di pelataran satu perpustakaan. Tempat pameran foto ukm fotografi dilaksanakan. Tapi, karena yang dicari tak didapat. Makanya beberapa mahasiswa lalu mencari sampai memasuki wilayah &lt;b style=""&gt;Fis. &lt;/b&gt;Berniat mencari mahasiswa ekonomi, tapi yan dicari tak kunjung didapat.. Malah yang kena batunya adalah mahasiswa fisip. Melihat gelagat itu, Seorang mahasiswa fisip lalu berteriak “ Fis bersatu,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Akhirnya, tawuran pun kembali pecah. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mahasiswa fisip seperti biasa berada di pelatara Baruga. Sementara mahasiswa teknik berada di samping TPB. Pemisahnya adalah jembatan. Jalur gaza. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Aksi saling lempar batu tak terelakkan. Biasanya, mahasiswi-perempuan- yang menyediakan batu. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara yang laki-laki melempar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak lama berselang, rektor juga turun ke lokasi. Berniat ingin melerai. Idrus hampir kena batu yang melayang. Aksi tauran tak juga berhenti. Polisi dari Mapolresta Makassar Timur dan Polsek Biringkanaya pun diturunkan.Setelah polisi melakukan tembakan peringatan. Aksi lempar batu baru pun selesai. Namun, ada yang lucu saat terjadi tembakan. Mahasiswa yang mendengar tembakan tak melarikan diri. Malahan tertawa dan bertepuk tangan. Seperti sebuah euforia kemenangan, ketika mendengar letupan senjata. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebuah parodi yang tak biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akhirnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tawuran pun selesai. Saatnya menghitung kerugian. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Puluhan mahasiswa dilarikan ke rumah sakit. Termasuk kepala Satpam Unhas yang mengalami luka di wajah. Kaca-kaca gedung perkuliahan pecah. Batu-batu jadi pemandangan di pelataran dan koridor. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tawuran ini menjadi pembuka tahun 2008. Sebelumnya, tahun 2007 lalu sempat juga terjadi tawuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ironisnya, saat Unhas masuk tujuh Besar perguruan tinggi terbaik di negeri ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;versi majalah Asia Globe. Teater usang kembali dipertontonkan di kampus ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Hasilnya, unhas jadi berita utama di media lokal hingga nasional. Baik media cetak ataupun tv. Biasanya pembawa acara membuka liputan berita dengan mengatakan bahwa, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Entah apa yang ada di pikiran mahasiswa unhas, tawuran sepertinya sudah jadi kebiasaan di kampus ini,...,”inilah citra Unhas bung! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-8275224503582760338?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/8275224503582760338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/inilah-citra-unhas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8275224503582760338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/8275224503582760338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/inilah-citra-unhas.html' title='INILAH CITRA UNHAS'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-3869598449377684200</id><published>2008-02-26T20:20:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T20:32:31.753-08:00</updated><title type='text'>Pameran Foto disela Tawuran</title><content type='html'>Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi Unhas mengadakan pameran foto Senin - Rabu (25-27/02) bertempat di Gedung Perpustakaan Lantai 1. pameran yang bertemakan ''explore you imagination'' ini bertujuan untuk mengabarkan wajah kota Makassar saat ini dan sebagai ajang untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang fotografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 50 foto dari 25 fotografer dipamerkan pada kegiatan ini. Mulai dari human interest, landscape, still life, dan arsitektur yang rata-rata menggambarkan wajah kota Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengunjung pun tiap hari bertambah, sekitar 300 orang perhari. Meski kemarin di kampus lagi tawuran, pameran tetap berjalan. Sebelum tawuran, ada mahasiswa dari fakultas teknik mencari mahasiswa ekonomi di lokasi pameran.&lt;br /&gt;namun yang dicari tak didapat. Makanya, sekelompok mahasiswaini lalu menyusup ke fakultas sospol..setelah itu..perang pun mulai.&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;seperti biasa, kedua &lt;em&gt;pasukan &lt;/em&gt;berada di bwah jembatan menuju TPB. Dikenal dengan ''Jalur Gaza''. Namun aksi saling lempar batu itu pun selesai saat petugas kepolisian dari mapolresta datang ke lokasi dan menembakkan peluru ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesailah aktivitas ''perang''. selanjutnya yang dilakukan adalah menghitung kerugian materil, korban luka yang dibawa ke rumah sakit...setelah itu ''capek melanda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pameran foto..malah bertambah objeknya. soalnya sempat mengabadikan gambar di jalur gaza.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-3869598449377684200?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/3869598449377684200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/pameran-foto-disela-tawuran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3869598449377684200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/3869598449377684200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/pameran-foto-disela-tawuran.html' title='Pameran Foto disela Tawuran'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6217473720661284559.post-595364057720642821</id><published>2008-02-26T15:23:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T15:24:19.091-08:00</updated><title type='text'>Tawuran Terjadi karena Dosen Malas Ngajar</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks3"&gt;&lt;br /&gt;from tribun timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;elasa, 26-02-2008 | 16:53:05 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="linkdomun" width="392"&gt;Tawuran Terjadi karena Dosen Malas Ngajar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tek"&gt;Laporan: M Anshor/Mursalim. limgagak@yahoo.com&lt;br /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks"&gt;Makassar, Tribun - Kepala Bagian Humas Universitas Hasanuddin (Unhas), Dahlan Abu Abakar, yang akrab disapa Dea, menduga tawuran kembali terjadi di Unhas karena mahasiswa mempunyai banyak waktu lowong.&lt;br /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks" style="border-bottom: 0px solid rgb(0, 0, 0);"&gt;"Banyak dosen yang malas mengajar sehingga mahasiswa tidak mempunyai kegiatan. Coba kalau dosen aktif mengajar, mahasiswa pasti tidak ada yang tawuran," kata Dea usai mengikuti pertemuan dadakan yang dipimpin Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi, beberapa saat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan antara lain dosen diminta aktif mengajar dan memberikan tugas-tugas yang banyak pada mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) se-Unhas diminta menenangkan anggotanya. Ada ide agar perkuliahan diliburkan besok namun rencana itu ditolak peserta rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat yang digelar di Tahun Pertama Bersama (TPB) Unhas, di depan Kopma, dipimpin oleh Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi, dihadiri oleh PR I Prof Dadang Ahmad, PR II DR Wardian, Humas Unhas Dahlan Abu Bakar, Dekan Fakultas Sospol DR Dedy Tikson, dan perwakilan dari fakultas ilmu sosial.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6217473720661284559-595364057720642821?l=berandamao.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berandamao.blogspot.com/feeds/595364057720642821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/tawuran-terjadi-karena-dosen-malas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/595364057720642821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6217473720661284559/posts/default/595364057720642821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berandamao.blogspot.com/2008/02/tawuran-terjadi-karena-dosen-malas.html' title='Tawuran Terjadi karena Dosen Malas Ngajar'/><author><name>Berandamao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300088152709797621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
